-
Pembalap 16 tahun asal Sleman, Kiandra Ramadhipa, siap kejar gelar juara Moto3 Junior 2026.
-
Terpaut 30 poin dari puncak, Ramadhipa targetkan pangkas defisit di sisa tiga putaran terakhir.
-
Balapan penentuan berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, melawan dominasi para pembalap tuan rumah.
Suara.com - Peluang mencetak sejarah di pentas balap dunia masih terbuka lebar bagi Indonesia. Jarak 30 poin dari puncak klasemen bukanlah hal mustahil untuk dikejar di sisa musim kompetisi Moto3 Junior World Championship 2026.
Tumpuan harapan itu ada pada pundak M. Kiandra Ramadhipa, pembalap muda berusia 16 tahun asal Sleman, Yogyakarta. Tak sekadar menjadi penggembira, ia datang ke paruh kedua musim ini sebagai penantang serius dalam perebutan gelar juara dunia.
Menunggangi kuda besi bernomor #32 di bawah naungan Honda Asia-Dream Racing Junior Team, grafik performa Ramadhipa terbilang fenomenal. Ia sukses mencatatkan kemenangan di European Talent Cup (ETC) dan Moto3 Junior dalam kurun waktu kurang dari setahun sejak debutnya di Eropa.
"Berbekal koleksi 64 poin lewat satu kemenangan krusial di Portugal dan satu podium ketiga, Ramadhipa kini bertengger di posisi kelima klasemen sementara. Ambisinya jelas: kembali merangsek ke barisan terdepan dan memangkas defisit poin di tiga putaran terakhir musim ini."
Namun, ujian teknis dan mental sudah menanti di depan mata. Akhir pekan ini, Ramadhipa harus bertarung di Circuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol—lintasan yang identik sebagai 'kandang' sekaligus taman bermain yang sangat dipahami oleh para pembalap tuan rumah.

Berbekal jeda kompetisi yang dimanfaatkan untuk memulihkan fisik di Tanah Air, pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) ini datang ke Valencia dengan energi penuh.
Pengalaman mengaspal di Valencia pada musim lalu menjadi modal berharga untuk menaklukkan layout sirkuit yang menuntut keahlian teknikal tinggi tersebut.
“Saya banyak berlatih selama libur musim panas, tetapi juga sempat menikmati beberapa hari bersama keluarga. Bagi saya, penting untuk menyeimbangkan latihan dan istirahat. Sekarang energi saya sudah terisi penuh dan siap menghadapi sisa musim,” ujar Ramadhipa.
Untuk meladeni agresivitas pembalap Spanyol, Ramadhipa dan tim juga telah merampungkan serangkaian uji coba guna menemukan set-up motor yang paling optimal di lintasan sepanjang 4 kilometer tersebut.
“Saya telah menjalani tes dan kami mendapatkan data penting untuk balapan berikutnya. Sekarang kami harus menunjukkan bahwa kami masih berada dalam persaingan, mampu kembali ke barisan depan, dan membuktikan bahwa musim ini belum berakhir,” ucap pebalap berusia 16 tahun ini.
Agenda penentuan di Ricardo Tormo akan dimulai lewat sesi latihan pada Jumat (4/9) dan Sabtu (5/9), dilanjutkan dengan kualifikasi.
Puncak adu kecepatan terjadi pada Minggu (6/9), di mana Ramadhipa akan memacu motornya selama 16 lap di masing-masing balapan.
Aksi pembalap Indonesia ini dapat disaksikan melalui saluran Youtube FIM Motojunior pada 16:00 WIB untuk Race 1 dan 19:00 WIB untuk Race 2.