DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau

Bangun Santoso Suara.Com
Senin, 19 Januari 2026 | 19:21 WIB
DNA Jadi Kunci Terakhir: Polisi Jemput Sampel Keluarga Korban Pesawat Jatuh Lintas Pulau
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto (dua kiri) Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris (dua kanan), Kepala Bidang DVI Pudokkes Mabes Polri AKBP Wahyuhidayati (kanan) beserta tim DVI menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers terkait penanganan kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, di Biddokes Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala Makassar, Senin (19/1/2026). ANTARA/Darwin Fatir.
Baca 10 detik
  • Tim DVI Polda Sulsel sedang mengumpulkan sampel DNA ante mortem dari keluarga 10 korban pesawat jatuh di Sulsel.
  • Delapan keluarga telah memberikan sampel DNA, sementara proses identifikasi bergantung pada pencocokan data dengan post mortem jenazah.
  • Proses pengambilan sampel DNA keluarga dilakukan lintas provinsi melalui koordinasi Biddokes Polda setempat untuk memastikan akurasi.

Suara.com - Di tengah duka mendalam tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, sebuah proses krusial dan senyap tengah berlangsung.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel kini berpacu dengan waktu, 'menjemput bola' untuk mengumpulkan sampel DNA dari keluarga korban yang tersebar di berbagai provinsi.

Sampel DNA ini menjadi kunci terakhir untuk memastikan identitas 10 korban yang berada di dalam pesawat nahas tersebut.

Hingga kini, delapan dari sepuluh keluarga korban telah berhasil dijangkau dan memberikan sampel DNA mereka. Proses ini menjadi langkah awal yang fundamental sebelum jenazah korban dapat diidentifikasi dan diserahkan kepada orang-orang yang mereka cintai.

"Tim telah memeriksa ante mortem keluarga korban. Ada delapan orang DNA (diambil) dan keterangan lainnya. Untuk dua lainnya (keluarga korban) belum," ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto kepada wartawan di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Senin (19/1/2026).

Didik menjelaskan bahwa metode identifikasi ini mengandalkan pencocokan data. Data ante mortem, yaitu data fisik korban sebelum meninggal seperti rekam medis, rekam gigi, dan terutama DNA, akan dicocokkan dengan data post mortem yang diambil dari jenazah yang ditemukan oleh tim SAR gabungan.

"Dari data awal ante mortem dan post mortem ini akan dicocokkan, apakah sesuai dengan pihak penerbangan perusahaan itu. Kita masih menunggu penyerahan jasad korban atau temuan lainnya," tutur Didik saat konferensi pers sebagaimana dilansir Antara.

Tantangan terbesar dalam proses ini adalah lokasi keluarga korban yang tidak terpusat di Sulawesi Selatan. Menyadari hal ini, tim DVI mengambil langkah proaktif dengan berkoordinasi dengan Biddokes Polda di wilayah lain, seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat, untuk mendatangi langsung kediaman keluarga.

"Ada empat keluarga korban yang datang ke DVI dan empat keluarga yang didatangi tim di kediaman masing-masing. Data korban ini nanti disampaikan setelah diidentifikasi," katanya.

Baca Juga: Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros Sulsel, Keluarga Penumpang Masih Menunggu Kabar

Meskipun tim SAR gabungan telah menemukan beberapa jenazah di lokasi kecelakaan, tim DVI menegaskan pentingnya kehati-hatian dan prosedur yang ketat untuk menghindari kesalahan identifikasi yang dapat menambah duka keluarga.

"Tapi, kita tidak boleh menyampaikan siapa saja (identitas) yang sudah (ditemukan) dan belum, agar tidak terjadi kesalahan," ucap Didik.

Penegasan mengenai prosedur standar juga datang dari Mabes Polri. Kepala Bidang DVI Pudokkes Mabes Polri, AKBP Wahyuhidayati, menekankan bahwa seluruh proses pemeriksaan dan pengambilan sampel jenazah akan dilakukan di posko, bukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk menjamin akurasi dan administrasi yang baik.

"Setelah ada jenazah baru bisa dilakukan post mortem. Jadi untuk jenazah pengambilan sampel akan dilaksanakan di tempat pemeriksaan jenazah. Kami tidak pernah mengambil sampel di TKP. Supaya, nanti terdata dengan baik nomornya, segala administrasinya," tutur Wahyuhidayati.

Ia juga membenarkan bahwa koordinasi lintas Polda menjadi tulang punggung dalam pengumpulan data ante mortem ini.

"Ini ternyata keluarga-keluarganya itu tidak ada di Sulsel. Ada yang di Jateng, ada di Jabar, ada di Bekasi. Kami berkoordinasi dengan Biddokes Polda setempat untuk mencari, mendatangi keluarga," ucapnya.

Beberapa keluarga bahkan menunjukkan inisiatif luar biasa dengan mendatangi kantor Biddokes terdekat setelah mendengar kabar duka, sementara yang lain difasilitasi oleh pihak maskapai untuk datang langsung ke Makassar.

"Makanya, kita tunggu. Sambil kita juga meminta nomor kontak para keluarga tersebut kalau kita butuh data tambahan, kita bisa tetap komunikasi," katanya.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-TNJ hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) siang saat dalam perjalanan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Berikut daftar nama korban dalam penerbangan tersebut:
Kru Pesawat:

  • Pilot: Captain Andi Dahananto
  • Co-pilot: Muhammad Farhan Gunawan
  • Kru: Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.

Penumpang:

  • Ferry Irawan (KKP)
  • Deden Mulyana (KKP)
  • Yoga Naufal (KKP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI