Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah

Vania Rossa | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 03 Februari 2026 | 09:46 WIB
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah
Gubernur Bali, Wayan Koster saat ditemui di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (4/9/2025) (suara.com/Putu Yonata Udawananda)
  • Gubernur Bali menanggapi sorotan Presiden Prabowo mengenai sampah yang mencemari citra Pantai Kuta karena kiriman musiman.
  • Presiden Prabowo meminta pembersihan sampah rutin melibatkan siswa sekolah, disampaikan saat Rakornas di Bogor, Senin (2/2/2026).
  • Koster akan membentuk satuan tugas segera untuk membersihkan sampah di pantai, tidak perlu menunggu waktu mobilisasi.

Suara.com - Gubernur Bali, I Wayan Koster buka suara usai Presiden Prabowo Subianto menyoroti masalah sampah yang membuat citra Pulau Dewata menjadi kotor. Koster menjelaskan asal-usul sampah di Pantai Kuta.

Koster berujar sampai yang berada di Pantai Kuta adalah sampah kiriman yang datang musiman pada saat musim hujan, yaitu khususnya pada akhir Desember, Januari, dan awal Februari.

"Jadi asal hujan, sampah kiriman datangnya dari luar daerah begitu cepat karena arusnya besar. Hanya saja, dalam mengatasi ini, kita butuh waktu kira-kira 2 jam atau 3 jam untuk mobilisasi sehingga sampai dia bersih," kata Koster di sela-sela Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026).

Koster menegaskan ia segera menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo yang meminta pembersihan sampah secara rutin melalui kerja bakti.

"Karena itu dengan arahan bapak presiden tadi maka kami akan segera kumpul kadis lingkungan hidup kemudian kepala BPBD, kadis pendidikan, kemudian juga TNI dan Polri, saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai begitu sampah datang langsung bisa dibersihkan, tidak perlu menunggu 2 jam 3 jam," kata Koster.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti masalah sampah yang menurutnya telah membuat citra Bali menjadi 'kotor'. Tak hanya mengkritik, Prabowo juga melontarkan solusi tak biasa, yakni mengerahkan siswa sekolah dari tingkat SD hingga SMA untuk kerja bakti membersihkan lingkungan secara rutin.

Pernyataan keras ini disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Ia secara terbuka 'menyentil' para kepala daerah di Pulau Dewata yang dianggapnya belum maksimal mengatasi persoalan krusial ini.

Menurut Prabowo, kondisi pantai yang kotor berpotensi menghancurkan daya tarik pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.

"Maaf ya gubernur, bupati-bupati dari Bali, ini real lho, Bali bulan Desember 2025, ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah? Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD di bawah kendali saudara, apa susahnya sih? Entah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Ini pantai kita, ini halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai korve," kata Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri

Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 09:37 WIB

Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!

Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 08:13 WIB

Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026

Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026

News | Senin, 02 Februari 2026 | 22:13 WIB

Terkini

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:07 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:04 WIB

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:02 WIB

Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel

Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:58 WIB

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB

Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB

Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa

Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:43 WIB

Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?

Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:32 WIB