Peluang Bonus Demografi, Wamen P2MI Sebut Gejolak Global Belum Surutkan Permintaan PMI

Bangun Santoso | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Minggu, 25 Januari 2026 | 10:20 WIB
Peluang Bonus Demografi, Wamen P2MI Sebut Gejolak Global Belum Surutkan Permintaan PMI
Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia. [Ist]
  • Permintaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri meningkat akibat krisis populasi menua di negara maju.
  • Wakil Menteri P2MI menyatakan bahwa perlambatan ekonomi negara tujuan adalah ancaman utama bagi penempatan PMI.
  • Pemerintah mendirikan Migrant Center di kampus-kampus untuk menyiapkan pekerja terampil guna mengisi kebutuhan pasar global.

Suara.com - Kabar baik bagi para pencari kerja di Indonesia. Di saat dunia dihantui ketegangan geopolitik, permintaan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri dipastikan tidak surut, bahkan cenderung meningkat.

Peluang emas ini terbuka lebar seiring dengan dua fenomena besar yang terjadi bersamaan, krisis populasi menua (aging population) di negara-negara maju dan bonus demografi yang dinikmati Indonesia.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan bahwa gejolak politik global bukanlah ancaman utama bagi penempatan PMI.

Menurutnya, ada sebuah fakta demografis yang tak terhindarkan yang kini menjadi keuntungan strategis bagi Indonesia.

Negara-negara raksasa ekonomi seperti Jerman dan Jepang sedang menghadapi masalah serius kekurangan tenaga kerja produktif akibat populasi mereka yang didominasi oleh usia tua.

Kondisi ini menciptakan kekosongan besar di pasar kerja yang hanya bisa diisi oleh tenaga kerja dari negara lain. Di sinilah Indonesia, dengan populasi usia produktifnya yang melimpah, memegang kartu truf.

"Sejauh ini belum terdampak. Saya kira gejolak global selalu terjadi setiap tahunnya. Tetapi bahwa ada satu fakta yang tidak bisa dihindari hari ini soal aging population yang terjadi di berbagai negara," kata Dzulfikar saat ditemui di UPN 'Veteran' Yogyakarta, Sabtu (24/1/2026).

Meski demikian, Dzulfikar tidak menampik adanya tantangan. Ia meluruskan bahwa ancaman yang lebih nyata dan berdampak langsung bagi PMI bukanlah konflik antarnegara, melainkan stabilitas ekonomi di negara tujuan.

Perlambatan ekonomi atau resesi di negara penempatan secara otomatis akan memukul kuota penerimaan tenaga kerja dari Indonesia.

"Tetapi memang yang kita terdampak langsung itu bila terjadi perlambatan ekonomi di negara penempatan. Seperti yang kita alami dalam dua tahun terakhir ini di Korea. Itu terjadi," terangnya.

Untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam mengisi kebutuhan pasar global, pemerintah gencar menyiapkan tenaga kerja terampil (skilled workers).

Strategi utamanya adalah dengan mendekatkan pusat pelatihan ke kantong-kantong calon tenaga kerja terdidik, yakni lingkungan akademis.

Pemerintah melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kini aktif mendirikan Migrant Center di berbagai kampus di seluruh Indonesia.

Dzulfikar menilai, universitas memiliki ekosistem yang paling ideal untuk mencetak PMI berkompetensi tinggi, lengkap dengan penguasaan bahasa asing dan keahlian spesifik yang dibutuhkan industri global.

"Ya tentu kalau kita bicara soal penyiapan tenaga yang skill, kita tahu bahwa kampus-kampus kita di Indonesia ini sudah sangat prepare untuk hal tersebut," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akselerasi Mimpi di Negeri yang Hobi Menunda: Sebuah Catatan Kritis

Akselerasi Mimpi di Negeri yang Hobi Menunda: Sebuah Catatan Kritis

Your Say | Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:30 WIB

Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia

Guru Besar USNI Soroti Peran Strategis Generasi Z di Tengah Bonus Demografi Indonesia

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 23:45 WIB

Kejari Batam: Kasus TPPO dan PMI Ilegal Marak, Lima Hingga Sepuluh Perkara Tiap Bulan

Kejari Batam: Kasus TPPO dan PMI Ilegal Marak, Lima Hingga Sepuluh Perkara Tiap Bulan

News | Selasa, 20 Januari 2026 | 10:24 WIB

Gen Z Cemas Sulit Cari Kerja? KSP Qodari Bicara Loker dari Dapur MBG hingga Koperasi

Gen Z Cemas Sulit Cari Kerja? KSP Qodari Bicara Loker dari Dapur MBG hingga Koperasi

News | Senin, 05 Januari 2026 | 19:09 WIB

Perkuat Kualitas PMI, Perusahaan Asal Taiwan Teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan

Perkuat Kualitas PMI, Perusahaan Asal Taiwan Teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan

News | Senin, 22 Desember 2025 | 06:10 WIB

Menteri Mukhtarudin Lepas 12 Pekerja Migran Terampil, Transfer Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

Menteri Mukhtarudin Lepas 12 Pekerja Migran Terampil, Transfer Teknologi untuk Indonesia Emas 2045

News | Sabtu, 20 Desember 2025 | 20:03 WIB

Sesuai Arahan Prabowo, Ini Gebrakan Menteri Mukhtarudin di Puncak Perayaan Hari Migran Internasional

Sesuai Arahan Prabowo, Ini Gebrakan Menteri Mukhtarudin di Puncak Perayaan Hari Migran Internasional

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 08:29 WIB

Terkini

Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan

Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:37 WIB

Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli

Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:27 WIB

Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta

Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:25 WIB

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:10 WIB

Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital

Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital

News | Minggu, 26 April 2026 | 16:00 WIB

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!

News | Minggu, 26 April 2026 | 15:11 WIB

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:28 WIB

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!

News | Minggu, 26 April 2026 | 14:25 WIB

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:55 WIB

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

News | Minggu, 26 April 2026 | 13:50 WIB