Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat

Erick Tanjung, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:33 WIB
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Massa aksi menggelar salat gaib di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) DIY, Selasa (24/2/2026) malam. [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Massa di Polda DIY gelar salat gaib untuk korban kekerasan aparat.
  • Usai salat gaib, ledakan misterius buat massa aksi di Yogyakarta kocar-kacir.
  • Sekelompok orang berpakaian sipil bubarkan paksa pendudukan massa di Polda DIY.

Suara.com - Di tengah aksi pendudukan yang kian memanas di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) DIY, Selasa (24/2/2026) malam, massa pengunjuk rasa sempat menggelar salat gaib berjamaah di tengah jalan raya. Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas serta doa bagi para korban tewas maupun korban represi aparat dalam berbagai aksi demonstrasi sebelumnya.

Dengan beralaskan tikar yang dibentangkan di atas aspal, jemaah tampak khusyuk menjalankan ibadah.

"Ini adalah wujud doa bagi para korban. Semoga mereka tenang di alam sana, dan semoga pihak kepolisian menyadari bahwa tindakan kekerasan yang mereka lakukan adalah kesalahan besar," ujar Yazi, yang bertindak sebagai imam salat gaib, Selasa malam.

Dalam orasinya, massa secara tegas mengutuk penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat dalam menangani penyampaian pendapat di muka umum. Yazi menekankan bahwa pelaku kekerasan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, baik secara moral maupun hukum.

"Kita doakan para almarhum yang menjadi korban kekerasan polisi mendapatkan ketenangan. Semoga para pelaku tidak diberikan ketenangan hidup hingga mereka mendapatkan balasan yang setimpal," tambahnya.

Massa mendesak institusi Polri untuk kembali pada fungsi utamanya sebagai pelindung rakyat, bukan justru menjadi ancaman yang menimbulkan korban jiwa.

"Harapan kami hari ini adalah agar polisi sadar bahwa mereka tidak boleh bertindak semena-mena terhadap rakyatnya," tegas Yazi.

Namun, situasi damai usai salat gaib tidak berlangsung lama. Massa tiba-tiba berhamburan setelah terdengar suara ledakan yang memicu kepanikan luar biasa. Berdasarkan pantauan, massa mulai dipukul mundur sekitar pukul 20.05 WIB oleh sekelompok orang berpakaian sipil tanpa atribut kepolisian.

Kelompok tak dikenal tersebut memukul mundur massa secara simultan dari arah barat dan timur sembari berteriak memaksa mereka bubar. Ketegangan kembali memuncak saat pengunjuk rasa dipaksa menjauh dari reruntuhan gerbang timur yang sebelumnya telah dirobohkan.

baca juga

Setelah area depan Mapolda DIY bersih dari massa, petugas langsung bergerak cepat menyingkirkan blokade dan material yang menghalangi jalan. Pada pukul 20.22 WIB, arus lalu lintas di jalur Ring Road Utara yang sempat lumpuh total mulai kembali normal. Kendaraan dari kedua arah kini sudah dapat melintasi kawasan tersebut. Sekitar pukul 20.45 WIB, hujan deras dilaporkan mulai mengguyur area Condongcatur hingga Mapolda DIY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil

Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 21:24 WIB

Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis

Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:05 WIB

Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku

Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 19:56 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×