Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 28 Januari 2026 | 15:19 WIB
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Ilustrasi titipan politik (pixabay.com/WOKANDAPIX)
baca 10 detik
  • Pakar UGM, Agustinus Subarsono, menilai pernyataan Ahok tentang BUMN sebagai titipan politik mengungkap rusaknya meritokrasi.
  • Rekrutmen jabatan BUMN berbasis politik menyebabkan kerugian finansial dan lemahnya profesionalisme di perusahaan pelat merah.
  • Praktik titipan politik membuka celah korupsi dan menghambat penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

Suara.com - Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menyebut pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait BUMN sebagai titipan politik merupakan pengakuan jujur yang memotret rusaknya meritokrasi di perusahaan pelat merah. Fenomena ini dinilai menjadi akar penyebab rentetan kerugian hingga praktik korupsi di tubuh BUMN.

Subarsono mengapresiasi keberanian mantan Komisaris Utama Pertamina tersebut dalam mengungkap realitas internal BUMN kepada publik. Menurutnya, posisi Ahok yang kini berada di luar lingkaran kekuasaan membuatnya lebih leluasa melontarkan kritik tajam, khususnya terkait sistem rekrutmen jabatan strategis yang selama ini dianggap tertutup.

"Saya pikir yang dikemukakan oleh Ahok bahwa BUMN sebagai titipan politik adalah pernyataan jujur dan perlu diapresiasi oleh publik. Barangkali karena Pak Ahok sudah berada di luar kekuasaan maka dia dengan bebas bisa melontarkan kritik," kata Subarsono saat dikonfirmasi Suara.com, Rabu (28/1/2026).

Rekrutmen Tak Berbasis Kompetensi

Subarsono menyoroti fenomena pengisian jabatan komisaris dan direksi yang sering kali mengabaikan standar kompetensi demi mengakomodasi kepentingan pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan pemegang kekuasaan.

Ia menilai pola rekrutmen berbasis hubungan personal dan politik ini menjadi akar penyebab rapor merah keuangan di sejumlah BUMN raksasa.

"Itulah peta masalah di banyak BUMN selama ini dan oleh karena itu, kita paham banyak BUMN seperti Pertamina, PLN dan PT Garuda menderita kerugian," ucapnya.

Efek Domino: Profesionalisme Runtuh, Korupsi Menguat

Lebih lanjut, Subarsono menyampaikan bahwa praktik titipan politik membawa dampak domino yang merusak fondasi perusahaan. Dampak tersebut mencakup hilangnya semangat profesionalisme, runtuhnya sistem meritokrasi, hingga rendahnya kinerja korporasi secara keseluruhan.

baca juga

Selain itu, kedekatan emosional antara pejabat BUMN dan pemberi jabatan dinilai membuka celah lebar bagi praktik balas jasa yang berujung pada tindak pidana korupsi.

"Meningkatnya korupsi karena para pejabat BUMN diangkat berdasarkan pertemanan maka balas jasa tidak bisa dihindari," ujarnya.

Good Corporate Governance Terhambat

Hilangnya profesionalisme ini dianggap menghambat penerapan Good Corporate Governance (GCG). Tanpa transparansi dan akuntabilitas yang kuat, BUMN akan sulit berkembang karena terjebak dalam kepentingan politik praktis.

Dosen Fisipol UGM ini menekankan bahwa aroma politik yang menyengat dalam manajemen BUMN berpotensi menjadikan perusahaan negara sebagai lahan perburuan rente bagi kelompok tertentu.

"Karena para pejabat BUMN diangkat berdasarkan pertemanan di partai, maka aroma politik sangat kuat dan ini membuka peluang BUMN menjadi lahan rente," tandasnya.

Desak Reformasi Total BUMN

Subarsono mendesak pemerintah segera melakukan pembenahan total mengingat peran vital BUMN dalam menggerakkan ekonomi nasional.

"BUMN merupakan isu yang kompleks dan penting untuk dibenahi oleh pemerintah saat ini. Maka reformasi struktural dan budaya perlu diintrodusir di banyak BUMN kita," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Bentuk BUMN Baru Khusus Kelola Tambang, Namanya Perminas

Danantara Bentuk BUMN Baru Khusus Kelola Tambang, Namanya Perminas

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 12:59 WIB

Peran BUMN Tangani Bencana Diapresiasi

Peran BUMN Tangani Bencana Diapresiasi

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 23:13 WIB

Roasting Ayah Sendiri, Nicholas Sean Anak Ahok Viral Jualan 'Broken Home Cookies'

Roasting Ayah Sendiri, Nicholas Sean Anak Ahok Viral Jualan 'Broken Home Cookies'

Entertainment | Senin, 26 Januari 2026 | 12:58 WIB

Terkini

AKBP Condro Sasongko, Polisi Jenaka Kini Dipercaya Pimpin Polresta Solo

AKBP Condro Sasongko, Polisi Jenaka Kini Dipercaya Pimpin Polresta Solo

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Forever Starts Here: Rayakan Momen Cinta di INNSiDE by Melia Yogyakarta

Forever Starts Here: Rayakan Momen Cinta di INNSiDE by Melia Yogyakarta

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Karhutla Ganggu Penerbangan hingga 26 Pesawat Delay, Menko Dudung Lapor Prabowo

Karhutla Ganggu Penerbangan hingga 26 Pesawat Delay, Menko Dudung Lapor Prabowo

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Jalur Pantura Kalah Ramai dari Tol Trans Jawa, UMKM Dibidik Lewat Wisata Sejarah

Jalur Pantura Kalah Ramai dari Tol Trans Jawa, UMKM Dibidik Lewat Wisata Sejarah

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Huawei Watch GT 7 Resmi Hadir di Indonesia: Dibanderol Mulai Rp4 Juta, Baterai Tahan 21 Hari

Huawei Watch GT 7 Resmi Hadir di Indonesia: Dibanderol Mulai Rp4 Juta, Baterai Tahan 21 Hari

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 18:00 WIB

DPRD Jabar: Penyerangan Bus Persib U-18 Bukan Rivalitas, tetapi Kriminalitas

DPRD Jabar: Penyerangan Bus Persib U-18 Bukan Rivalitas, tetapi Kriminalitas

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:57 WIB

Blok M Dibikin Jepang, Pasar Baru ala Korea, Kota Tua Bergaya Eropa

Blok M Dibikin Jepang, Pasar Baru ala Korea, Kota Tua Bergaya Eropa

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Apa Bedanya Loose Powder, Setting Powder, dan Finishing Powder? Kenali Fungsinya

Apa Bedanya Loose Powder, Setting Powder, dan Finishing Powder? Kenali Fungsinya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Ratu Dewa Bilang Enjoy saat Kabut Asap, Publik Bandingkan dengan Sikap Leonardo DiCaprio

Ratu Dewa Bilang Enjoy saat Kabut Asap, Publik Bandingkan dengan Sikap Leonardo DiCaprio

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Gelar Pahlawan Soeharto Digugat ke PTUN: Langgar TAP MPR dan Tak Punya Keteladanan!

Gelar Pahlawan Soeharto Digugat ke PTUN: Langgar TAP MPR dan Tak Punya Keteladanan!

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:47 WIB

×