Soroti Kebocoran di Bea Cukai, Thony Saut Situmorang Singgung Indeks Persepsi Korupsi

Bella

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:34 WIB
Soroti Kebocoran di Bea Cukai, Thony Saut Situmorang Singgung Indeks Persepsi Korupsi
Eks Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (Suara.com/M Yasir)
baca 10 detik
  • Thony Saut Situmorang menyoroti dugaan korupsi dan kebocoran negara di Bea Cukai dalam podcast pada 12 Februari 2026.
  • Ia menekankan solusi meliputi penguatan integritas, pengawasan detail, dan pemanfaatan teknologi seperti blockchain di Bea Cukai.
  • Saut juga menyinggung lemahnya pengawasan internal serta tanggung jawab pemimpin terhadap posisi IPK Indonesia yang rendah.

Suara.com - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015–2019, Thony Saut Situmorang, menyoroti dugaan kebocoran penerimaan negara dan praktik korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Hal itu ia sampaikan dalam podcast di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada Kamis (12/2/2026), dengan menekankan pentingnya penguatan integritas, pengawasan detail di lapangan, serta pemanfaatan teknologi untuk menutup celah korupsi di Bea Cukai.

“Saya pikir karena ini adalah pendapatan negara dan ini merupakan satu cara bagaimana kita menegakkan kan cukai dan pajak ini kan gambaran dari banyak hal. Kedisiplinan nasional, cinta tanah air, pembangun Indonesia, sustainability,” ujar Saut, dikutip pada Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, pembenahan Bea Cukai harus dimulai dari penguatan integritas dan pengawasan detail di lapangan.

Saut mendorong pemanfaatan teknologi seperti blockchain untuk meminimalisir celah permainan dalam ekspor-impor karena seluruh rantai distribusi dapat ditelusuri secara transparan.

Ia juga menyoroti perlunya menelusuri kendala kapal bersandar dan antrean kontainer di pelabuhan.

“Detail-detail itu antum harus masuk Bro. Kalau gak you lose your gun, you're gone,” tegasnya.

Selain itu, Saut juga menyinggung lemahnya pengawasan internal dan potensi permainan kelompok dalam institusi. Ia menyebut korupsi kerap dibangun atas dasar kepercayaan antarkelompok, baik sesama angkatan maupun latar belakang tertentu.

Ketika ditanya soal estimasi kebocoran penerimaan negara dari praktik di Bea Cukai, Saut tidak menyebutkan angka pasti. Namun, ia mengaitkannya dengan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang berada di angka 34.

baca juga

“Indeks persepsi korupsi kita hari ini 34 sekelas Nepal kan, fix sekelas Nepal. … Jadi angka kita 34, 70 itu gone. Hilang,” katanya.

Ia memperingatkan, jika hanya fokus pada persoalan di permukaan, IPK Indonesia berpotensi terus menurun.

“Kalau Prabowo hanya bicara sesuatu yang di permukaan tahun depan indeks persepsi korupsi kita bukan naik, turun ke 30. Jadi 70% lo hilang sebenarnya,” ujarnya.

Dalam perbincangan tersebut, Saut juga menyinggung tanggung jawab pemimpin negara. Ia menilai tidak mungkin Presiden dan jajaran terkait tidak mengetahui persoalan yang terjadi di Bea Cukai selama bertahun-tahun.

“Apakah Jokowi tahu? Apakah Sri Mulyani tahu? Salah besar kalau dia gak tahu 10 tahun Bro. Salah besar dan kita ada di situ,” ucapnya.

Saut turut mengungkap adanya kasus dengan nilai setoran bulanan yang besar.

“Bang ini satu kasus ya Blu-ray ini ya itu setoran bulanannya 7 M loh. Gede banget,” katanya.

Ia menegaskan, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara tegas melalui penguatan instrumen hukum.

“Jadi kebijakan utama itu adalah pedang pemberantasan korupsi yang saya bilang di bawah Presiden itu itu di pedang kalau hanya dipegang begini aja gak takut orang. Itu memang harus ditebas. Even you punya teman sendiri. Caranya dengan tadi itu mengembalikan Undang-Undang KPK,” ujar Saut.

Selain pembenahan pemasukan negara melalui Bea Cukai, Saut juga menekankan pentingnya pengawasan pada sisi pengeluaran serta penguatan sektor produksi nasional agar tidak terjebak pada ekonomi berbasis konsumsi.

Sebagai informasi, dalam podcast tersebut juga disampaikan bahwa tim penyidik KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 17 orang dalam kasus dugaan suap importasi barang di kepabeanan.

Nilai uang yang disita mencapai Rp40,5 miliar dan enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka, satu di antaranya pejabat Bea dan Cukai.

Saut menegaskan, institusi Bea Cukai tetap diperlukan sebagai garda terdepan pengawasan pintu masuk negara. Namun, lembaga tersebut harus dibenahi secara menyeluruh agar mampu mendorong peningkatan integritas dan memperbaiki posisi Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi global.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pejabat Pajak Jadi Direksi 12 Perusahaan, Eks Penyidik KPK Sebut Ada Konflik Kepentingan

Pejabat Pajak Jadi Direksi 12 Perusahaan, Eks Penyidik KPK Sebut Ada Konflik Kepentingan

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:31 WIB

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:22 WIB

Khofifah Jadi Saksi Kasus Hibah Pokir DPRD Jatim

Khofifah Jadi Saksi Kasus Hibah Pokir DPRD Jatim

Foto | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:14 WIB

Saut Situmorang: OTT Bea Cukai Tak Mengejutkan, Tanpa Reformasi Sistem Hasilnya Akan Stagnan

Saut Situmorang: OTT Bea Cukai Tak Mengejutkan, Tanpa Reformasi Sistem Hasilnya Akan Stagnan

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 16:59 WIB

Tiffany & Co Plaza Senayan Disegel! Kilau Perhiasan Kini Tertutup Kertas

Tiffany & Co Plaza Senayan Disegel! Kilau Perhiasan Kini Tertutup Kertas

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 14:23 WIB

Siapa Pemilik Tiffany & Co? Tiga Toko Perhiasannya di Jakarta Disegel Bea Cukai

Siapa Pemilik Tiffany & Co? Tiga Toko Perhiasannya di Jakarta Disegel Bea Cukai

Lifestyle | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:51 WIB

Bawa Nasi Tumpeng, Warga Pati Syukuran di KPK Usai Sudewo Ditahan

Bawa Nasi Tumpeng, Warga Pati Syukuran di KPK Usai Sudewo Ditahan

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:44 WIB

IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasbiallah Ilyas: Alarm Keras, KPK Harus Evaluasi Total

IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasbiallah Ilyas: Alarm Keras, KPK Harus Evaluasi Total

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 12:35 WIB

KPK Periksa Pj Gubernur Riau hingga Bupati Inhu, Dalami Aliran Uang Kasus OTT Abdul Wahid

KPK Periksa Pj Gubernur Riau hingga Bupati Inhu, Dalami Aliran Uang Kasus OTT Abdul Wahid

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 11:31 WIB

IPK Indonesia 2025 Menurun, Kepercayaan Anak Muda pada Pemerintah Menurun

IPK Indonesia 2025 Menurun, Kepercayaan Anak Muda pada Pemerintah Menurun

Your Say | Kamis, 12 Februari 2026 | 06:45 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×