Ahli Polimer Ungkap Risiko BPA Mengintai dari Galon Lanjut Usia

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 21 Januari 2026 | 11:36 WIB
Ahli Polimer Ungkap Risiko BPA Mengintai dari Galon Lanjut Usia
Ilustrasi galon. (Dok: Istimewa)
baca 10 detik
  • Investigasi KKI di 60 kios Jabodetabek menemukan 57 persen galon berusia lebih dari dua tahun.
  • Sejumlah galon yang masih beredar tercatat diproduksi sejak 2012.
  • Sekitar 80 persen galon tampak buram dan kusam, menandakan penurunan kualitas material.

Suara.com - Isu keamanan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) kembali menjadi sorotan. Guru Besar Ilmu Polimer Universitas Indonesia, Prof. Mochamad Chalid, mengingatkan adanya potensi peluruhan Bisphenol A (BPA) dari galon yang telah digunakan secara berulang dan dalam waktu lama. Peringatan tersebut sejalan dengan hasil investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) yang menemukan masih banyak galon lanjut usia (Ganula) beredar di pasaran.

Menurut Prof. Chalid, galon berbahan PC tersusun dari rantai polimer panjang yang dapat mengalami degradasi akibat faktor usia, paparan panas, proses pencucian, serta intensitas pemakaian. Seiring waktu, rantai polimer tersebut dapat terputus dan memicu pelepasan BPA melalui mekanisme yang dikenal sebagai leaching.

Ia mengibaratkan struktur polimer seperti rangkaian mata rantai pada kalung yang bisa terlepas. "Kalau ada rantai, pasti ada mata rantai. Ibarat kalung ada mata rantai kalungnya. Nah, itu bisa terputus. Putusannya yang disebut dengan bagian kecil tadi itu disebut dengan leaching," jelasnya.

Untuk menekan potensi risiko, Prof. Chalid menekankan pentingnya batas aman penggunaan galon guna ulang. Ia menyarankan galon hanya digunakan maksimal 40 kali pengisian atau sekitar satu tahun, dengan asumsi pengisian ulang dilakukan sekali dalam sepekan. Penggunaan melebihi batas tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko migrasi BPA ke air minum.

Namun, temuan KKI menunjukkan kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Dari hasil investigasi di 60 kios wilayah Jabodetabek, sebanyak 57 persen galon diketahui berusia lebih dari dua tahun. Bahkan, sejumlah galon yang masih diperdagangkan tercatat diproduksi sejak 2012. Selain faktor usia, sekitar 80 persen galon tampak buram dan kusam, yang mengindikasikan penurunan kualitas material.

Kekhawatiran serupa juga tercermin dalam temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Berdasarkan survei BPOM pada 2021–2022 di enam kota besar, paparan BPA dari galon guna ulang tercatat telah melampaui ambang batas aman. Meski demikian, kewajiban pencantuman label peringatan bahaya BPA baru akan berlaku pada 2028, meskipun regulasinya telah diterbitkan sejak 2024.

Ketua KKI, David Tobing, menilai jeda waktu tersebut terlalu panjang dan meminta regulator mengambil langkah lebih cepat. Ia menegaskan bahwa temuan paparan BPA seharusnya ditindaklanjuti segera agar risiko terhadap konsumen tidak semakin meluas.

"Ketika BPOM menjalankan fungsi pengawasannya, ada temuan (paparan BPA melebihi ambang batas), masa penyelesaiannya 4 tahun? Harusnya penyelesaiannya segera supaya ini jangan melebar," tegas David.

Selama ini, BPA dikenal sebagai senyawa pengganggu hormon (endocrine disruptor) yang dapat meniru kerja hormon estrogen dalam tubuh. Paparan jangka panjang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan reproduksi dan kesuburan, diabetes tipe 2, obesitas, hingga peningkatan risiko kanker seperti kanker payudara, prostat, dan usus besar, serta gangguan perkembangan janin.

baca juga

Dengan dukungan peringatan para ahli, data BPOM, dan hasil investigasi KKI, dorongan untuk menarik galon berusia tua dari peredaran serta mempercepat penerapan aturan pelabelan bahaya BPA semakin menguat demi perlindungan kesehatan konsumen.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Download Stiker WA Galon hingga Gas 3 Kg Biar Chat Beli Online Lebih Cepat

Download Stiker WA Galon hingga Gas 3 Kg Biar Chat Beli Online Lebih Cepat

Tekno | Rabu, 12 November 2025 | 13:49 WIB

5 Rekomendasi Motor yang Bisa Bawa Galon untuk Hidup Mandiri Sehari-hari

5 Rekomendasi Motor yang Bisa Bawa Galon untuk Hidup Mandiri Sehari-hari

Otomotif | Selasa, 11 November 2025 | 06:45 WIB

BPA pada Galon Guna Ulang Bahaya bagi Balita, Ini yang Patut Diwaspadai Orangtua

BPA pada Galon Guna Ulang Bahaya bagi Balita, Ini yang Patut Diwaspadai Orangtua

Health | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:41 WIB

Demi Makanan Bergizi Aman, BGN Dorong Sterilisasi dan Penggunaan Air Galon di SPPG

Demi Makanan Bergizi Aman, BGN Dorong Sterilisasi dan Penggunaan Air Galon di SPPG

News | Rabu, 01 Oktober 2025 | 13:29 WIB

Soal Isu Mandi Pakai Air Galon, Menpar Widiyanti Tegas: Hanya Kabar Miring!

Soal Isu Mandi Pakai Air Galon, Menpar Widiyanti Tegas: Hanya Kabar Miring!

News | Senin, 29 September 2025 | 14:50 WIB

Menpar Widiyanti Tegaskan Isu Mandi Air Galon Hoaks: Itu Hanya Karangan

Menpar Widiyanti Tegaskan Isu Mandi Air Galon Hoaks: Itu Hanya Karangan

News | Jum'at, 26 September 2025 | 12:09 WIB

Terkini

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

×