- Grace Natalie (PSI) meyakini pernyataan Achmad Ali tidak bermaksud negatif, meskipun dipersepsikan berbeda oleh publik.
- PSI secara resmi dan menguatkan komitmen mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dua periode hingga 2035.
- Grace menilai potongan wawancara yang beredar telah dipelintir pihak yang ingin memecah belah Prabowo dan Jokowi.
Suara.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menanggapi pernyataan Achmad Ali yang belakangan menjadi sorotan publik.
Grace menegaskan dirinya meyakini tidak ada maksud negatif dari pernyataan tersebut sebagaimana yang dipersepsikan sebagian pihak.
“Saya yakin tidak begitu maksud Ahmad Ali,” ujar Grace Natalie, Sabtu (25/1/2026).
Dalam keterangannya, Grace kembali menegaskan sikap resmi PSI yang mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto selama dua periode. Menurutnya, komitmen tersebut bukan hal baru karena sudah disampaikan secara terbuka kepada publik.
“PSI secara resmi dan sudah disampaikan ke publik siap mendukung pemerintahan Pak Prabowo dua periode,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan tersebut juga telah diperkuat dalam agenda internal partai. Salah satu momentum penting yang menegaskan sikap itu adalah Kongres PSI di Solo pada pertengahan tahun lalu.
“Sikap ini kembali dikukuhkan dalam kongres PSI di Solo pertengahan tahun lalu,” ujarnya.
Grace juga menyoroti potongan wawancara yang beredar luas di masyarakat dan memicu beragam spekulasi. Ia mengaku telah menonton keseluruhan wawancara tersebut dan menilai potongan yang tersebar tidak mencerminkan konteks utuh pembicaraan.
“Saya sudah tonton keseluruhan wawancaranya. Petikan wawancara yang beredar itu tidak sesuai dengan konteks keseluruhan. Sudah dipelintir,” tegasnya.
Baca Juga: Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
Menurut Grace, ada pihak-pihak tertentu yang berupaya memecah belah hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia menilai isu yang beredar tidak benar dan cenderung mengarah pada pembentukan opini yang menyesatkan.
“Sudah dipelintir oleh pihak-pihak yang selalu berusaha memecah belah persahabatan Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Sekali lagi saya sampaikan, rumor itu tidak benar,” ucap Grace.
Ia menegaskan bahwa hubungan Prabowo dan Jokowi tetap baik sebagai sesama pemimpin bangsa. Keduanya disebut saling mendukung dalam menjalankan tugas kenegaraan.
“Pak Prabowo dan Pak Jokowi adalah sosok pemimpin dan negarawan yang saling support dan hubungan keduanya sangat baik,” katanya.
Grace pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum tentu kebenarannya. Ia menilai hubungan baik antartokoh bangsa tidak seharusnya dirusak oleh isu yang tidak berdasar.
“Jangan dinodai dengan rumor tak berdasar,” ujarnya.