Dirut IAT: Ada 7 Kru Pesawat ATR 42 yang Hilang di Maros

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:41 WIB
Dirut IAT: Ada 7 Kru Pesawat ATR 42 yang Hilang di Maros
Direktur Utama Indonesia Air Transport (IAT), Tri Adi Wibowo. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Pesawat ATR 42 (PK-THT) Indonesia Air Transport hilang kontak pada 17 Januari 2026, rute Yogyakarta-Makassar.
  • Basarnas menetapkan status pesawat dalam fase bahaya (DETRESFA) setelah putus komunikasi pukul 12.23 WITA.
  • Pesawat mengangkut total tujuh kru, termasuk tiga pegawai KKP, bukan delapan kru seperti laporan awal.

Suara.com - Pesawat milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tipe ATR 42 tersebut sedang menempuh rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar saat insiden terjadi pada Sabtu (17/1/2026).

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi telah menetapkan status burung besi tersebut masuk dalam fase bahaya atau DETRESFA.

Pesawat yang tengah menjalankan misi Marine Patrol Flight ini terpantau putus komunikasi total pada pukul 12.23 WITA atau sekitar pukul 04.23 UTC.

Berdasarkan data radar terakhir, titik koordinat pesawat terlacak berada pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Pihak otoritas pada laporan awal menyebutkan bahwa pesawat tersebut mengangkut 11 orang yang terdiri dari delapan kru dan tiga orang penumpang.

Direktur Utama Indonesia Air Transport (IAT), Tri Adi Wibowo, segera memberikan klarifikasi mendalam mengenai rincian awak pesawat yang bertugas dalam penerbangan tersebut.

Tri meluruskan informasi yang sempat simpang siur mengenai jumlah kru yang berada di atas pesawat saat peristiwa tersebut terjadi.

"Saya menginformasikan dari PT IAT klarifikasi, bahwa kru yang on board ada tujuh," ungkap Tri Adi Wibowo dalam sesi jumpa pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

baca juga

Ia kemudian merinci satu per satu identitas awak pesawat yang bertugas, mulai dari jajaran pilot hingga awak kabin.

Mereka adalah Kapten Andi Dahananto, Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono, Hariadi, Florencia Lolita dan Esther Aprilia.

Tri menegaskan kembali bahwa data yang valid menunjukkan jumlah awak yang bertugas tidak sebanyak informasi yang sempat beredar di media.

"Jadi kalau yang beredar ada delapan, kami sampaikan hanya tujuh orang saja," tambah Tri.

Saat ini, pihak manajemen maskapai terus melakukan pemantauan intensif dan berkoordinasi dengan tim penyelamat di lapangan.

"Kami turut prihatin juga dan kami akan menunggu juga proses pencarian dari Basarnas. Tim kami sudah meluncur ke Makassar," pungkas Tri.

Sebelumnya, Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono mengonfirmasi tiga pegawai dari Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Mereka adalah Ferry Irawan selaku Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana sebagai Pengelola Barang Milik Negara, dan Yoga Nauval yang bertugas sebagai Operator Foto Udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri KKP: Tiga Personel PSDKP Hilang di Balik Kabut Maros

Menteri KKP: Tiga Personel PSDKP Hilang di Balik Kabut Maros

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:31 WIB

Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, TNI AU Terjunkan Helikopter Caracal Sisir Lokasi

Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, TNI AU Terjunkan Helikopter Caracal Sisir Lokasi

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:17 WIB

Misteri Hilangnya PK-THT di Langit Sulawesi: Bawa 10 Orang, GM Bandara Pastikan Ini

Misteri Hilangnya PK-THT di Langit Sulawesi: Bawa 10 Orang, GM Bandara Pastikan Ini

News | Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:41 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×