Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis

Bangun Santoso

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:59 WIB
Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis
Ilustrasi jasad atau jenazah. [pixabay]
baca 10 detik
  • Siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, meninggal bunuh diri karena kesulitan membeli buku tulis.
  • Peristiwa ini menyoroti lemahnya penanganan sosial pemerintah daerah akibat pemangkasan anggaran transfer dari pemerintah pusat.
  • Rocky Gerung mengkritik keras proyek besar pemerintah kontras dengan kegagalan mengatasi kepapaan warga di tingkat akar rumput.

Suara.com - Tragedi bunuh dirinya seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBS (10) karena tak mampu membeli buku tulis, menjadi potret kelam di balik megahnya angka pertumbuhan ekonomi nasional.

Peristiwa ini menjadi sorotan, menggambarkan ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sosial akibat pemangkasan anggaran dari pusat.

Jurnalis Senior Hersubeno Arief yang juga terlibat dalam diskusi menyoroti kondisi fiskal daerah yang kian memprihatinkan setelah adanya pemangkasan transfer keuangan dari pusat. Menurutnya, banyak pemerintah daerah saat ini berada dalam kondisi "menyerah" secara finansial.

"Jangankan untuk menangani masalah-masalah begini untuk membayar gaji aparatur sipil negaranya aja banyak yang kesulitan dan banyak yang nyerah," kata Hersubeno dalam kanal Youtube Rocky Gerung Official, pada Selasa (3/2/2026).

Menurut dia, wilayah seperti NTT memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sangat rendah, sehingga mustahil bagi pemerintah daerah setempat untuk mampu meng-cover persoalan kemiskinan ekstrem tanpa dukungan penuh dari anggaran pusat.

Hilirisasi vs Kepekaan Terhadap ‘Kepapaan’ Warga

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung menilai tragedi buku tulis ini sebagai negative impression terhadap klaim prestasi pemerintah pusat.
Ia mengkritik keras perbandingan antara proyek-proyek besar yang dipamerkan di forum internasional dengan realitas di tingkat hulu (masyarakat bawah).

"Boleh dipamerkan tentang perumahan rakyat misalkan mungkin juga isinya cuman proposal. Boleh dipamerkan tentang semua rencana PSN, batu PSN, proyek strategis nasional boleh dipamerkan tentang hilirisasi tapi di hulu ada masalah yaitu kepekaan terhadap kepapaan warga negara, kepekaan terhadap ketidakmampuan rakyat kita untuk bertahan hidup," ujar Rocky Gerung.

Dia menegaskan bahwa pidato yang berapi-api soal kebesaran bangsa dan janji mengejar koruptor menjadi tidak relevan ketika fakta di lapangan menunjukkan adanya keretakan psikologi pada masyarakat marginal.

baca juga

"Semua isu itu akan dibatalkan oleh fakta-fakta kecil tadi dengan akibat yang besar yaitu keretakan psikologi manusia. Bayangkan anak umur 10 tahun memutuskan untuk bunuh diri dan menulis surat yang sangat sederhana tetapi dengan kedalaman psikologi bahwa dia minta maaf dia akan pergi mama tidak perlu bersedih," katanya.

Kemudian Rocky juga melihat tindakan YBS yang menulis surat perpisahan sederhana namun menyentuh merupakan bukti bahwa sang bocah sangat memahami penderitaan ibunya yang harus berjuang sendiri.

“Itu menunjukkan dia memahami kondisi psikologi dari ibunya. Dia memahami jalan hidup yang sudah ditempuh oleh ibunya yang memiliki lima orang anak dan tiga kali bercerai, “ tambahnya.

Tragedi di Kabupaten Ngada ini menjadi pengingat keras bagi pemangku kebijakan bahwa keadilan sosial bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan ketersediaan buku dan pulpen di atas meja belajar anak-anak di pelosok negeri. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siswa SD Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Rocky Gerung: Ada yang Salah Kebijakan Pemerintah

Siswa SD Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Rocky Gerung: Ada yang Salah Kebijakan Pemerintah

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:26 WIB

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:20 WIB

'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku

'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 13:35 WIB

Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang

Anggaran Bencana Dipangkas Drastis, Legislator PDIP Ini Desak Kemensos Tinjau Ulang

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 09:36 WIB

Sampah Penuhi Taman Wisata Laut Teluk Kupang

Sampah Penuhi Taman Wisata Laut Teluk Kupang

Foto | Jum'at, 30 Januari 2026 | 12:28 WIB

Menjemput Air di Jantung Kebun, Ikhtiar Desa Lobohede Sabu Raijua Lawan Krisis Iklim

Menjemput Air di Jantung Kebun, Ikhtiar Desa Lobohede Sabu Raijua Lawan Krisis Iklim

Lifestyle | Kamis, 29 Januari 2026 | 10:18 WIB

Evolusi Ekonomi Sabu Raijua, Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Hijau Inklusif

Evolusi Ekonomi Sabu Raijua, Mengubah Komoditas Lokal Menjadi Bisnis Hijau Inklusif

Lifestyle | Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×