Akademisi UI: Keterlibatan Indonesia di BOP Mengkhianati Prinsip Bebas Aktif dan Bung Karno!

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:00 WIB
Akademisi UI: Keterlibatan Indonesia di BOP Mengkhianati Prinsip Bebas Aktif dan Bung Karno!
Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. [Bidik layar]
baca 10 detik
  • Dosen UI dan Guru Besar Hukum UI mengkritik keterlibatan Indonesia di Board of Peace (BOP) sebagai pengabaian politik bebas aktif bangsa.
  • Argumen bahwa BOP adalah satu-satunya jalan damai Palestina dianggap keliru karena AS memveto upaya gencatan senjata PBB.
  • Heru Susetyo menyoroti pertemuan BOP di Washington D.C. mengindikasikan subordinasi diplomasi Indonesia terhadap kepentingan Amerika Serikat.

Suara.com - Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) dinilai sebagai langkah yang tidak hanya mengabaikan prinsip politik luar negeri bebas aktif, tetapi juga merupakan sebuah pengkhianatan terhadap cita-cita para pendiri bangsa, termasuk Bung Karno dan Bung Hatta.

Pandangan tajam ini disampaikan oleh Dosen Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) Shofwan Al Banna Choiruzzad dan Guru Besar Fakultas Hukum UI Heru Susetyo Nuswanto dalam diskusi bertajuk "Board of Peace dan Keikutsertaan Indonesia: Antara Norma, Kekuasaan, dan Alternatif Tata Kelola Perdamaian" yang digelar gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), Sabtu (21/2/2026).

Shofwan Al Banna Choiruzzad, yang akrab disapa Sofan, secara tegas menyatakan bahwa argumen "tidak ada alternatif lain" atau there is no alternative untuk bergabung dengan BOP adalah sebuah kekeliruan besar.

Menurutnya, klaim bahwa BOP adalah satu-satunya jalan menuju perdamaian Palestina adalah narasi yang sengaja diciptakan untuk menutupi peran Amerika Serikat sebagai biang kegagalan berbagai upaya damai sebelumnya.

"Sejak 2023, berbagai upaya gencatan senjata di Dewan Keamanan PBB selalu gagal. Kenapa? Hampir semuanya diveto oleh Amerika Serikat," ujar Sofan.

"Jadi, yang membuat sistem PBB gagal itu siapa? Amerika Serikat. Mereka memberikan perlindungan diplomatik dan dukungan militer terhadap genosida yang dilakukan Israel."

Ia menganggap tidak logis jika Indonesia berharap perdamaian datang dari pihak yang selama ini justru menjadi pelindung dan pemodal genosida.

"Kita berharap pintunya dibuka oleh orang yang menutup pintu-pintu yang lain. Ini terlalu lugu," sindirnya.

Sofan juga menyoroti bahwa BOP adalah institusi yang dibangun dengan sentralisasi kekuasaan pada Donald Trump, menjadikannya sebuah anomali dalam tatanan internasional. Negara-negara yang bergabung, menurutnya, adalah mereka yang memiliki ketergantungan pada AS, yang ia sebut dengan istilah favorit Presiden Prabowo Subianto, "antek-antek asing."

baca juga

Lebih jauh, Sofan membandingkan keikutsertaan di BOP dengan perjanjian tarif antara Indonesia dan AS yang dinilainya sangat merugikan.

Dalam perjanjian tersebut, Indonesia dipaksa membeli berbagai produk AS dan menyerahkan kedaulatannya dalam menentukan kebijakan ekonomi. Ironisnya, sehari setelah perjanjian itu, Mahkamah Agung AS menyatakan tarif yang diumumkan Trump ilegal.

"Kita sudah menyerahkan leher, terjebak dalam perjanjian yang merugikan, sementara negara lain yang tidak tunduk malah bisa mendapat tarif lebih rendah," jelasnya.

"Jangan sampai di BOP kejadiannya sama. Jangan sampai kita melompat ke kapal yang tenggelam."

Menurutnya, bergabung dengan BOP sama saja dengan kembali ke era kolonialisme, di mana nasib sebuah bangsa ditentukan oleh kekuatan besar tanpa mendengarkan suara rakyatnya.

"Ini pengkhianatan terhadap Bung Karno, Bung Hatta, dan semua founding leaders. Fotonya saja kelihatan seperti Soekarno, tapi perilakunya Danurejo," sindirnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vatikan Tolak Board of Peace Trump, Paus Pertama AS Soroti Konflik Moral

Vatikan Tolak Board of Peace Trump, Paus Pertama AS Soroti Konflik Moral

Your Say | Jum'at, 20 Februari 2026 | 16:01 WIB

Dino Patti Djalal Ingatkan Pemerintah Realistis di BoP, Soroti Risiko Stagnan

Dino Patti Djalal Ingatkan Pemerintah Realistis di BoP, Soroti Risiko Stagnan

News | Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:25 WIB

Momen Donald Trump Berkali-kali Puji Prabowo di Pertemuan Board of Peace

Momen Donald Trump Berkali-kali Puji Prabowo di Pertemuan Board of Peace

Video | Jum'at, 20 Februari 2026 | 13:07 WIB

Usai Hadiri Board of Pearce, Prabowo Bicara Kehidupan Rakyat Gaza dan Kewaspadaan

Usai Hadiri Board of Pearce, Prabowo Bicara Kehidupan Rakyat Gaza dan Kewaspadaan

Video | Jum'at, 20 Februari 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Video | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×