Prabowo 'Hardik' Negara Besar Soal Pembantaian, Pakar UMY Ungkap Target Spesifik di Baliknya!

Dwi Bowo Raharjo | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Rabu, 04 Februari 2026 | 14:12 WIB
Prabowo 'Hardik' Negara Besar Soal Pembantaian, Pakar UMY Ungkap Target Spesifik di Baliknya!
Presiden Prabowo Subianto. [ANTARA FOTO/Bayu Pratama ]
  • Ketua Prodi HI UMY, Ade Marup Wirasenjaya, menganalisis pidato Prabowo Subianto mengenai standar ganda negara besar.
  • Pesan diplomatik Prabowo bertujuan mengkritik negara kuat ekonomi dan militer, khususnya sekutu Amerika dan Eropa.
  • Ade menyarankan Indonesia memaksimalkan peran di OKI daripada terlibat proyek perdamaian buatan Donald Trump.

Suara.com - Ketua Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ade Marup Wirasenjaya, menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung standar ganda negara-negara besar soal demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).

Dalam pidatonya di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026) kemarin, Prabowo sempat berbicara soal negara-negara besar yang dulu mengajarkan demokrasi dan HAM namun kini diam ketika ada pembantaian.

Ade menilai, pesan tersebut memiliki target spesifik di kancah global. Terkhususnya negara-negara yang memiliki pengaruh kuat secara ekonomi dan militer.

"Ya mungkin yang dituju itu ya negara-negara di sekutu Amerika, mungkin di Eropa. Negara-negara di seputaran Timur Tengah yang selama ini kategorinya udah masuk negara kaya, mungkin," kata Ade saat dihubungi Suara.com, Rabu (4/2/2026).

Lebih jauh, menurut Ade, narasi yang dibangun Prabowo bukan sekadar kritik kosong tanpa tujuan. Pernyataan tersebut berfungsi sebagai pesan diplomatik yang keras.

Namun di sisi lain menjadi cerminan realitas bahwa Indonesia tetap memerlukan dukungan strategis dari kekuatan global untuk menyelesaikan konflik kemanusiaan.

"Jadi ya itu pesan seperti itu juga ada gunanya untuk menghardik sekaligus untuk menyadari bahwa posisi Indonesia itu tanpa support dari negara-negara besar, itu tidak akan ada artinya," ujarnya.

Lebih lanjut, akademisi UMY ini menyoroti posisi tawar Indonesia yang sebenarnya terbatas dalam isu kemanusiaan dan HAM internasional.

Ia menilai, ajakan Prabowo kepada dunia internasional sangat relevan dengan kondisi sekarang.

Mengingat kendala geopolitik dan kapasitas ekonomi Indonesia di institusi internasional yang belum terlalu dominan.

"Jadi kalau saya menangkapnya, mungkin Prabowo udah mengukur diri, 'oh Indonesia itu posisi power-nya dalam politik dunia ya di level ini.' Tanpa adanya supporting dari negara-negara yang kategorinya besar, baik secara ekonomi, militer, maupun politik, itu enggak ada artinya," tuturnya.

Ade menyarankan pemerintah untuk memaksimalkan peran dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Terlebih dalam menguatkan mitra strategis dan pendalaman terhadap isu-isu kemanusiaan termasuk Palestina.

Langkah ini dinilai lebih konkret dan memiliki kedekatan historis dengan isu tersebut.

Dibandingkan menjajaki inisiatif baru yang fragmentasinya belum jelas, misalnya Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian gagasan Donald Trump.

Ia tak lupa menekankan agar pemerintah berhati-hati dan tidak terjebak dalam inisiatif proyek perdamaian buatan Donald Trump yang melibatkan Israel. Sebab hal tersebut berisiko merusak konsistensi diplomasi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Imin dan Jajaran PKB Bertemu Tertutup dengan Presiden Prabowo, Ada Apa?

Cak Imin dan Jajaran PKB Bertemu Tertutup dengan Presiden Prabowo, Ada Apa?

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:04 WIB

Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil

Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:02 WIB

Titik Balik Diplomasi RI: Pengamat Desak Prabowo Buktikan Kedaulatan Lawan 'Gertakan' Donald Trump

Titik Balik Diplomasi RI: Pengamat Desak Prabowo Buktikan Kedaulatan Lawan 'Gertakan' Donald Trump

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:52 WIB

Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan

Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:29 WIB

Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng

Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 12:22 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB