Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digadang-gadang sebagai solusi atasi stunting dan perbaikan gizi anak.
Namun di balik tujuan mulianya, muncul berbagai laporan dugaan keracunan, persoalan sanitasi, hingga tata kelola yang dipertanyakan publik.
Gelombang kritik pun bermunculan. Tapi pernyataan bahwa penolakan terhadap program bisa dianggap menentang HAM justru memicu perdebatan baru. Apakah suara kritis masyarakat kini dianggap ancaman?
Di tengah polemik ini, satu pertanyaan besar muncul: salahkah rakyat mengawasi kebijakan yang menyangkut keselamatan dan anggaran negara?
Simak ulasan lengkapnya dan temukan berbagai sudut pandang dalam perdebatan yang semakin panas ini.
Creative/Video Editor: Susi/Vanya