Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Pelanggaran Berat Hukum Internasional

Bangun Santoso

Senin, 02 Maret 2026 | 20:30 WIB
Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Pelanggaran Berat Hukum Internasional
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. /ANTARA/Anadolu/py.
baca 10 detik
  • PP Muhammadiyah mengecam serangan AS dan Israel ke Iran, menilai tindakan itu pelanggaran HAM dan hukum internasional.
  • Organisasi tersebut menyampaikan duka cita atas korban jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Iran, serta mendesak PBB bertindak tegas.
  • Muhammadiyah menyerukan dialog, mendorong OKI menghentikan kekerasan di Palestina, serta menahan diri dari eskalasi militer.

Suara.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi menyatakan sikap tegas terhadap eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Organisasi Islam moderat terbesar di Indonesia ini mengecam keras serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel ke wilayah Iran.

Serangan tersebut dinilai bukan hanya sekadar aksi militer, melainkan sebuah pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan global.

Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menegaskan bahwa tindakan militer tersebut telah mengangkangi berbagai aturan yang telah disepakati oleh komunitas internasional.

Muhammadiyah memandang aksi ini sebagai bentuk provokasi yang dapat merusak stabilitas keamanan dunia.

“Kami mengecam dengan sangat serangan tersebut dan kami memandangnya sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir Antara, Senin (2/3/2026).

Sikap resmi ini tertuang dalam Surat Pernyataan Nomor 16/PER/I.0/B/2026 tentang Konflik di Timur Tengah.

Dalam dokumen tersebut, Muhammadiyah menyoroti bagaimana serangan tersebut merupakan bentuk pengabaian nyata terhadap berbagai keputusan yang telah dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjaga perdamaian di kawasan tersebut.

Selain memberikan kecaman, Muhammadiyah juga menunjukkan empati mendalam terhadap dampak kemanusiaan yang ditimbulkan.

baca juga

Organisasi ini menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, serta korban-korban lain yang jatuh akibat serangan tersebut.

Ungkapan duka cita ini juga ditujukan bagi para korban yang terdampak serangan balik Iran di sejumlah negara Arab, menunjukkan posisi Muhammadiyah yang menitikberatkan pada aspek kemanusiaan tanpa memandang batas negara.

Ketegangan yang kian memuncak di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas.

Oleh karena itu, Muhammadiyah mendesak agar lembaga internasional tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan konkret yang memiliki efek jera.

Muhammadiyah menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut serta mewujudkannya melalui langkah nyata.

Langkah ini dianggap perlu untuk mengembalikan marwah hukum internasional yang seolah tidak berdaya di hadapan kekuatan militer besar.

"Kami mendorong agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah," ujar Syafiq.

Dalam pandangan Muhammadiyah, isu di Timur Tengah saling berkaitan erat, terutama dengan situasi di Palestina.

Penanganan konflik Iran-Israel tidak boleh melepaskan fokus dari upaya penghentian kekerasan sistematis yang terjadi di tanah Palestina.

Muhammadiyah berharap Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dapat memainkan peran yang lebih strategis dan berani dalam menekan eskalasi ini.

Di sisi lain, Muhammadiyah juga memberikan imbauan kepada negara-negara di kawasan agar tidak terjebak dalam lingkaran kekerasan yang lebih dalam.

Iran dan negara-negara Arab diminta untuk tetap tenang dan tidak mengedepankan emosi militeristik.

Dialog antar-sesama anggota OKI dianggap sebagai jalan keluar terbaik untuk menghindari perpecahan di dunia Islam yang hanya akan merugikan stabilitas kawasan.

Dorongan untuk menempuh jalur diplomasi terus disuarakan sebagai alternatif utama selain angkat senjata.

Muhammadiyah mengajak seluruh elemen global, mulai dari pemerintah hingga tokoh agama, untuk bersatu dalam menyuarakan perdamaian yang berkeadilan.

"Kami mengajak semua negara, lembaga-lembaga multilateral dan bilateral, tokoh-tokoh agama dan kekuatan masyarakat pada umumnya untuk ikut menciptakan kedamaian dan keadilan global dan mengecam segala bentuk tindakan yang semena-mena yang menyebabkan kerusakan dan hancurnya peradaban di muka bumi," tutur Syafiq.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Tentara AS Tewas di Perang Iran Bertambah

Jumlah Tentara AS Tewas di Perang Iran Bertambah

News | Senin, 02 Maret 2026 | 20:24 WIB

Kuwait Tembak Jatuh 3 Pesawat Tempur F-15 Amerika Serikat

Kuwait Tembak Jatuh 3 Pesawat Tempur F-15 Amerika Serikat

News | Senin, 02 Maret 2026 | 20:09 WIB

Terpopuler: Mantan Presiden Iran Ungkap Ampuhnya Mossad, Bisakah Gadai TV dan Smartwatch?

Terpopuler: Mantan Presiden Iran Ungkap Ampuhnya Mossad, Bisakah Gadai TV dan Smartwatch?

Tekno | Senin, 02 Maret 2026 | 19:49 WIB

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Harap Negara Sahabat Kutuk Serangan AS

Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Harap Negara Sahabat Kutuk Serangan AS

News | Senin, 02 Maret 2026 | 19:47 WIB

Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker

Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker

News | Senin, 02 Maret 2026 | 19:21 WIB

Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran

Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran

News | Senin, 02 Maret 2026 | 19:17 WIB

Sinopsis Argo, Salah Satu Film Tentang Konflik Iran-AS

Sinopsis Argo, Salah Satu Film Tentang Konflik Iran-AS

Entertainment | Senin, 02 Maret 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Manga Even a Replica Can Fall in Love Siap Akhiri Kisah Nao di Volume 7

Manga Even a Replica Can Fall in Love Siap Akhiri Kisah Nao di Volume 7

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:57 WIB

Cara Mudah Mencari Panjang Alas Jajar Genjang jika Luas dan Tinggi Sudah Diketahui

Cara Mudah Mencari Panjang Alas Jajar Genjang jika Luas dan Tinggi Sudah Diketahui

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:54 WIB

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Erick Thohir Wanti-wanti John Herdman, Kondisi 3 Pemain Timnas Indonesia Bikin Was-was

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

25 Merk Beras Fortifikasi Diduga Lakukan Penipuan: Rojo Lele Hingga Nutri Rice Food Station

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Saham SMRA Anjlok Usai Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Terjaring OTT KPK

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:50 WIB

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Mengenal Proyeksi Gall-Peters: Mengungkap Distorsi Geografis di Peta Mercator

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:46 WIB

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 11:44 WIB

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

5 Pilihan Celana Padding Sepeda Terbaik untuk Pemula, Nyaman Buat Gowes Lama

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:38 WIB

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:37 WIB

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

×