Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang

Erick Tanjung, Faqih Fathurrahman

Minggu, 01 Februari 2026 | 09:36 WIB
Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana. [Suara.com/Faqih]
baca 10 detik
  • DPR mendesak Kemensos meninjau ulang pemangkasan anggaran kebencanaan tahun 2026 yang drastis.
  • Anggaran bencana turun dari Rp519 miliar menjadi Rp179 miliar di tengah meningkatnya risiko.
  • Penurunan anggaran dikhawatirkan menghambat kehadiran negara dalam menangani dampak perubahan iklim.

Suara.com - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana, mendesak pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk meninjau ulang kebijakan penurunan anggaran kebencanaan pada tahun 2026.

Ketut menilai pemangkasan anggaran tersebut berpotensi melemahkan kemampuan intervensi negara saat terjadi bencana, padahal frekuensi dan skala bencana di Indonesia terus meningkat.

“Saya tidak bisa membayangkan dengan anggaran yang sangat terbatas di 2026, anggaran kebencanaan turun drastis dari Rp519 miliar menjadi hanya Rp179 miliar,” ujar Ketut Kariyasa di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan penanganan bencana saat ini semakin berat karena adanya beban utang anggaran kebencanaan yang belum terselesaikan.

“Kapasitas dan kuantitas bencana terus meningkat. Sementara itu, disampaikan pula ada sekitar hampir Rp1,4 triliun utang penanganan bencana yang masih tersisa,” ucapnya.

Di sisi lain, Ketut menyoroti ketimpangan antara kebutuhan di lapangan dengan pagu anggaran yang tersedia. Penurunan anggaran dari Rp519 miliar ke Rp179 miliar dianggap tidak rasional di tengah situasi darurat yang kerap melanda berbagai daerah.

Ia pun mempertanyakan langkah konkret yang akan diambil Kemensos dalam menghadapi situasi tersebut. Sebagai contoh, Ketut menyinggung penanganan bencana di Sumatra yang berdampak pada ratusan ribu warga, namun tidak dibarengi dengan alokasi anggaran yang memadai.

Ketut juga mengingatkan pemerintah untuk lebih waspada terhadap dampak perubahan iklim dan pemanasan global yang meningkatkan risiko bencana di tanah air.

“Melihat fenomena pemanasan global saat ini, negara kita dikepung oleh siklon yang dulu tidak ada. Perubahan iklim membuat kita sangat rentan terhadap bencana,” tuturnya.

baca juga

Ia menegaskan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam penanganan bencana. Ketut khawatir keterbatasan anggaran akan menghambat pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak.

“Negara harus hadir. Jika postur anggarannya seperti ini, apakah negara bisa membantu masyarakat secara maksimal?” tanyanya.

Menutup pernyataannya, Ketut berharap kejadian bencana besar seperti di Sumatra tidak terulang tanpa kehadiran negara yang kuat di tengah masyarakat.

“Jangan sampai warga hanya bisa menyelamatkan diri sendiri tanpa adanya intervensi bantuan dari pemerintah,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Danantara Rosan Tepis Ucapan Menhan Soal Perombakan Direksi Himbara

Bos Danantara Rosan Tepis Ucapan Menhan Soal Perombakan Direksi Himbara

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 09:30 WIB

Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana

Pembangunan Huntara Terus Dikebut, 4.263 Unit Rampung di 3 Provinsi Terdampak Bencana

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki

Prabowo Temui Sejumlah Tokoh yang Disebut Oposisi di Kertanegara, Bahas Korupsi hingga Oligarki

News | Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:20 WIB

Terkini

Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Darurat Narkoba di Sulteng: 80 Persen Penghuni Lapas dan Rutan Ternyata Kasus Narkotika

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 10:04 WIB

Ketika Rumah Tua Menjadi Sumber Teror dalam She Is a Haunting

Ketika Rumah Tua Menjadi Sumber Teror dalam She Is a Haunting

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 10:00 WIB

Todd Boehly Lepas Saham Chelsea Rp22 Triliun, Pengusaha Keturunan Iran Pegang Kendali

Todd Boehly Lepas Saham Chelsea Rp22 Triliun, Pengusaha Keturunan Iran Pegang Kendali

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:58 WIB

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Bagaimana Cara Mencegah Cushion Bergeser dan Menempel pada Bagian Dalam Helm saat Naik Sepeda Motor?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 09:48 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Penyebab Karhutla

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:46 WIB

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Aksi Koboi di Kampus UIN Raden Intan: Pelaku Digerebek di Hostel Bersama Sabu dan Amunisi

Lampung | Kamis, 17 September 2026 | 09:44 WIB

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Nasihat Mindfulness dari Menara Gading: Bijak, Tapi Kurang Napak Tanah

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 09:43 WIB

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Dibuka Tertekan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:40 WIB

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

10.068 Titik Masih Butuh Listrik, ESDM Siapkan Rp22,51 Triliun untuk Infrastruktur 2027

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 09:26 WIB

×