Rocky Gerung Minta Debat Pigai-Zainal Dihentikan: HAM Bukan Ajang Talkshow

Galih Prasetyo

Jum'at, 27 Februari 2026 | 19:00 WIB
Rocky Gerung Minta Debat Pigai-Zainal Dihentikan: HAM Bukan Ajang Talkshow
Akademisi Rocky Gerung saat peluncuran buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’ yang digelar di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Rocky Gerung menilai rencana debat terbuka antara Menteri HAM Natalius Pigai dan Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar tidak tepat.
  • Rocky khawatir debat televisi akan menonjolkan sensasi dan membuat prinsip HAM terkesan ditentukan pemenang adu argumen.
  • Rocky menyarankan debat substansial mengenai HAM seharusnya dilakukan di lingkungan akademis, bukan di ruang publik televisi.

Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung menilai rencana debat ilmiah terbuka antara Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai dan Guru Besar Hukum Tata Negara UGM Zainal Arifin Mochtar sebagai langkah yang tidak tepat.

Rocky bahkan menyebut rencana adu argumen tersebut sebagai peristiwa yang “absurd” dan berpotensi lebih menonjolkan sensasi ketimbang substansi.

“Ini debat yang paling absurd. Kalau Uceng debat sama Menteri Pertahanan, itu masuk akal. Kalau Pigai debat sama Menteri Dalam Negeri, itu masuk akal. Ini dua orang yang betul-betul datang dari bus kota yang sama, bus HAM yang sama. Itu mau debat,” kata Rocky.

Menurut Rocky, baik Pigai maupun Zainal sama-sama memiliki kapasitas dan pemahaman mendalam soal hak asasi manusia (HAM).

Zainal, yang akrab disapa Uceng, dinilai memahami aspek substansi hingga filosofis HAM. Sementara Pigai terlibat langsung dalam perumusan regulasi untuk memastikan penghormatan terhadap HAM.

Karena itu, ia menyarankan agar rencana debat tersebut dihentikan.

“Jadi, saya ingin ini dihindari, dihalangi saja, dibatalkan. Sensasinya akan lebih tinggi dari sekadar substansi,” ujarnya.

Rocky khawatir format debat terbuka di televisi justru membangun persepsi keliru seolah-olah prinsip HAM ditentukan oleh siapa yang menang dalam adu argumen.

“Seolah-olah kalau Pigai yang menang, lalu HAM itu ditentukan oleh Pigai. Kalau Uceng yang menang, HAM itu ditentukan oleh Uceng. Itu artinya akan ada pembelahan lagi tentang isu itu,” tuturnya.

Rocky menegaskan, secara prinsipil, HAM tidak perlu diperdebatkan dalam format menang-kalah karena sifatnya sudah universal dan melekat pada manusia.

“HAM itu sudah final. Dia sifatnya universal. Dia datang dari nature manusia untuk saling merawat kemerdekaan,” katanya.

Ia juga mengingatkan potensi munculnya “pihak ketiga” yang bisa memanfaatkan kegaduhan publik untuk kepentingan politik tertentu.

“Akan ada pihak ketiga yang numpang untuk mengacak-acak masyarakat sipil. Tentu akan ada yang tepuk tangan. Tapi apa artinya tepuk tangan?” ujarnya.

Menurut Rocky, diskursus HAM tetap penting dilakukan. Namun, ia menekankan perlunya membedakan antara perdebatan kebijakan dan perdebatan filosofis.

Ia menilai ruang televisi bukan tempat yang tepat untuk membedah fondasi intelektual HAM secara mendalam.

“Kalau mau debat habis-habisan, datang ke universitas. Di situ ada stok pengetahuan yang bisa diuji maksimal. Bukan di dalam debat-debat talkshow,” tegasnya.

Rocky mengingatkan bahwa konstitusi memerintahkan presiden untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memelihara fakir miskin. Karena itu, perdebatan seharusnya berada pada aspek prioritas dan teknis kebijakan, bukan mempertanyakan prinsip HAM.

“Kita harus mengotot supaya hak asasi manusia itu jadi grammar di semua institusi,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji

Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 19:50 WIB

Nyawa Hampir Dicabut Malaikat Izrail, Striker Inggris Ini Lanjutkan Karier di Liga Qatar

Nyawa Hampir Dicabut Malaikat Izrail, Striker Inggris Ini Lanjutkan Karier di Liga Qatar

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:45 WIB

Zainal Arifin Mochtar Ingin Belajar HAM, Natalius Pigai Siap "Ajari" Secara Live di TV

Zainal Arifin Mochtar Ingin Belajar HAM, Natalius Pigai Siap "Ajari" Secara Live di TV

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:25 WIB

Fenomena Rakyat Menentang MBG, Justru Disebut Lawan HAM?

Fenomena Rakyat Menentang MBG, Justru Disebut Lawan HAM?

Video | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:00 WIB

Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai

Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 06:17 WIB

Terkini

Prabowo Intens ke Luar Negeri, Pengamat HI: Ada Ambisi Personal Jadi Pemimpin Dunia

Prabowo Intens ke Luar Negeri, Pengamat HI: Ada Ambisi Personal Jadi Pemimpin Dunia

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:00 WIB

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

Wapres AS JD Vance: Kesepakatan dengan Iran Sudah Dekat, Tapi Belum

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:55 WIB

Terungkap! Ini Alasan Presiden Prancis Macron Sebut Prabowo Sosok yang Sangat Berani

Terungkap! Ini Alasan Presiden Prancis Macron Sebut Prabowo Sosok yang Sangat Berani

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:45 WIB

Benjamin Netanyahu Perintahkan Militer Israel Caplok 70 Persen Wilayah Gaza

Benjamin Netanyahu Perintahkan Militer Israel Caplok 70 Persen Wilayah Gaza

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:40 WIB

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:34 WIB

Serangan Israel di Lebanon Bom Kota Tyre dan Beirut, Pengungsian Massal Kian Kritis

Serangan Israel di Lebanon Bom Kota Tyre dan Beirut, Pengungsian Massal Kian Kritis

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:29 WIB

Singgung Hadiri Bastille Day, Prabowo: Indonesia Mungkin Negara Asia Pertama yang Parade di Eropa

Singgung Hadiri Bastille Day, Prabowo: Indonesia Mungkin Negara Asia Pertama yang Parade di Eropa

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:24 WIB

Langkah Berani Presiden Prabowo: Instruksikan Sekolah di Seluruh Indonesia Belajar Bahasa Prancis

Langkah Berani Presiden Prabowo: Instruksikan Sekolah di Seluruh Indonesia Belajar Bahasa Prancis

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:13 WIB

Prabowo Puji Keberanian Macron di Panggung Dunia: Indonesia dan Prancis Punya Sikap yang Sama

Prabowo Puji Keberanian Macron di Panggung Dunia: Indonesia dan Prancis Punya Sikap yang Sama

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:00 WIB

Intip saat Prabowo Disambut Upacara Kehormatan di Les Invalides Paris, Dikawal 146 Pasukan Berkuda

Intip saat Prabowo Disambut Upacara Kehormatan di Les Invalides Paris, Dikawal 146 Pasukan Berkuda

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 07:52 WIB