Tegas! 13 Calon Petugas Haji Dipulangkan Saat Diklat karena Indisipliner dan Manipulasi Data

Jum'at, 30 Januari 2026 | 15:05 WIB
Tegas! 13 Calon Petugas Haji Dipulangkan Saat Diklat karena Indisipliner dan Manipulasi Data
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak usai pengukuhan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (ANTARA/HO-Kemenhaj)
Baca 10 detik
  • Sebanyak 13 calon PPIH Arab Saudi dicopot dari Diklat karena pelanggaran serius termasuk memalsukan MCU.
  • Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar mengumumkan hal ini di Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2025.
  • Petugas haji adalah tenaga profesional dibayar, pengawasan ketat dilakukan oleh tim TNI dan Polri.

Suara.com - Ketegasan menjadi harga mati dalam seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan sebanyak 13 calon petugas haji terpaksa "dipulangkan" dan dicopot dari proses Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) karena berbagai pelanggaran serius.

Pengumuman ini disampaikan Dahnil usai pengukuhan PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (30/1/2025).

Menurutnya, langkah drastis ini diambil setelah ditemukan berbagai tindakan indisipliner hingga manipulasi data kesehatan.

“Tadi malam laporan ke saya itu ada 13 orang yang dicopot dari proses diklat,” ujar Dahnil.

Modus Pemalsuan MCU dan Indisipliner

Dahnil membeberkan bahwa alasan pencopotan para peserta tersebut sangat beragam.

Mulai dari masalah disiplin, pemalsuan daftar hadir (absensi), hingga kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

Bahkan, ditemukan fakta mengejutkan di mana ada peserta yang nekat memalsukan hasil Medical Check Up (MCU). Padahal, yang bersangkutan mengidap penyakit menular kronis yang berisiko bagi jamaah.

Baca Juga: Media Inggris Sarankan Klub Arab Saudi Rekrut Pemain Timnas Indonesia

“Dahnil mengatakan para peserta yang dicopot ini karena berbagai alasan, seperti indisipliner, pemalsuan absensi, sakit kronis, dan lainnya. Bahkan ada peserta yang memalsukan hasil Medical Check Up (MCU), padahal memiliki penyakit tuberkulosis (TBC).”

Garda Terdepan, Bukan Sekadar 'Nebeng' Haji

Pemerintah menegaskan tidak akan memberikan perlakuan istimewa kepada siapa pun. Seluruh proses Diklat dijalankan secara transparan dan ketat karena para petugas memikul tanggung jawab besar sebagai garda terdepan pelayan tamu Allah.

Ketegasan ini didukung penuh oleh tim pelatih dari unsur TNI dan Polri yang mengawasi kedisiplinan peserta selama 20 hari masa pelatihan di asrama.

“Akhirnya ya sudah kita mau orang yang siap 20 hari fokus di sini, ikut pelatihan, ikut aturan dan sebagainya. Dan itu semuanya keputusan diambil oleh tim pelatih dari teman-teman TNI dan Polri,” tegas Dahnil.

Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan tidak berhenti di masa Diklat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI