Cincin Akik Hijau Jadi Sorotan, Diduga Hantam Wajah Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 22 Januari 2026 | 23:10 WIB
Cincin Akik Hijau Jadi Sorotan, Diduga Hantam Wajah Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas
Jaksa menunjukkan barang bukti cincin bermata akik warna hijau ke hadapan majelis hakim dalam sidang lanjutan kematian Brigadir Muhammad Nurhadi saat agenda pemeriksaan dokter forensik, dr Arfi Syamsun di Pengadilan Negeri Mataram, NTB, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Dhimas B.P.
  • Jaksa menunjukkan cincin akik hijau sebagai bukti kunci dugaan serangan awal terhadap Brigadir Nurhadi pada sidang 22 Januari 2026.
  • Dokter forensik menyatakan luka lecet bisa terkait cincin, namun fokus pada benturan tumpul kepala serta patahnya tulang lidah korban.
  • Terdakwa I Gde Aris dan Kompol Yogi konsisten membantah peran mereka dalam rekonstruksi kejadian di Gili Trawangan.

Suara.com - Suasana ruang sidang kasus pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi mendadak tegang. Sebuah cincin bermata akik warna hijau menjadi pusat perhatian setelah jaksa penuntut umum menunjukkannya sebagai barang bukti kunci di hadapan majelis hakim, Kamis (22/1/2026).

Benda yang melingkar di jari terdakwa I Gde Aris Candra Widianto itu diduga menjadi 'senjata' pertama yang mendarat di wajah korban, memicu rangkaian kekerasan fatal yang berujung pada kematian sang brigadir.

Budi Mukhlish, yang mewakili tim jaksa penuntut umum, secara dramatis mengangkat cincin tersebut setelah memutar ulang adegan rekonstruksi penganiayaan.

Jaksa mencoba membangun korelasi antara bentuk oval batu akik hijau itu dengan bekas luka lecet yang ditemukan di sekitar mata kiri Brigadir Nurhadi.

Pertanyaan pun dilontarkan kepada saksi ahli, dokter forensik dr. Arfi Syamsun, untuk menguatkan dugaan tersebut. Namun, jawaban sang ahli tidak memberikan kepastian mutlak yang diharapkan jaksa.

Dihadapkan pada barang bukti cincin tersebut, dr. Arfi dengan keahliannya mengaku tidak bisa memastikan 100 persen bahwa luka itu identik dengan bentuk cincin. "Bisa jadi," ujarnya singkat, membuka berbagai kemungkinan.

Meski begitu, dr. Arfi memberikan analisis yang lebih dalam mengenai mekanisme cedera yang dialami korban. Ia menjelaskan bahwa benturan benda tumpul pada bagian depan kepala, seperti area mata, bisa menjadi pemicu benturan fatal yang terjadi selanjutnya.

"Dilihat dari lukanya memang luka lecet tekan (sekitar mata kiri), ada perkiraan benturan benda tumpul, ada korelasi pendarahan pada bagian kepala belakang yang terbentur ke objek yang diam (lantai)," kata Arfi sebagaimana dilansir Antara.

Analisis ini sejalan dengan dakwaan jaksa, di mana terdakwa I Gde Aris Chandra Widianto disebut sebagai pelaku yang memukul korban hingga terjatuh dan kepalanya terbentur keras ke lantai. Cincin akik hijau itu, menurut jaksa, adalah bagian dari pukulan telak tersebut.

Namun, temuan forensik tidak berhenti di situ. Dr. Arfi mengungkap adanya luka fatal lain yang tak kalah mengerikan, yakni patahnya tulang lidah (tulang hyoid) korban.

Cedera ini mengindikasikan adanya tekanan atau kekerasan hebat pada bagian leher, yang diduga kuat menjadi penyebab korban meninggal bahkan sebelum tenggelam di dasar kolam.

"Kalau dari referensi saya lihat, ada tekanan yang sifatnya fatal, keras pada leher depan, pukulan juga termasuk. Bisa saja (karena pitingan), karena tidak ada bekas cekikan," ujarnya.

Keterangan ini mengarah pada peran terdakwa kedua, Kompol I Made Yogi Purusa Utama. Dalam dakwaan, Kompol Yogi disebut melakukan aksi pitingan layaknya menangkap penjahat, dengan menindih tubuh Brigadir Nurhadi yang sudah telungkup dan mengunci kedua tangannya dari belakang.

Ironisnya, kedua terdakwa secara konsisten membantah melakukan adegan fatal tersebut sejak proses penyidikan.

Penolakan ini membuat adegan rekonstruksi di lokasi kejadian di Gili Trawangan terpaksa harus diperagakan oleh pemeran pengganti, menyisakan misteri pengakuan yang kini coba diungkap jaksa melalui barang bukti dan kesaksian ahli di persidangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?

Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 20:00 WIB

Tragedi Utang di Bekasi: Teman Lama Tega Habisi Nyawa MDT, Jasad Dibuang di Kuburan

Tragedi Utang di Bekasi: Teman Lama Tega Habisi Nyawa MDT, Jasad Dibuang di Kuburan

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 13:28 WIB

Dua Pelaku Pembunuhan Pria di TPU Bekasi Ditangkap, Polisi Sebut Teman Lama Korban!

Dua Pelaku Pembunuhan Pria di TPU Bekasi Ditangkap, Polisi Sebut Teman Lama Korban!

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 08:43 WIB

Terapis SPA Tewas di Kamar Kos Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku dan Temukan Cairan Pembersih Toilet

Terapis SPA Tewas di Kamar Kos Bekasi, Polisi Tangkap Pelaku dan Temukan Cairan Pembersih Toilet

News | Senin, 12 Januari 2026 | 11:42 WIB

Kronologis Ancaman Pembunuhan Keluarga Thom Haye

Kronologis Ancaman Pembunuhan Keluarga Thom Haye

Bola | Senin, 12 Januari 2026 | 08:49 WIB

Pria di Depok Tewas Ditusuk Saat Tertidur Pulas, Pelaku Teriak 'Gua Orang Lampung'

Pria di Depok Tewas Ditusuk Saat Tertidur Pulas, Pelaku Teriak 'Gua Orang Lampung'

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 09:27 WIB

Tragedi Kripto dan Kanker, Membedah Motif Pembunuhan Sadis Anak Politisi PKS

Tragedi Kripto dan Kanker, Membedah Motif Pembunuhan Sadis Anak Politisi PKS

Liks | Selasa, 06 Januari 2026 | 17:06 WIB

Terkini

Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah

News | Minggu, 26 April 2026 | 11:20 WIB

APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG

APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG

News | Minggu, 26 April 2026 | 11:05 WIB

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade

News | Minggu, 26 April 2026 | 10:24 WIB

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:47 WIB

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:38 WIB

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu

News | Minggu, 26 April 2026 | 09:27 WIB

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:57 WIB

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:53 WIB

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:29 WIB

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel

News | Minggu, 26 April 2026 | 08:18 WIB