Pasukan Banser Kawal Ketat Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut di PN Jaksel

Bangun Santoso

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:10 WIB
Pasukan Banser Kawal Ketat Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut di PN Jaksel
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kedua kiri) usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/9/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/nz]
baca 10 detik
  • Sidang praperadilan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait tersangka KPK atas dugaan korupsi kuota haji digelar di PN Jakarta Selatan.
  • KPK menetapkan Yaqut tersangka kasus korupsi kuota haji 2023-2024 dengan kerugian negara awal diperkirakan lebih dari Rp1 triliun.
  • Penyebab utama kasus ini adalah pembagian kuota haji tambahan yang tidak sesuai UU Nomor 8 Tahun 2019.

KPK juga telah memetakan aktor-aktor yang diduga terlibat dalam pusaran kasus ini. Mereka yang dicegah adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku mantan staf khusus pada era Menag Yaqut Cholil, serta Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour. Pencegahan ini dilakukan agar para pihak terkait tetap berada di Indonesia guna memudahkan proses pemeriksaan yang sedang berjalan.

Penyidikan KPK tidak berhenti pada individu pejabat saja, melainkan merambah ke sektor swasta dan asosiasi. Pada 18 September 2025, KPK menduga sebanyak 13 asosiasi dan 400 biro perjalanan haji terlibat kasus tersebut.

Keterlibatan ratusan biro perjalanan ini mengindikasikan adanya praktik sistemik dalam penyalahgunaan kuota haji tambahan yang seharusnya diperuntukkan bagi jemaah reguler sesuai aturan yang berlaku.

Selain ditangani KPK, Pansus Angket Haji DPR RI sebelumnya juga menyatakan telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024.

Temuan dari legislatif ini memperkuat dugaan adanya maladminstrasi dan praktik koruptif dalam kebijakan yang diambil oleh Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Yaqut. Kerja sama antara temuan Pansus DPR dan penyidikan KPK menjadi dasar kuat dalam penetapan tersangka.

Salah satu poin krusial yang menjadi objek penyidikan adalah ketidakpatuhan terhadap undang-undang dalam pembagian kuota. Poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50 berbanding 50 dari alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.

Pembagian ini dianggap mencederai rasa keadilan bagi jemaah haji reguler yang telah mengantre selama puluhan tahun.

Kebijakan internal Kementerian Agama saat itu dinilai menabrak aturan hukum yang lebih tinggi. Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur kuota haji khusus sebesar delapan persen, sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler.

baca juga

Pergeseran proporsi kuota inilah yang diduga menjadi pintu masuk terjadinya praktik transaksional dan korupsi yang kini tengah diuji di meja hijau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Tak Hadir hingga Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

KPK Tak Hadir hingga Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 11:43 WIB

Sidang Praperadilan Perdana Gus Yaqut Digelar, KPK Absen dan Ajukan Penundaan Sidang

Sidang Praperadilan Perdana Gus Yaqut Digelar, KPK Absen dan Ajukan Penundaan Sidang

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 11:17 WIB

KPK Ajukan Penundaan Sidang Praperadilan Gus Yaqut, Ini Alasannya

KPK Ajukan Penundaan Sidang Praperadilan Gus Yaqut, Ini Alasannya

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:20 WIB

KPK Ungkap Alasan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur Tak Dicegah ke Luar Negeri Lagi

KPK Ungkap Alasan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur Tak Dicegah ke Luar Negeri Lagi

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 18:47 WIB

KPK Tak Perpanjang Cekal Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji, Apa Alasannya?

KPK Tak Perpanjang Cekal Bos Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji, Apa Alasannya?

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:41 WIB

KPK Perpanjang Larangan ke Luar Negeri Eks Menteri Agama Yaqut Terkait Korupsi Kuota Haji!

KPK Perpanjang Larangan ke Luar Negeri Eks Menteri Agama Yaqut Terkait Korupsi Kuota Haji!

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:10 WIB

BPK Periksa Gus Yaqut, KPK Tegaskan Sudah Ada Koordinasi

BPK Periksa Gus Yaqut, KPK Tegaskan Sudah Ada Koordinasi

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 12:17 WIB

Terkini

Buronan Kasus Penipuan Rp50 Miliar Ditangkap Saat Liburan di Bali

Buronan Kasus Penipuan Rp50 Miliar Ditangkap Saat Liburan di Bali

Bali | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:38 WIB

Potterhead Siap-siap! J.K. Rowling Rilis 2 Buku Terbaru Harry Potter 2027

Potterhead Siap-siap! J.K. Rowling Rilis 2 Buku Terbaru Harry Potter 2027

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Perbedaan Ampoule Pad SKIN1004 Kemasan Pink dan Biru, Mana yang Cocok untuk Kulit Anda?

Perbedaan Ampoule Pad SKIN1004 Kemasan Pink dan Biru, Mana yang Cocok untuk Kulit Anda?

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:05 WIB

10 Sunscreen Spray Anti Air untuk Reapply saat Cuaca Lembap

10 Sunscreen Spray Anti Air untuk Reapply saat Cuaca Lembap

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu dalam Buku Heal from the Things You Don't Talk About

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu dalam Buku Heal from the Things You Don't Talk About

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Ramalan Shio Minggu 11 Oktober 2026: Siapa yang Bakal Hoki di Percintaan dan Keuangan?

Ramalan Shio Minggu 11 Oktober 2026: Siapa yang Bakal Hoki di Percintaan dan Keuangan?

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Konser Amal Nada Kasih "Harapan dalam Harmoni", Wujud Kepedulian Generasi Muda melalui Musik

Konser Amal Nada Kasih "Harapan dalam Harmoni", Wujud Kepedulian Generasi Muda melalui Musik

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:14 WIB

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

×