Istana Bicara Soal RUU Anti Propaganda Asing, Berpotensi Bungkam Kritik?

Bangun Santoso

Jum'at, 16 Januari 2026 | 13:28 WIB
Istana Bicara Soal RUU Anti Propaganda Asing, Berpotensi Bungkam Kritik?
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy saat jumpa pers berkala mengenai penanganan dampak banjir bandang dan longsor. (dok. Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Rencana RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing mengemuka, namun Istana menyatakan masih tahap wacana awal.
  • Tujuan utama RUU ini adalah mendorong akuntabilitas platform digital terhadap konten asing dan ancaman AI.
  • Menteri Yusril Ihza Mahendra mengonfirmasi persiapan RUU atas arahan Presiden untuk menghadapi propaganda luar.

Suara.com - Wacana pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing kembali mengemuka dari lingkar Istana.

Regulasi yang digadang-gadang menjadi tameng digital negara ini menuai sorotan, memicu pertanyaan besar mengenai tujuannya: murni untuk menangkal hoaks dari luar, atau berpotensi menjadi alat untuk membungkam kebebasan berekspresi?

Pihak Istana Kepresidenan, melalui Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa rencana tersebut saat ini masih berada di tahap awal.

Menurutnya, RUU kontroversial itu belum masuk dalam proses pembahasan atau penggodokan resmi di internal pemerintah.

"Masih wacana. Belum (digodok)," kata Prasetyo usai memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (16/1/2026).

Pria yang akrab disapa Pras itu mencoba meluruskan persepsi publik. Ia menjelaskan bahwa semangat utama di balik wacana RUU ini adalah untuk mendorong akuntabilitas platform-platform digital.

Pemerintah ingin memastikan setiap konten atau informasi yang disebarluaskan, terutama oleh entitas asing, dapat dipertanggungjawabkan.

Pras dengan tegas membantah spekulasi bahwa RUU tersebut dirancang untuk mengekang atau melarang keterbukaan informasi di berbagai platform, termasuk media sosial yang menjadi ruang ekspresi publik.

"Kta juga harus berpikir mengenai efek dari platform-platform, namanya informasi dan komunikasi itu, apalagi kalau ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebenarnya semangatnya itu," kata Pras.

baca juga

Kekhawatiran pemerintah juga dipicu oleh pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pras tidak ingin kemajuan teknologi yang seharusnya membawa manfaat justru disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk tujuan merusak.

"Teknologi (AI) itu justru dipakai untuk sesuatu yang kurang bertanggung jawab atau bahkan sesuatu yang merusak, misalnya. Kalau yang positif, wah kita harus melek teknologi, justru kita harus mau mengejar ketertinggalan dalam hal teknologi," kata Pras menambahkan.

Namun, sinyal yang lebih kuat datang dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. Sehari sebelumnya, Yusril menyatakan bahwa pemerintah memang tengah mempersiapkan RUU tersebut.

Menurut Yusril, urgensi regulasi ini muncul karena banyaknya kesalahpahaman informasi dari pihak luar yang sengaja dijadikan bahan propaganda untuk menyudutkan kepentingan nasional Indonesia. Serangan disinformasi ini, kata dia, tidak hanya menyasar ranah politik.

"Itu tidak hanya di bidang politik, tetapi juga di bidang ekonomi, terutama terkait dengan persaingan," ujar Yusril saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/1).

Meski mengakui RUU ini sedang dalam persiapan, Yusril mengonfirmasi bahwa hingga kini belum ada draf resmi yang disusun karena masih dalam tahap kajian mendalam.

Lebih jauh, Yusril mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan langsung kepada dirinya dan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, untuk mulai memikirkan langkah-langkah strategis terkait pembentukan RUU ini.

Ia juga menyoroti bahwa banyak negara lain telah memiliki payung hukum serupa untuk melindungi kedaulatan informasi mereka dari serangan disinformasi dan propaganda asing, sebuah fenomena yang dampaknya juga sangat dirasakan oleh Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

YLBHI Nilai RUU Penanggulangan Disinformasi Ancaman Serius Demokrasi dan Kebebasan Berekspresi

YLBHI Nilai RUU Penanggulangan Disinformasi Ancaman Serius Demokrasi dan Kebebasan Berekspresi

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:15 WIB

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo Naikkan Anggaran Riset 50 Persen Jadi Rp12 Triliun, Fokus pada Swasembada Pangan dan Energi

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 19:16 WIB

RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital

RUU Disinformasi Masih Wacana, Mensesneg Sebut untuk Pertanggungjawaban Platform Digital

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:40 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas

Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor dan Guru Besar di Istana, Ini Isu yang Dibahas

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:02 WIB

Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme

Respons Istana soal Beredar Perpres Tugas TNI Atasi Terorisme

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 20:31 WIB

Lobi Prabowo-SBY Bikin Demokrat Ubah Sikap Soal Pilkada? Ini Kata Gerindra

Lobi Prabowo-SBY Bikin Demokrat Ubah Sikap Soal Pilkada? Ini Kata Gerindra

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 18:49 WIB

Istana Prihatin Atas Teror Terhadap Influencer, Minta Polisi Lakukan Investigasi

Istana Prihatin Atas Teror Terhadap Influencer, Minta Polisi Lakukan Investigasi

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 07:17 WIB

Terkini

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Doomscrolling: Antara Kepedulian Sosial dan Rasa Putus Asa yang Mengintai

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:15 WIB

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:10 WIB

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Resmi di Indonesia! Redmi Note 17 Pro Max Bawa Baterai Jumbo 10.000 mAh

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 20:00 WIB

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

×