Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:08 WIB
Polda DIY Bantah Gunakan Gas Air Mata Saat Bubarkan Massa, Sebut Suara Ledakan dari...
Massa dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi di Mapolda DIY, Selasa (24/2/2026). Aksi sebagai bentuk kemarahan kolektif atas tewasnya seorang bocah 14 tahun akibat kekerasan aparat di Tual, Maluku. [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Polda DIY membantah penggunaan gas air mata dan senjata api saat pembubaran massa di Mapolda DIY pada Selasa malam (24/2/2026).
  • Sumber suara ledakan yang membubarkan massa diduga berasal dari petasan yang dibawa oleh peserta aksi massa tersebut.
  • Aksi unjuk rasa berakhir ricuh disertai perusakan pagar timur Mapolda DIY, namun situasi umum berhasil dikendalikan.

Suara.com - Polda DIY membantah penggunaan gas air mata dan tembakan peringatan dalam pembubaran aksi massa di depan Mapolda DIY, Selasa (24/2/2026) malam.

Polisi menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas di lapangan tidak dibekali dengan senjata selama pengamanan berlangsung.

"Terkait informasi yang beredar mengenai adanya suara tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan, dapat kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, Rabu (25/2/2026).

Ihsan menuturkan bahwa personel yang diterjunkan ke lapangan telah diinstruksikan untuk melakukan pengamanan secara persuasif tanpa dibekali senjata api.

"Dan kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan berlangsung, petugas kami tidak dilengkapi dengan senjata," kata dia.

Menurutnya, sumber suara ledakan yang sempat memicu kepanikan massa di lokasi kejadian justru berasal dari material yang dibawa oleh peserta aksi sendiri.

"Adapun suara yang terdengar di lokasi berasal dari suara petasan yang dibawa oleh massa aksi," ungkapnya.

Adapun dalam pantauan Suara.com di lokasi semalam, memang sempat terdengar beberapa kali suara ledakan yang membuat massa berhamburan membubarkan diri.

Suara ledakan pertama terdengar sekira pukul 19.55 WIB. Tidak diketahui sumber ledakan yang terdengar dari arah kerumunan itu.

baca juga

Pihak kepolisian melaporkan bahwa pemulihan ketertiban umum telah berhasil dilakukan sejak semalam. Sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

"Selanjutnya kami sampaikan bahwa situasi saat ini di depan Mapolda DIY aman dan terkendali. Arus lalu lintas berjalan dengan lancar, serta situasi wilayah DIY secara umum kondusif dan terkendali," tandasnya.

Sesalkan Berujung Ricuh

Dalam kesempatan ini Ihsan menyampaikan bahwa pihaknya turut berbelasungkawa atas peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang aksi tersebut.

Massa dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi di Mapolda DIY, Selasa (24/2/2026). Aksi sebagai bentuk kemarahan kolektif atas tewasnya seorang bocah 14 tahun akibat kekerasan aparat di Tual, Maluku. [Suara.com/Hiskia]
Massa dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi di Mapolda DIY, Selasa (24/2/2026). Aksi sebagai bentuk kemarahan kolektif atas tewasnya seorang bocah 14 tahun akibat kekerasan aparat di Tual, Maluku. [Suara.com/Hiskia]

"Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujarnya.

Terkait jalannya aksi, Ihsan menyayangkan unjuk rasa yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi harus berakhir ricuh serta disertai pengrusakan fasilitas.

"Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan," paparnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat DIY, termasuk unsur Jaga Warga, yang turut bersinergi bersama aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, pendekatan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan kearifan lokal dan kultur budaya Jawa. Petugas, kata dia, tetap bersikap sabar dan persuasif meskipun menghadapi massa yang sempat bertindak anarkis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Massa Robohkan Gerbang Polda DIY! Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Demo Ricuh

Massa Robohkan Gerbang Polda DIY! Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan Saat Demo Ricuh

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 09:48 WIB

Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat

Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 21:33 WIB

Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis

Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:05 WIB

Terkini

SSIA Bidik Pendapatan Tumbuh 60% di 2026, Subang Smartpolitan Jadi Andalan

SSIA Bidik Pendapatan Tumbuh 60% di 2026, Subang Smartpolitan Jadi Andalan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 16:07 WIB

Polda Riau Gagalkan Pengiriman 10 PMI Ilegal ke Malaysia, Satu Agen Ditangkap

Polda Riau Gagalkan Pengiriman 10 PMI Ilegal ke Malaysia, Satu Agen Ditangkap

Riau | Senin, 07 September 2026 | 16:00 WIB

Asap Karhutla Berdampak ke Negara Tetangga, Pemerintah Jangan Cuma Tangkap Pelaku Lapangan

Asap Karhutla Berdampak ke Negara Tetangga, Pemerintah Jangan Cuma Tangkap Pelaku Lapangan

News | Senin, 07 September 2026 | 16:00 WIB

Shadow Education di Balik Antrean Bimbel: Benarkah Sekolah Kehilangan Peran?

Shadow Education di Balik Antrean Bimbel: Benarkah Sekolah Kehilangan Peran?

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 16:00 WIB

8 Rekomendasi Krim Malam Anti-Aging Terbaik Mulai Rp30 Ribuan

8 Rekomendasi Krim Malam Anti-Aging Terbaik Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 16:00 WIB

5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan

5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan

Sulsel | Senin, 07 September 2026 | 15:59 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 29 Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Batal

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 29 Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Batal

Jawa Tengah | Senin, 07 September 2026 | 15:59 WIB

Si Mago Merah Amuk Kasepuhan Sinar Resmi Cisolok, 5 Rumah dan MCK Ludes Terbakar

Si Mago Merah Amuk Kasepuhan Sinar Resmi Cisolok, 5 Rumah dan MCK Ludes Terbakar

Jabar | Senin, 07 September 2026 | 15:56 WIB

Ngamuk di Race 2 Valencia, Kiandra Ramadhipa Tembus Batas dan Catat Waktu Tercepat di Moto3

Ngamuk di Race 2 Valencia, Kiandra Ramadhipa Tembus Batas dan Catat Waktu Tercepat di Moto3

Sport | Senin, 07 September 2026 | 15:55 WIB

China Sulap Pegunungan Jadi Ladang Panel Surya, Solusi Energi Bersih atau Ancaman Ekologi?

China Sulap Pegunungan Jadi Ladang Panel Surya, Solusi Energi Bersih atau Ancaman Ekologi?

News | Senin, 07 September 2026 | 15:55 WIB

×