Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Kamis, 26 Februari 2026 | 03:31 WIB
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
Ketua YLBHI, Muhammad Isnur. [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • Ketua YLBHI nilai Indonesia tinggalkan politik bebas aktif demi aliansi Amerika.
  • Isnur kritik Presiden Prabowo teken perjanjian internasional tanpa persetujuan DPR.
  • Keanggotaan Indonesia di Board of Peace dianggap menggadaikan kedaulatan bangsa.

Suara.com - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menilai Indonesia telah meninggalkan prinsip politik luar negeri bebas aktif menyusul keikutsertaan dalam Board of Peace (BoP) serta penandatanganan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Dalam diskusi publik bertajuk "Bahaya di Balik Perjanjian Dagang USA-Indonesia dan Problematika Pengiriman Militer ke Palestina (BoP)", Isnur menekankan bahwa prinsip bebas aktif merupakan amanat konstitusi yang kini seolah terabaikan. Melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS dan keanggotaan di BoP, Indonesia dinilai cenderung membentuk aliansi atau blok tertentu.

"Dulu Indonesia bangga dengan Gerakan Non-Blok (GNB) dan semangat Asia-Afrika. Namun kini, Indonesia secara gamblang menjadi bagian dari blok politik dagang aliansi Amerika," ujar Isnur di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).

Menurut Isnur, langkah ini menunjukkan Indonesia tidak lagi menjadi negara bebas aktif, melainkan berada di bawah kendali AS di era Donald Trump. Ia menyebut hal tersebut sebagai bentuk penggadaian kedaulatan negara.

Isnur juga menyoroti perubahan sikap diplomatik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilai sangat drastis dibandingkan tujuh presiden sebelumnya.

"Mulai dari Soekarno hingga Jokowi, konsistensi kita terjaga. Namun kini, Prabowo bersandingan dengan Israel di BoP. Ini sangat bertentangan dengan pilihan diplomatik Indonesia selama ini," tuturnya.

Lebih lanjut, Isnur mengkritik langkah Presiden yang meneken perjanjian internasional tanpa melalui persetujuan DPR. Tindakan tersebut dinilai mengabaikan mekanisme demokrasi serta ketentuan konstitusi, khususnya Pasal 11 UUD 1945.

"Bagi kami, ini meneguhkan sikap otoritarianisme. Kebijakan diplomatik diambil tanpa memperhatikan ruang demokrasi dan kepentingan nasional secara utuh. Saya meyakini sikap ini bahkan berseberangan dengan pandangan mayoritas diplomat di Kementerian Luar Negeri," jelas Isnur.

Isnur pun mendesak DPR dan elemen bangsa lainnya untuk bersikap kritis terhadap langkah pemerintah. Ia mempertanyakan lemahnya fungsi pengawasan legislatif terhadap kebijakan strategis yang diambil Presiden.

baca juga

"Ke mana Komisi I, Komisi III, dan komisi lainnya? Di mana suara mereka yang selama ini meneriakkan nasionalisme dan Pancasila? Seharusnya mereka tersinggung karena Presiden seolah mengangkangi konstitusi tanpa ada pengawasan yang berarti," pungkas Isnur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India

Golkar Dukung Langkah Sufmi Dasco Tunda Impor 105 Ribu Mobil Niaga India

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:57 WIB

Deretan Kontroversi Infantino 10 Tahun Pimpin FIFA: Ucapan Tak Layak hingga Kedekatan dengan Trump

Deretan Kontroversi Infantino 10 Tahun Pimpin FIFA: Ucapan Tak Layak hingga Kedekatan dengan Trump

Bola | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:53 WIB

Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun

Sulap Kawasan Padat Jadi Destinasi Kuliner, Pemprov DKI Dukung Gentengisasi Menteng Tenggulun

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 20:37 WIB

Terkini

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

×