Gaya Prabowo Hadapi Konglomerat Berbeda dengan Jokowi: Tertutup, Berbasis Data Satgas

Vania Rossa

Rabu, 18 Februari 2026 | 19:06 WIB
Gaya Prabowo Hadapi Konglomerat Berbeda dengan Jokowi: Tertutup, Berbasis Data Satgas
Selamat Ginting (tangkap layar Youtube Forum Keadilan TV)
baca 10 detik
  • Presiden terpilih Prabowo Subianto memilih pendekatan tertutup dengan mengandalkan data dari satuan tugas dalam menghadapi konglomerat.
  • Pertemuan tertutup ini diduga karena Prabowo telah mengantongi rekam jejak pengusaha terkait persoalan hukum pertambangan atau kehutanan.
  • Strategi ini berbeda dari Jokowi dan bertujuan menghindari persepsi publik mengenai adanya "proyek titipan" dari pemerintah baru.

Suara.com - Pendekatan Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam menghadapi para pengusaha besar dan konglomerat dinilai akan berbeda dari gaya kepemimpinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Prabowo disebut mulai bergerak secara tertutup dengan mengandalkan data serta masukan dari berbagai satuan tugas (satgas).

Analis politik Selamat Ginting mengungkapkan, pertemuan-pertemuan tertutup yang belakangan dilakukan Prabowo dengan sejumlah konglomerat bukan tanpa alasan. Ia menduga Prabowo telah mengantongi “catatan” terkait rekam jejak para pengusaha tersebut, terutama yang bersinggungan dengan persoalan hukum.

“Saya kira Prabowo mengundang mereka itu setelah ada masukan-masukan dari satgas-satgas. Misalnya, kemungkinan keterlibatan mereka dalam beberapa kasus-kasus pertambangan, kasus kehutanan, dan lain-lain,” ujar Selamat Ginting dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, keputusan Prabowo menggelar pertemuan secara tertutup dan tidak frontal di hadapan publik merupakan bentuk pendekatan persuasif. Prabowo dinilai ingin menghadapi para aktor ekonomi tersebut berdasarkan “rapor” atau rekam jejak masing-masing perusahaan.

Selamat juga menyoroti fakta bahwa tidak semua konglomerat dipanggil secara bersamaan. Hal ini, menurutnya, memperkuat dugaan adanya klasifikasi berdasarkan data hukum yang telah diterima Prabowo.

“Mengapa cuma sekitar lima, bukan sembilan-sembilannya (konglomerat)? Jadi menurut saya ini satu-satu dipanggil. Nah, sesuai dengan rapor mereka, kira-kira begitu. Tentu kita mesti menggunakan kata praduga ya,” lanjutnya.

Berbeda dengan Jokowi yang kerap tampil terbuka saat menggandeng konglomerat dalam berbagai proyek strategis nasional seperti Ibu Kota Nusantara (IKN), Prabowo disebut memilih “jalan sunyi”. Langkah ini dinilai sebagai upaya menghindari pengulangan persoalan atau persepsi publik mengenai adanya “proyek titipan”.

Selamat Ginting menilai strategi tersebut sejalan dengan sikap kritis Prabowo terhadap oligarki sejak Pilpres 2014 dan 2019. Pemanggilan para pengusaha besar ini dianggap sebagai langkah proaktif atau jemput bola, sebelum muncul tuntutan publik terkait komitmennya dalam pemberantasan mafia tambang dan kehutanan.

“Karena itu sebelum dituntut oleh publik ‘gimana sikapmu presiden terhadap mereka’. Nah, ini sudah dipanggil duluan. Kira-kira gitu, Bung,” pungkasnya.

baca juga

Langkah Prabowo ini diprediksi menjadi babak baru dalam relasi antara penguasa dan pengusaha di Indonesia. Ke depan, data dari satgas penegakan hukum disebut akan menjadi variabel kunci dalam penentuan arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda dengan Jokowi, Mensesneg Sebut Pemerintah Prabowo Belum Berencana Balikkan UU KPK

Beda dengan Jokowi, Mensesneg Sebut Pemerintah Prabowo Belum Berencana Balikkan UU KPK

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 18:07 WIB

Prabowo Bakal Hadir di BoP AS, FPI Sampaikan Peringatan ke Pemerintah

Prabowo Bakal Hadir di BoP AS, FPI Sampaikan Peringatan ke Pemerintah

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:31 WIB

Prabowo Tiba di AS, Bakal Rapat Perdana Board of Peace dan Bertemu Donald Trump

Prabowo Tiba di AS, Bakal Rapat Perdana Board of Peace dan Bertemu Donald Trump

Video | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:01 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×