Ramadan di Ponpes Waria Al-Fatah: Mencari Tuhan di Tengah Stigma dan Sunyi

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 19 Februari 2026 | 17:26 WIB
Ramadan di Ponpes Waria Al-Fatah: Mencari Tuhan di Tengah Stigma dan Sunyi
Ketua Ponpes Waria Al-Fatah, YS. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Ponpes Waria Al-Fatah Yogyakarta didirikan tahun 2008 sebagai ruang aman bagi transpuan untuk beribadah.
  • Pondok ini pernah menghadapi penutupan paksa pada 2016 dan kini berlokasi di Jetis sejak Oktober 2023.
  • Bagi anggota, Ramadan adalah jeda spiritual untuk mengistirahatkan batin dari stigma dan penghakiman sosial.

Melangkahkan kaki ke masjid umum kerap terasa seperti berjalan di atas bara api. Tatapan, bisikan, hingga keraguan sering kali membuat niat sujud tertunda.

Ponpes Waria Al-Fatah hadir meruntuhkan tembok ketakutan itu.

"Artinya bahwa fungsi Pondok Pesantren Waria Al-Fatah menjadi ruang, menjadi tempat, menjadi wadah teman-teman untuk bisa mengaktualisasi diri beribadah sesuai kenyamanan diri sebagai transpuan," ungkapnya.

Di pondok sederhana itu, mereka menemukan dua hal yang bagi banyak orang terdengar biasa, tetapi sangat mahal bagi kelompok yang termarginalkan: rasa aman dan nyaman.

Kini anggotanya tercatat sekitar 45 orang dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian datang merantau, sebagian mungkin tak lagi pulang.

Selain menjadi ruang spiritual, ponpes juga membuka dialog dengan akademisi dan mahasiswa, sebagai upaya meruntuhkan prasangka yang selama ini terbangun kuat.

YS kerap tersenyum getir melihat betapa mudahnya manusia menghakimi dosa orang lain, seolah memegang kunci surga.

"Orang sangat mudah sekali membuat penghakiman bahkan sudah seperti Tuhan, sudah berani mengatakan 'kamu dosa, kamu nggak' ya kan. Itu kadang aku suka tertawa sendiri ketika seseorang mengatakan 'eh jangan kamu berdosa' kok seakan-akan dia sebagai Tuhan ya," tuturnya.

"Padahal kalau ngomong masalah besar kecilnya sebuah kesan atau dosa yang berhak menilai yang punya hak prerogatif tetap hanya Tuhan tetap hanya Allah," imbuhnya.

baca juga
Suasana di Ponpes Waria Al-Fatah. (Suara.com/Hiskia)
Suasana di Ponpes Waria Al-Fatah. (Suara.com/Hiskia)

Ramadan Sebagai Jeda Batin

Bagi para transpuan di ponpes ini, Ramadan bukan berarti berhenti bekerja. Sebagian dari mereka masih harus mengamen di jalanan, di bawah terik matahari atau hujan Yogyakarta.

Mereka meniti garis tipis antara kewajiban agama dan tuntutan hidup.

YS memaknai Ramadan sebagai waktu untuk menyeimbangkan diri setelah sebelas bulan bergulat dengan kerasnya realitas.

"Satu bulan untuk mengistirahatkan kondisi diri," tuturnya.

Tak ada paksaan di pondok. Ramadan dipandang sebagai latihan—bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan amarah atas tatapan orang, menahan luka dari bisik-bisik, dan menahan godaan untuk menyerah.

Menjelang Ramadan, mereka juga rutin melakukan ziarah kubur, mengunjungi kawan-kawan senasib yang telah berpulang, sering kali dalam kesunyian dan jauh dari keluarga biologis.

"Kita sebagai bagian dari komunitas transpuan punya tugas mendoakan," imbuhnya.

Antara Stigma dan Harapan

YS sadar stigma belum sepenuhnya hilang. Penghakiman masih terdengar lantang, seolah-olah surga dan neraka bisa ditentukan manusia.

Namun ia memilih tetap berpikir positif. Baginya, Tuhan lebih mengetahui isi hati daripada siapa pun.

Ia berharap masyarakat dapat melihat para transpuan di ponpes bukan sebagai objek stigma, melainkan manusia biasa—yang butuh makan, bekerja, dan mendekat kepada Tuhan, sama seperti yang lain.

"Maka kan ada istilah tak kenal maka tak sayang ya kan. Gimana orang akan ini orang cuma hanya hanya menilai dari wacana saja, belum berinteraksi, belum bersinggungan ya kan. Jadi biasa sajalah dalam melihat transpuan itu kan ya sebagaimana manusia pada umumnya," tandasnya.

Di balik dinding pondok yang sederhana, mereka bersujud dalam sunyi.

Bagi mereka, Ramadan bukan tentang pamer kesalehan di hadapan manusia, melainkan rintihan doa di sepertiga malam—memohon agar pintu rahmat Tuhan tetap terbuka bagi jiwa-jiwa yang sering kali terbuang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Arti dari Ramadan Kareem? Ketahui Makna, Sejarah, dan Penggunaannya

Apa Arti dari Ramadan Kareem? Ketahui Makna, Sejarah, dan Penggunaannya

Lifestyle | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:20 WIB

Digelar di 9 Kota Besar, BSI Fest Ramadan 2026 Tawarkan Diskon Paket Umrah Hingga Rp4 Juta

Digelar di 9 Kota Besar, BSI Fest Ramadan 2026 Tawarkan Diskon Paket Umrah Hingga Rp4 Juta

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:17 WIB

Buka Puasa Jogja Jam Berapa Hari Ini? Cek Jadwal Resminya Menurut Kemenag

Buka Puasa Jogja Jam Berapa Hari Ini? Cek Jadwal Resminya Menurut Kemenag

Lifestyle | Kamis, 19 Februari 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Tiga Polisi di Bengkalis Demosi 3 Tahun, Patsus 30 Hari Imbas Kasus Penganiayaan

Tiga Polisi di Bengkalis Demosi 3 Tahun, Patsus 30 Hari Imbas Kasus Penganiayaan

Riau | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:43 WIB

Lawan Praperadilan Febrie Adriansyah, Polri Siapkan Bukti Surat dan Ahli Besok

Lawan Praperadilan Febrie Adriansyah, Polri Siapkan Bukti Surat dan Ahli Besok

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:42 WIB

Diskon Istimewa, Manfaatkan Promo HUT Superindo dan BRI Selama Agustus 2026

Diskon Istimewa, Manfaatkan Promo HUT Superindo dan BRI Selama Agustus 2026

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:42 WIB

Rugikan Negara Rp255 Miliar! Bos Isargas Arso Sadewo Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

Rugikan Negara Rp255 Miliar! Bos Isargas Arso Sadewo Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:38 WIB

5 Perbedaan Rice Cooker Digital vs Manual, Mana yang Paling Awet dan Tahan Lama?

5 Perbedaan Rice Cooker Digital vs Manual, Mana yang Paling Awet dan Tahan Lama?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Era Baru Igor Tolic Dimulai

Jadwal Lengkap Persib Bandung di Super League 2026/2027: Era Baru Igor Tolic Dimulai

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Isu OTT Pejabat Pemkab Bogor Merebak, Sekda: Kami Masih Pantau Perkembangan

Isu OTT Pejabat Pemkab Bogor Merebak, Sekda: Kami Masih Pantau Perkembangan

Bogor | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:34 WIB

Negara Tetangga RI Tiba-tiba Alami Ledakan Pengangguran, 15.800 Lapangan Kerja Hilang

Negara Tetangga RI Tiba-tiba Alami Ledakan Pengangguran, 15.800 Lapangan Kerja Hilang

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:34 WIB

Ijazah Masih Penting, Tapi Kenapa Dunia Kerja Hanya Melihat Portofolio?

Ijazah Masih Penting, Tapi Kenapa Dunia Kerja Hanya Melihat Portofolio?

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Pasar Tumpah Diduga Jadi Biang Kecelakaan Maut Pelajar Kramat Jati, Pramono Perintahkan Penertiban

Pasar Tumpah Diduga Jadi Biang Kecelakaan Maut Pelajar Kramat Jati, Pramono Perintahkan Penertiban

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:29 WIB

×