PBNU Dukung Langkah RI Masuk Board of Peace, Gus Yahya: Demi Masa Depan Palestina

Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:58 WIB
PBNU Dukung Langkah RI Masuk Board of Peace, Gus Yahya: Demi Masa Depan Palestina
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di Gedung PBNU, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026). (Suara.com/Adiyoga Priyambodo)
Baca 10 detik
  • Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, tanggapi keputusan Indonesia bergabung BoP pada Sabtu (31/1/2026) di Jakarta Pusat.
  • Gus Yahya yakini dukungan Palestina adalah amanat Proklamasi Kemerdekaan RI, butuh strategi efektif di arena internasional.
  • Ia dukung penuh Presiden Prabowo Subianto optimalkan peran Indonesia di BoP demi menyuarakan kepentingan Palestina.

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memberikan tanggapan terkait keputusan Pemerintah Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP).

Langkah Indonesia masuk ke dalam organisasi internasional yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut sedang memicu berbagai perbincangan di ruang publik.

Gus Yahya menyampaikan pandangannya mengenai langkah diplomatik tersebut saat ditemui awak media di Kantor PBNU, Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu (31/1/2026).

Tokoh intelektual Islam ini menegaskan bahwa keberpihakan Indonesia terhadap Palestina merupakan perwujudan dari amanat Proklamasi Kemerdekaan.

"Dalam pandangan kami, saya sudah pernah menyatakan begitu berkali-kali sebetulnya. Selama ini saya ulang-ulang, bahwa membantu Palestina adalah bagian dari amanat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia," tegasnya.

Menurut Gus Yahya, aspirasi kemerdekaan yang diperjuangkan Indonesia pada masa lampau seharusnya juga menjadi hak universal bagi bangsa-bangsa lain, termasuk Palestina.

Ia juga menyoroti pentingnya mencari strategi yang efektif untuk membantu Palestina membangun masa depan di tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini.

"Dengan cara apa membantu itu? Kita harus berpikir bahwa bantuan dan dukungan kepada Palestina itu adalah bantuan dukungan bagi mereka untuk mendapatkan kesempatan membangun masa depan mereka. One way or another, dengan cara apapun," tuturnya.

Gus Yahya menilai, dunia saat ini sedang berada dalam pusaran dinamika internasional yang sangat sulit diprediksi arahnya.

Baca Juga: Kenakan Keffiyeh, Pep Guardiola: Anak-Anak Palestina Terbunuh, Dunia Memilih Diam

Dengan demikian, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini berargumen bahwa Indonesia harus aktif hadir di setiap palagan internasional, agar tidak sekadar menjadi saksi bisu dalam pertarungan kepentingan.

"Kalau kita memang sungguh ingin berbuat sesuatu untuk membantu Palestina menemukan jalan keluar dari masalahnya, maka we must be present in all arenas. Apapun arena itu, apapun platform-nya itu. Kita harus hadir supaya kita bisa berbuat sesuatu," kata Gus Yahya.

Ia khawatir jika Indonesia memilih absen, pihak lain akan mendikte dinamika dan proses-proses perdamaian di masa depan.

Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace dinilai sebagai manifestasi dari komitmen abadi bangsa untuk menyuarakan kepentingan Palestina di hadapan dunia.

"Maka menurut saya, keputusan Presiden untuk bergabung di dalam Board of Peace ini, saya kira adalah keputusan yang tepat berdasarkan komitmen yang abadi untuk membantu Palestina," kata Gus Yahya.

Gus Yahya menekankan perlunya ada aktor kuat di dalam organisasi tersebut, yang secara gigih menyuarakan hak-hak rakyat Palestina agar tidak tergilas kepentingan lain.

Pada akhir keterangannya, Gus Yahya memberikan sokongan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan peran Indonesia dalam ikhtiar perdamaian tersebut.

"Harus ada aktor yang berpartisipasi untuk menyuarakan kepentingan-kepentingan Palestina, dan saya sangat mendukung agar Presiden Prabowo Subianto memainkan peran itu dengan sungguh-sungguh. Supaya dari waktu ke waktu, terus menerus kita jangan sampai absen di dalam ikhtiar apapun untuk membantu Palestina," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI