Baca 10 detik
- Tiga personel militer AS tewas akibat serangan di Kuwait, menandai korban jiwa pertama bagi Washington dalam eskalasi konflik ini.
- Pemerintahan Trump menghadapi pukulan politik domestik karena dukungan publik operasi militer menurun menjelang pemilihan paruh waktu.
- Iran, di bawah dewan transisi, mengonsolidasikan kekuatan dan siap melanjutkan perlawanan jangka panjang terhadap koalisi AS-Israel.
Selain itu, sektor penerbangan global mengalami gangguan terburuk dalam sejarah dengan ditutupnya Bandara Internasional Dubai dan beberapa hub udara utama lainnya di Timur Tengah.
Trump tetap bersikeras melanjutkan "perang psikologis" dengan mengajak rakyat Iran melakukan pemberontakan, namun di lapangan, konsolidasi militer Iran dan kelompok proksinya justru tampak semakin solid dalam memberikan perlawanan terhadap serangan udara AS yang telah menghantam lebih dari 1.000 target.