- Menteri Keuangan mengapresiasi inovasi UMKM binaan BPDP pengolah turunan sawit saat kunjungan di KPPN Magelang (Januari 2026).
- Batik sawit menjadi sorotan utama karena menggunakan turunan sawit sebagai inovasi ramah lingkungan serta memberdayakan sekitar 70 perempuan.
- Dua UMKM lain menampilkan produk dari limbah sawit, seperti pot terrazzo dan lilin aromatik berbasis minyak jelantah.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi inovasi yang dikembangkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), khususnya dalam pengolahan produk turunan kelapa sawit. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Magelang pada akhir Januari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Purbaya menilai pengembangan produk hilir berbasis kelapa sawit memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional. Selain menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan penyerap tenaga kerja, UMKM berbasis sawit juga dinilai mampu mendorong pemerataan ekonomi di berbagai daerah.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong hilirisasi sawit melalui kebijakan fiskal yang berpihak pada penguatan UMKM.
“Ke depan pasti lebih cepat pertumbuhannya. Ini kita baru mulai,” ujar Purbaya.
Batik Sawit Jadi Sorotan
Salah satu produk yang menarik perhatian Menteri Keuangan adalah batik sawit yang dikembangkan CV Smart Batik Indonesia, UMKM binaan BPDP sejak 2023. Batik ini memanfaatkan malam berbahan dasar turunan kelapa sawit sebagai inovasi ramah lingkungan dalam proses pembuatannya.
Menurut Purbaya, kualitas desain dan bahan batik sawit tersebut sangat baik serta nyaman digunakan. Ia pun mengajak masyarakat untuk mendukung produk-produk inovatif karya UMKM.
“Produk ini bagus sekali dan enak dipakai,” katanya.
Usaha batik sawit ini telah memberdayakan sekitar 70 perempuan pembatik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis kreativitas lokal.
Baca Juga: Anak Buah Menkeu Purbaya Kena OTT KPK
Inovasi dari Limbah Sawit
Selain Smart Batik, dua UMKM lain juga turut berpartisipasi dalam pameran UMKM di KPPN Magelang, yakni Karplanter dan UMKM Berkah Kita.
Karplanter menghadirkan pot tanaman berbahan terrazzo dari campuran gypsum dan cangkang kelapa sawit. Tak hanya itu, mereka juga mengembangkan media tanam ramah lingkungan dari tandan kosong kelapa sawit yang dipadukan dengan kompos, sekam, dan cocopeat. Produk ini dinilai mampu menjadi solusi pemanfaatan limbah sawit sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.
Sementara itu, UMKM Berkah Kita memproduksi lini produk bertajuk LUNAR, yang mencakup lilin aromatik dan sabun cuci rempah berbahan dasar minyak jelantah. Inovasi ini mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna.
Dorongan Hilirisasi Berkelanjutan
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan bahwa keikutsertaan BPDP dalam pameran UMKM di KPPN Magelang merupakan bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan produk hilir berbasis sawit.
Menurutnya, promosi seperti ini penting untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di sektor perkebunan.
“Kami berharap UMKM sawit ke depan dapat terus berkembang dan semakin berdaya saing,” ujar Helmi.
Melalui dukungan kebijakan dan promosi berkelanjutan, inovasi UMKM berbasis kelapa sawit diharapkan mampu memperkuat rantai hilirisasi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih merata.