Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Senin, 26 Januari 2026 | 20:48 WIB
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
Presiden Prabowo Subianto pada World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Foto: biro pers sekretariat presiden)
baca 10 detik
  • Rezasyah menilai masuknya Indonesia ke Dewan Perdamaian pimpinan Trump membawa keuntungan strategis sekaligus kerugian diplomasi.
  • Keuntungan mencakup akses pengambilan keputusan, posisi penyeimbang, serta peluang membangun koalisi moral di Majelis Umum PBB.
  • Kerugiannya adalah posisi duduk dekat Israel dan terkurasnya energi menjelaskan kebijakan luar negeri bebas aktif.

Suara.com - Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjajaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai ada keuntungan dan kerugian dari keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian.

Diketahui, alasan Indonesia berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian adalah untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina serta tercapainya solusi dua negara.

Menurut Rezasyah, ada sejumlah keuntungan yang bisa diambil Indonesia dengan bergabung dalam Dewan Perdamaian yang dipimpin langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Keuntungan pertama adalah posisi Indonesia yang memungkinkan masuk ke dalam pusaran pengambilan keputusan.

"Dengan mewakili Asia Afrika dan Amerika Latin, serta GCC (Gulf Cooperation Council), yang kebijakannya selama ini lunak terhadap Amerika Serikat," kata Rezasyah kepada Suara.com, Senin (27/1/2025).

Melalui keikutsertaan dalam Dewan Perdamaian, Indonesia bisa menjadi penyeimbang.

"Memungkinkan RI menjadi penyeimbang, melawan apa pun rancangan keputusan yang berpotensi menghambat solusi dua negara," ujar Rezasyah.

Ketiga, lanjut Rezasyah, hal ini memungkinkan Indonesia membangun koalisi moral di Majelis Umum PBB guna memperkuat posisinya di dalam Dewan Perdamaian.

Sementara itu, berbicara mengenai kerugian, bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian tentu memiliki risiko tersendiri.

baca juga

"Secara alfabetis akan berada pada posisi duduk bersebelahan dengan Israel. Keadaan ini merugikan nama baik RI karena dapat dianggap sebagai persiapan membuka hubungan diplomatik," tutur Rezasyah.

Kerugian lainnya yang harus ditanggung adalah besarnya energi diplomatik yang mau tidak mau harus dikerahkan Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri. Rezasyah menjelaskan bahwa energi diplomatik tersebut sangat dibutuhkan.

"Guna menjelaskan keanggotaan ini tidak bertentangan dengan kebijakan luar negeri bebas aktif," pungkas Rezasyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 18:23 WIB

Bebas Aktif atau Bebas Selektif? Menyoal Kursi Indonesia di Forum Trump

Bebas Aktif atau Bebas Selektif? Menyoal Kursi Indonesia di Forum Trump

Your Say | Senin, 26 Januari 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Tidak Peduli Palestina? Kritik Analis Celios soal RI Gabung Dewan Perdamaian

Prabowo Tidak Peduli Palestina? Kritik Analis Celios soal RI Gabung Dewan Perdamaian

News | Senin, 26 Januari 2026 | 12:31 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×