- Upaya serangan kilat AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi untuk melumpuhkan kepemimpinan Iran gagal total.
- Iran membalas dengan Operation True Promise 4, menghancurkan pangkalan militer AS di Teluk dan menewaskan ratusan personel.
- Meskipun kompleks kediaman Khamenei hancur, pejabat Iran memastikan seluruh struktur kepemimpinan pusat tetap utuh dan berfungsi.
Suara.com - Ambisi Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk melumpuhkan Iran dalam satu serangan kilat pada Sabtu (28/2/2026) pagi, menurut pihak Iran tidak sesuai target.
Meski mengerahkan jet tempur tercanggih dan rudal presisi untuk membombardir jantung kota Teheran, aliansi ini gagal mencapai tujuan utamanya: menghabisi kepemimpinan tertinggi Iran.
Klaim Iran, sebaliknya, Iran meluncurkan serangan balasan mematikan yang menghancurkan pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk dan menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa di pihak Pentagon.
Dunia internasional kini menyoroti bagaimana operasi militer skala besar yang diumumkan langsung oleh Presiden Donald Trump tersebut, justru berbalik menjadi bumerang.
Data terkini menunjukkan bahwa hari pertama perang ini tidak berjalan sesuai rencana Washington.
Garda Revolusi Iran, Sabtu malam sekitar pukul 21.59, mengklaim serangan balasan mereka terhadap pangkalan-pangkalan militer AS, termasuk Israel, menewaskan 200 tentara musuh.
Tak hanya itu, radar canggih pendeteksi rudal balistik antarbenua (ICBM), yakni FPS 132 milik AS di Bahrain, berhasil dihancurkan.

Upaya Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei Gagal
Salah satu target utama dari agresi gabungan ini adalah kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Foto citra satelit yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kompleks kediaman Khamenei yang porak-poranda dan hancur total setelah dihujani rudal. Namun, intelijen Israel dan AS tampaknya meremehkan protokol perlindungan Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan pukulan telak bagi narasi kemenangan Barat saat berbicara dalam wawancara eksklusif dengan NBC News.
Ia memastikan bahwa seluruh struktur kepemimpinan Iran masih sangat utuh dan berfungsi normal.
"Sejauh yang saya tahu, Ayatollah dan presiden masih hidup. Pejabat tinggi negara masih hidup dan aman," kata Araghchi.
![Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan Citra satelit rumah Ali Khamenei yang hancur dibombardir Israel serta Amerika Serikat (kanan). [SOAR/Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/02/28/13970-citra-satelit-rumah-ali-khamenei-dihancurkan-israel-dan-amerika-serikat.jpg)
Gagalnya upaya "decapitation strike" atau serangan pemenggalan kepemimpinan ini membuat moral militer Iran justru semakin meningkat.
Sementara aliansi AS-Israel kini harus menghadapi kenyataan bahwa musuh utama mereka masih berdiri tegak di pusat komando yang aman.