Diprotes Ulama, Prabowo Tetap Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace, Mengapa?

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Jum'at, 06 Maret 2026 | 08:44 WIB
Diprotes Ulama, Prabowo Tetap Pertahankan Keanggotaan RI di Board of Peace, Mengapa?
Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para ulama dan pimpinan ormas Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam. [Dok. Biro Pers Istana]
baca 10 detik
  • Prabowo tegaskan Board of Peace sebagai ikhtiar diplomasi demi kemerdekaan Palestina.
  • FPI dan MUI desak Indonesia keluar dari Board of Peace karena tidak efektif.
  • Jimly Asshiddiqie usul penangguhan keanggotaan BoP hingga krisis Timur Tengah mereda.

Suara.com - Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030, Nusron Wahid, menyampaikan kembali pernyataan Presiden Prabowo Subianto di hadapan para ulama mengenai keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP). 

Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam di Istana Kepresidenan, Kamis (5/3/2026) malam, Presiden Prabowo menegaskan keinginannya untuk memaksimalkan BoP sebagai sarana mewujudkan kemerdekaan Palestina. 

"Posisi Presiden adalah bangsa Indonesia menerima BoP sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar," ujar Nusron usai pertemuan tersebut.

Nusron, yang juga menjabat Menteri ATR/BPN, memastikan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik, termasuk aspirasi ulama yang mendesak Indonesia menarik diri dari BoP.

"Pemerintah tidak antikritik. Kami mencermati keadaan, namun ingin membuktikan bahwa diplomasi adalah jalan terbaik dibandingkan peperangan," tambahnya.

Tantangan Alternatif Diplomasi

Dalam diskusi tersebut, Prabowo turut mempertanyakan wadah alternatif jika Indonesia benar-benar keluar dari BoP. Menurut pemerintah, saat ini BoP merupakan satu-satunya forum perundingan aktif yang melibatkan negara-negara kunci untuk isu Gaza dan Palestina.

"Bapak Presiden mempertanyakan, jika kita keluar, forum mana lagi yang tersedia untuk meja perundingan perdamaian? Saat ini, BoP adalah satu-satunya jalan yang ditempuh Indonesia bersama delapan negara lainnya," jelas Nusron.

FPI dan MUI Desak Penarikan Diri

baca juga

Di sisi lain, Front Persaudaraan Islam (FPI) secara resmi melayangkan surat kepada Presiden yang isinya mendesak Indonesia segera mundur dari BoP. Sekretaris Majelis Syura DPP FPI, Habib Hanif Alatas, menyatakan ketidakpercayaan pihaknya terhadap Amerika Serikat (AS) sebagai inisiator dan Israel sebagai anggota dewan tersebut.

"Kami titipkan surat melalui menteri beliau. Kami percaya niat baik Presiden, namun kami tidak percaya pada AS dan Israel karena rekam jejak mereka yang buruk," kata Hanif. 

Menanggapi desakan ini, Presiden Prabowo memberikan opsi untuk menarik diri jika di kemudian hari BoP terbukti tidak lagi membawa kemaslahatan bagi Palestina atau merugikan kepentingan nasional. Namun, Hanif menilai Indonesia tidak perlu menunggu dan harus segera bertindak tegas.

Nada serupa disampaikan Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis. Ia menyerukan agar Indonesia keluar dari BoP karena dinilai tidak efektif pasca-agresi AS ke Iran.

"Jika tidak efektif, sebaiknya keluar saja. Kita harus maksimalkan peran PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)," tegas Cholil.

Usulan Penangguhan Keanggotaan

Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie, menawarkan jalan tengah berupa penangguhan kewajiban keanggotaan. Jimly menyoroti persepsi publik yang kini menjuluki BoP sebagai "Board of War" akibat konflik militer di Timur Tengah.

Ia menyarankan agar keaktifan Indonesia dihentikan sementara hingga dua syarat terpenuhi: meredanya perang Iran dengan AS-Israel, serta adanya jadwal pasti pengakuan kemerdekaan Palestina oleh Israel. 

"Dua hal yang membuat Donald Trump senang adalah peran Indonesia di BoP dan kebijakan tarif. Karena perkembangan baru ini, kita bisa kurangi separuh. Tangguhkan BoP sampai situasi kondusif dan ada kepastian jadwal kemerdekaan Palestina," pungkas Jimly.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza

Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 08:22 WIB

FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace

FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 07:05 WIB

Mamah Dedeh Bocorkan Isi Pertemuan Prabowo dan Ulama: Bahas Perang Dunia hingga Krisis Bangsa

Mamah Dedeh Bocorkan Isi Pertemuan Prabowo dan Ulama: Bahas Perang Dunia hingga Krisis Bangsa

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 22:54 WIB

Terkini

Warna Bedak Beige Cocok untuk Kulit Apa? Ini Cara Pilih Shade yang Benar Tanpa Test Tangan

Warna Bedak Beige Cocok untuk Kulit Apa? Ini Cara Pilih Shade yang Benar Tanpa Test Tangan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:38 WIB

Lindungi Siswa dari Intimidasi, Disdikpora DIY Perketat Akses Pihak Ketiga ke Sekolah

Lindungi Siswa dari Intimidasi, Disdikpora DIY Perketat Akses Pihak Ketiga ke Sekolah

Jogja | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:35 WIB

Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun

Sosok Prajurit AS Tewas Dirudal Iran, Lulusan S2 dan Masih Berusia 19 Tahun

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:33 WIB

Nasabah Keluhkan Reksa Dana Maybank Tidak Bisa Cair, Begini Penjelasan Perusahaan

Nasabah Keluhkan Reksa Dana Maybank Tidak Bisa Cair, Begini Penjelasan Perusahaan

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:33 WIB

45 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption dan Status WA

45 Ucapan Hari Anak Nasional 2026 yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption dan Status WA

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:32 WIB

Naik Transportasi Umum: Langkah Kecil Menuju Green Transportation

Naik Transportasi Umum: Langkah Kecil Menuju Green Transportation

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:32 WIB

Konsep TOD: Rahasia di Balik Stasiun yang Penuh Sesak tapi Tetap Manusiawi

Konsep TOD: Rahasia di Balik Stasiun yang Penuh Sesak tapi Tetap Manusiawi

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:31 WIB

Ikka: Thriller Netflix yang Menyoroti Keadilan dan Pengorbanan Keluarga!

Ikka: Thriller Netflix yang Menyoroti Keadilan dan Pengorbanan Keluarga!

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:30 WIB

Prabowo Usul Efisiensi Anggaran TNI-Polri, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Prabowo Usul Efisiensi Anggaran TNI-Polri, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:23 WIB

Curhat Emosional Lionel Messi Usai Spanyol Kubur Mimpi Back-to-Back Argentina di Piala Dunia 2026

Curhat Emosional Lionel Messi Usai Spanyol Kubur Mimpi Back-to-Back Argentina di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:15 WIB

×