Perkuat Kualitas PMI, Perusahaan Asal Taiwan Teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 22 Desember 2025 | 06:10 WIB
Perkuat Kualitas PMI, Perusahaan Asal Taiwan Teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan
Perusahaan SDM Asal Taiwan, May-God Human Resourced Co., Ltd teken MoU dengan Anak Perusahaan BPJS Ketenagakerjaan. (Ist)
  • May-God Taiwan dan PT BIJAK (anak usaha BPJS Ketenagakerjaan) menandatangani MoU untuk meningkatkan kualitas penempatan PMI.
  • Kesepakatan mencakup implementasi standar RBA/ILO, sistem penempatan teknik, dan penguatan perlindungan hak pekerja.
  • Kerja sama ini bertujuan memastikan PMI di Taiwan mendapat pekerjaan layak, perlindungan sosial, dan akses kesehatan memadai.

Suara.com - Perusahaan sumber daya manusia terkemuka di Taiwan, May-God Human Resourced Co., Ltd. (selanjutnya disebut May-God), resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis dengan PT Binajasa Abadikarya (PT BIJAK), yang merupakan anak perusahaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) Indonesia.

Kerja sama ini difokuskan pada lima pilar utama yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penempatan tenaga kerja teknik dan perlindungan hak pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan.

"Kerja sama dengan PT BIJAK bukan sekadar tentang kuantitas penempatan, melainkan transformasi kualitas. Dengan mengintegrasikan sumber daya tingkat nasional dari Indonesia, kami dapat memberikan kepastian bagi pemberi kerja sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang bermartabat bagi para pekerja," ujar Perwakilan May-God, MRS Judy dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).

PT BIJAK juga menyambut positif MoU tersebut. Pasalnya, MoU tersebut tidak hanya menjamin PMI di Taiwan mendapatkan pekerjaan yang layak, tetapi juga mendapatkan perlindungan sosial dan akses kesehatan yang mumpuni.

"Sebagai bagian dari ekosistem BPJS Ketenagakerjaan, fokus kami adalah kesejahteraan pekerja. Kemitraan dengan May-God memastikan bahwa pekerja migran Indonesia tidak hanya mendapatkan pekerjaan yang layak di Taiwan, tetapi juga perlindungan sosial dan akses kesehatan yang mumpuni," Direktur Utama (Dirut) PT BIJAK Ricky Suzano.

Terdapat sejumlah poin kesepakatan dalam MoU PT May God dan PT BIJAK. Pertama, implementasi bersama standar Responsible Business Alliance (RBA) dan International Labour Organization (ILO di mana kedua belah pihak berkomitmen untuk mempromosikan dan menerapkan standar RBA dan ILO.

Hal ini memastikan proses rekrutmen yang transparan, etis, dan bebas biaya (zero cost) bagi pekerja, guna membantu perusahaan-perusahaan di Taiwan memenuhi audit tanggung jawab sosial global.

Kedua, kedua perusahaan tersebut sepakat dengan pembentukan sistem penempatan tenaga kerja teknik luar negeri.

Dalam menghadapi transformasi industri di Taiwan, May-God dan PT BIJAK akan membangun sistem seleksi dan pelatihan tenaga kerja teknik yang komprehensif.

Pelatihan akan dilakukan di Indonesia melalui koordinasi PT BIJAK untuk memastikan pekerja migran memiliki kompetensi teknis yang sesuai dengan standar industri di Taiwan sebelum diberangkatkan.

Ketiga, pendalaman mekanisme kerja sama ketenagakerjaan bilateral. May-God dan PT BIJAK akan memperkuat pertukaran informasi mengenai tren pasar kerja, perubahan regulasi, dan kebutuhan pemberi kerja.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menyederhanakan proses administrasi dan mempercepat integrasi tenaga kerja terampil ke dalam pasar kerja Taiwan.

Keempat, penguatan perlindungan hak dan kepentingan pekerja migran. Perlindungan hak pekerja menjadi prioritas utama dalam kerja sama ini.

"Selain memastikan kontrak kerja yang adil, May-God akan menyediakan layanan pendampingan hidup yang prima di Taiwan. Melalui latar belakang PT BIJAK sebagai anak perusahaan BPJS Ketenagakerjaan, integrasi jaminan sosial bagi pekerja selama di luar negeri akan tetap terjamin secara berkelanjutan," pungkas Ricky Suzano.

Diketahui, May-God adalah perusahaan manajemen sumber daya manusia di Taiwan yang berspesialisasi dalam rekrutmen lintas negara, konsultasi perusahaan, dan manajemen pekerja migran dengan pengalaman luas di pasar Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Korban Banjir Minta Cangkul dan Sekop ke JK untuk Bersihkan Rumah

Warga Korban Banjir Minta Cangkul dan Sekop ke JK untuk Bersihkan Rumah

Video | Jum'at, 19 Desember 2025 | 10:39 WIB

Kejati Jakarta Tetapkan RAS Tersangka Kasus Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan Rp 21,73 Miliar

Kejati Jakarta Tetapkan RAS Tersangka Kasus Klaim Fiktif BPJS Ketenagakerjaan Rp 21,73 Miliar

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 09:11 WIB

Sesuai Arahan Prabowo, Ini Gebrakan Menteri Mukhtarudin di Puncak Perayaan Hari Migran Internasional

Sesuai Arahan Prabowo, Ini Gebrakan Menteri Mukhtarudin di Puncak Perayaan Hari Migran Internasional

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 08:29 WIB

Bobol BPJS Rp21,7 Miliar Pakai Klaim Fiktif, Kejati DKI Tangkap Tersangka berinisial RAS

Bobol BPJS Rp21,7 Miliar Pakai Klaim Fiktif, Kejati DKI Tangkap Tersangka berinisial RAS

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 20:41 WIB

Neraka 'Online Scam' ASEAN, Kemiskinan Jadi Umpan Ribuan WNI Jadi Korban TPPO

Neraka 'Online Scam' ASEAN, Kemiskinan Jadi Umpan Ribuan WNI Jadi Korban TPPO

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 13:33 WIB

Menteri Mukhtarudin: Siapkan 500.000 Pekerja Migran Indonesia pada 2026

Menteri Mukhtarudin: Siapkan 500.000 Pekerja Migran Indonesia pada 2026

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 11:02 WIB

Pemerintah Sepakat Lindungi PMI, KemenP2MI Teken Perjanjian Kerja Sama dengan Para Mitra Strategis

Pemerintah Sepakat Lindungi PMI, KemenP2MI Teken Perjanjian Kerja Sama dengan Para Mitra Strategis

News | Senin, 15 Desember 2025 | 14:35 WIB

Terkini

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:13 WIB

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS

Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:53 WIB

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:49 WIB

Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget

Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:39 WIB

ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK

ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:24 WIB

Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh

Bantah Minta Ducati ke Irivan Bobby, Eks Wamenaker Noel: Saya Nggak Hobi, Motornya Malah Bikin Jatuh

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:19 WIB

Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina

Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB