Trump Ajak Negara di Dunia Gabung Dewan Saingan PBB, Diduga Jadi 'Alat Politik Baru' AS

M Nurhadi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:56 WIB
Trump Ajak Negara di Dunia Gabung Dewan Saingan PBB, Diduga Jadi 'Alat Politik Baru' AS
Pidato Donald Trump di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (YouTube/ITV New)
baca 10 detik
  • Donald Trump meluncurkan Board of Peace (BoP) untuk mengambil alih penanganan krisis Jalur Gaza, namun strukturnya kontroversial.
  • Piagam BoP mengusulkan Trump sebagai ketua seumur hidup dan menetapkan biaya keanggotaan permanen lebih dari US$ 1 miliar.
  • Inisiatif ini dikhawatirkan merusak wewenang PBB, meskipun beberapa negara seperti Maroko telah menyatakan kesediaan bergabung.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu gelombang diskusi diplomatik besar dengan meluncurkan inisiatif internasional bernama Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Badan ini dirancang untuk mengambil alih penanganan krisis di Jalur Gaza, namun menuai sorotan tajam karena strukturnya yang dinilai tidak lazim dan berpotensi menggerus wewenang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hingga pekan ini, undangan resmi telah dikirimkan ke sekitar 60 negara. Norwegia, Belanda, Slovenia, dan Maroko telah mengonfirmasi penerimaan dokumen tersebut.

Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store, menyatakan kehati-hatiannya dalam meninjau relevansi peran negaranya, sementara Raja Mohammed VI dari Maroko telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung.

Berdasarkan laporan Reuters, piagam Board of Peace ini mencakup poin-poin yang kontroversial. Trump diusulkan menjadi ketua dewan tersebut seumur hidup.

Selain itu, keanggotaan negara peserta dibatasi hanya tiga tahun, kecuali jika negara tersebut bersedia membayar komitmen lebih dari US$ 1 miliar untuk mendapatkan status anggota permanen.

Gedung Putih menyebut skema ini sebagai bentuk pembuktian komitmen nyata bagi negara-negara yang peduli terhadap stabilitas keamanan global.

Namun, para diplomat di New York menjuluki inisiatif ini sebagai "PBB ala Trump," yang dikhawatirkan akan memarginalisasi peran badan-badan internasional tradisional yang sudah ada.

Meski sarat kontroversi, beberapa pemimpin dunia menunjukkan respons beragam:

baca juga
  • Italia & Kanada: Perdana Menteri Giorgia Meloni dan Mark Carney mengisyaratkan kesiapan untuk berkontribusi, terutama dalam penanganan krisis Gaza yang mandatnya telah disahkan Dewan Keamanan PBB hingga 2027.
  • Prancis & Jerman: Para pemimpin negara-negara utama Eropa ini juga masuk dalam daftar undangan, namun tetap dalam posisi mengkaji dampak jangka panjang terhadap kedaulatan PBB.

Langkah diplomasi ini berjalan beriringan dengan isu panas di Arktik. Laporan dari harian Denmark, Berlingske, mengungkap adanya operasi intelijen terselubung AS sepanjang tahun 2025 untuk memetakan infrastruktur militer di Greenland tanpa izin resmi Kopenhagen.

Situasi ini menciptakan latar belakang yang kontras antara upaya perdamaian di Timur Tengah dengan ketegangan strategis bersama sekutu di Eropa Utara.

Board of Peace diproyeksikan menjadi badan yang lebih agresif dibandingkan lembaga diplomasi konvensional, ditambahh PBB ala Trump ini cenderung pro Israel.

Rencananya mencakup pembentukan administrasi internasional sementara di Gaza dan pengerahan pasukan stabilisasi lintas negara.

Meski demikian, absennya perwakilan dari pihak Palestina dalam daftar tokoh yang ditunjuk menjadi anggota dewan menjadi kritik utama.

Seorang pejabat senior PBB memperingatkan bahwa meragukan peran PBB sebagai satu-satunya lembaga pemersatu bangsa dapat membawa dunia ke dalam masa-masa sulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Piala Dunia 2026, Internal FIFA Terbelah, Penghargaan kepada Trump Bikin Malu Petinggi

Jelang Piala Dunia 2026, Internal FIFA Terbelah, Penghargaan kepada Trump Bikin Malu Petinggi

Bola | Senin, 19 Januari 2026 | 17:53 WIB

Jerman Pertimbangkan Boikot Piala Dunia 2026 Imbas Ancaman Donald Trump soal Greenland

Jerman Pertimbangkan Boikot Piala Dunia 2026 Imbas Ancaman Donald Trump soal Greenland

Bola | Senin, 19 Januari 2026 | 18:30 WIB

Ancaman Tarif Trump Picu Jerman Ambil Langkah Ekstrem, Ini 9 Negara yang Pernah Boikot Piala Dunia

Ancaman Tarif Trump Picu Jerman Ambil Langkah Ekstrem, Ini 9 Negara yang Pernah Boikot Piala Dunia

Bola | Senin, 19 Januari 2026 | 15:40 WIB

Terkini

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

×