Fakta Pahit! Sempat Dibantah Polisi, Kades Bangun Jaya Benarkan 6 Warganya Tewas di Lubang Pongkor

Andi Ahmad S

Sabtu, 17 Januari 2026 | 20:39 WIB
Fakta Pahit! Sempat Dibantah Polisi, Kades Bangun Jaya Benarkan 6 Warganya Tewas di Lubang Pongkor
Tangkapan Layar Lubang Tambang Emas Antam Bogor [Ist]
baca 10 detik
  • Kepala Desa Bangun Jaya, Haji Abdul Halim, memberikan konfirmasi resmi bahwa enam orang warganya tewas akibat menghirup asap beracun saat melakukan aktivitas penambangan di lubang tambang PT Antam Pongkor.

  • Terjadi perbedaan informasi yang sangat tajam antara otoritas desa dengan pihak kepolisian, di mana Kapolsek Nanggung membantah adanya korban jiwa dan menyebut video evakuasi yang beredar luas adalah disinformasi.

  • Tragedi ini diduga menelan korban lebih banyak dari berbagai daerah, termasuk warga asal Cipanas, Banten, yang mengindikasikan bahwa risiko tinggi penambangan ilegal seringkali melibatkan kelompok warga dari luar wilayah.

Suara.com - Teka-teki simpang siur mengenai adanya korban jiwa dalam insiden kepulan asap di area pertambangan PT Antam Pongkor Nanggung, Bogor, Jawa Barat akhirnya terjawab dengan kabar duka yang menyayat hati.

Setelah sebelumnya pihak berwenang sempat menyatakan nihil korban, fakta di lapangan justru berbicara lain. Kabut duka kini menyelimuti Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Informasi valid akhirnya muncul dari otoritas desa setempat. Kepala Desa Bangun Jaya, Abdul Halim, membenarkan kabar buruk yang sempat dianggap rumor tersebut.

Ia mengonfirmasi bahwa ada enam warga Desa Bangun Jaya Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor yang tewas akibat menghirup asap dari lubang tambang PT Antam Pongkor tersebut.

Pengakuan ini seolah menjadi antitesis dari pernyataan-pernyataan sebelumnya yang menyebutkan kondisi aman terkendali.

Kades Abdul Halim merinci bahwa seluruh korban berasal dari satu kampung yang sama. Keenam warga Cigudeg yang tewas tersebut semua berasal dari kampung Cimapag Hilir Desa Bangun Jaya Kecamatan Cigudeg.

Hal ini menandakan bahwa aktivitas penambangan yang diduga dilakukan secara ilegal atau gurandil seringkali dilakukan secara berkelompok oleh warga dalam satu lingkungan tetangga.

Dalam konfirmasinya kepada awak media, Haji Abdul Halim tidak menutupi data warganya.

"Ya betul warga bangunjaya kp cimapag hilir ada 6 orang," ungkap Haji Abdul Halim dengan nada prihatin kepada Suara.com, Sabtu 17 Januari 2025

baca juga
Potret Evakuasi Penambang Emas Ilegal di Nanggung Bogor Mendapatkan Bantahan dari Polisi [Ist/Gemini]
Potret Evakuasi Penambang Emas Ilegal di Nanggung Bogor Mendapatkan Bantahan dari Polisi [Ist/Gemini]

Polisi Bantah Ada Korban Jiwa Vs Informasi Dilapangan

Jagat maya kembali dibuat gempar oleh beredarnya rangkaian video mencekam yang dinarasikan sebagai tragedi kemanusiaan di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor.

Video-video tersebut menampilkan adegan dramatis evakuasi korban yang diduga keracunan asap dari lubang tambang PT Antam hingga ada yang tak sadarkan diri.

Tak berhenti di situ, Suara.com bahkan menerima rekaman visual lain yang lebih mengerikan jenazah yang sudah dikafani, diklaim sebagai korban jiwa akibat insiden tersebut.

Narasi liar berkembang menyebutkan bahwa asap beracun dari operasional resmi merembes ke lubang-lubang tikus milik penambang emas tanpa izin (gurandil), menewaskan warga dari berbagai daerah.

Namun, di tengah gelombang kepanikan warga Bogor, pihak kepolisian setempat mengeluarkan bantahan tegas. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ini tragedi yang ditutup-tutupi atau murni disinformasi?

Kapolsek Nanggung, AKP Ucup Supriatna, angkat bicara untuk meluruskan kesimpangsiuran ini. Ia membedah satu per satu video yang beredar.

Menurutnya, dari sekian banyak video, hanya satu yang otentik, yakni video yang memperlihatkan kepulan asap pekat di dalam terowongan. Namun, konteksnya bukan bencana.

"Video yang beredar itu, itu sebenarnya memang di Antam tapi bukan kejadian kemarin memang sop nya dia kalau ada asap seperti itu," jelas AKP Ucup, Kamis (15/1/2026).

Asap tersebut diklaim sebagai bagian dari prosedur teknis, bukan ledakan tak terkendali.

Terkait video evakuasi korban yang digotong warga hingga korban tak sadarkan diri, Kapolsek menepis keras bahwa lokasi kejadian tersebut berada di area Antam maupun di galian ilegal (gurandil) sekitarnya.

"Bukan, bukan evaluasi itu mah bukan lah itu viral gak bener, yang bener mah itu press rilis pak Kapolres tadi malam. Jadi yang ramai itu bukan seperti itu, biasa," jelas dia.

Polisi juga membantah adanya korban yang dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat sesak napas karena asap tersebut. Pengecekan ke rumah sakit dan klinik terdekat menurut versi kepolisian menunjukkan hasil nihil.

"Ga ada, tidak ada korban di wilayah level Antam," tegas AKP Ucup menutup spekulasi.

Misteri Korban dari Cipanas dan Malasari

Bantahan polisi ini bertolak belakang dengan informasi yang beredar di akar rumput. Berdasarkan penelusuran lapangan, muncul dugaan kuat adanya korban jiwa dari kalangan penambang ilegal yang berasal dari luar Bogor.

Sumber Suara.com menyebutkan ada dua warga Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, yang meninggal dunia. "Muhun aya (Betul ada) warga di Kecamatan Cipanas," ujar warga Cipanas berinisial A memberikan kesaksian.

Selain dari Banten, rumor juga menyebutkan adanya korban dari warga lokal, yakni Desa Malasari (Kecamatan Nanggung) dan Desa Urug (Kecamatan Sukajaya).

Namun, saat dikonfirmasi mengenai kebenaran warganya yang menjadi korban, Sekdes Malasari, Uchu, memilih bungkam dan tidak merespons sama sekali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor

Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 23:19 WIB

Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat

Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 22:23 WIB

Libur Isra Miraj, 3.300 Kendaraan Padati Jalur Wisata Puncak

Libur Isra Miraj, 3.300 Kendaraan Padati Jalur Wisata Puncak

Foto | Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:10 WIB

Harga Emas Batangan Antam Terkoreksi Jelang Akhir Pekan

Harga Emas Batangan Antam Terkoreksi Jelang Akhir Pekan

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:27 WIB

Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas

Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 23:34 WIB

ANTAM Bantah Kabar Ledakan Tambang: Hoaks!

ANTAM Bantah Kabar Ledakan Tambang: Hoaks!

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08 WIB

Terkini

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

×