- Mahfud MD menyoroti kekerasan aparat terhadap warga sipil, mencontohkan insiden penjual es di Kemayoran, Jakarta Pusat.
- Menurut Mahfud, kasus berulang seperti di Bekasi 2018 dan Sleman menunjukkan kultur kesewenang-wenangan dan minimnya profesionalisme aparat.
- Reformasi Polri sedang berproses untuk mencari solusi struktural mengatasi kebrutalan aparat yang menggerus kepercayaan publik.
Ia memastikan, berbagai persoalan tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan Komisi Reformasi Polri. Namun, komisi tidak akan membuka detail setiap kasus ke publik, melainkan fokus pada perumusan solusi yang bersifat struktural.
“Itu bagian nanti bagaimana cara menyelesaikan ini, reformasi macam apa yang bisa menyelesaikan kebrutalan-kebrutalan semacam itu. Ini sekarang sedang berproses,” pungkasnya.
Mahfud menegaskan, agenda reformasi Polri mencakup penanganan berbagai persoalan mendasar tersebut. Praktik pemerasan, penganiayaan, hingga dugaan jual beli perkara yang masih bersifat laten dinilai terus menggerus kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, sehingga menjadi alasan penting dilakukannya reformasi menyeluruh di tubuh Polri.
Reporter: Dinda Pramesti Kusumawardani