- BPBD Kota Tangerang melaporkan sembilan kecamatan terdampak banjir parah akibat hujan deras yang terjadi sejak Sabtu hingga Minggu (8/3/2026).
- Ketinggian banjir bervariasi, mencapai titik terparah 150 cm di Kecamatan Periuk, menyebabkan akses mobilitas warga lumpuh total.
- Pemerintah daerah mengaktifkan posko pengungsian dan mengerahkan personel gabungan untuk evakuasi serta penanganan optimalisasi pompa air.
Suara.com - Intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah penyangga Jakarta kembali memicu keadaan darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Provinsi Banten, melaporkan bahwa sebanyak sembilan wilayah kecamatan kini terdampak banjir dengan kondisi yang bervariasi.
Ketinggian air dilaporkan mulai dari 40 sentimeter hingga titik terparah mencapai 150 sentimeter atau 1,5 meter. Kondisi ini memaksa ribuan warga di kawasan pemukiman padat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, memberikan konfirmasi mengenai penyebab utama dari luapan air yang merendam pemukiman warga ini.
Berdasarkan pantauan di lapangan, curah hujan yang turun secara konsisten sejak hari Sabtu menjadi pemicu utama debit air tidak lagi tertampung oleh drainase dan sungai di sekitar wilayah Tangerang.
"Hujan deras yang terjadi sejak kemarin sampai dengan minggu pagi turun tanpa henti mengakibatkan banjir dan genangan di beberapa lokasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar, dilansir Antara, Minggu (8/3/2026).
Data terbaru menunjukkan bahwa Kecamatan Periuk menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Di kecamatan ini, akses mobilitas warga lumpuh total di beberapa titik vital.
Banjir merendam Jalan Utama Mutiara Pluit, Jalan Utama Danau Situ Bulakan, Jalan Duta Perum Taman Cibodas, hingga Jembatan Alamanda.
Ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut dilaporkan mencapai 1,5 meter, yang merupakan level paling berbahaya dalam peta bencana kali ini.
Pergeseran dampak banjir juga meluas ke wilayah Kecamatan Cipondoh, tepatnya di Kampung Candulan dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter.
Sementara itu, kawasan yang selama ini dikenal rawan banjir, yakni Karang Tengah, kembali terdampak. Komplek Ciledug Indah 1 Pedurenan dilaporkan terendam air dengan ketinggian 80 sentimeter, yang menghambat aktivitas warga di hari libur ini.
Di wilayah Kecamatan Jatiuwung, genangan air terpantau di Alam Jaya dan Perum Magnolia Jatake dengan ketinggian rata-rata 60 sentimeter.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Ciledug, di mana banjir merendam Perum Duren Villa Sudimara Selatan dan Perum Griya Kencana Sudimara Barat dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Kecamatan Cibodas juga tidak luput dari terjangan air. Laporan BPBD mencatat banjir terjadi di Jalan Kalingga 1 RW 16, Jalan Darmawangsa Uwung Jaya, serta RW 5 Taman Cibodas Uwung Jaya dengan ketinggian air 60 sentimeter.
Wilayah-wilayah ini merupakan area pemukiman padat yang memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kerugian material yang lebih besar.
Situasi di Kecamatan Pinang juga menjadi perhatian serius petugas. Banjir melanda RT 001-RT 002/ RW 05 Panunggangan Utara dengan ketinggian 40 sentimeter.
Tercatat sedikitnya ada 50 kepala keluarga yang terdampak langsung oleh luapan air di wilayah tersebut. Namun, kondisi yang cukup mengkhawatirkan terjadi di Kecamatan Larangan.
Di Perum Taman Cipulir Blok A4 No.15 Cipadu Jaya, banjir terjadi akibat tanggul yang jebol, sehingga air dengan cepat masuk dan merendam pemukiman warga.
Kecamatan Karawaci turut melaporkan adanya genangan di RW 2, 4, 6, dan 9 Kelurahan Karawaci Baru dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.
Terakhir, di wilayah Kecamatan Benda yang berdekatan dengan area bandara, banjir terjadi di RW 11 dan 9 Kelurahan Belendung dengan ketinggian air menyentuh angka 60 sentimeter.
Menanggapi situasi yang kian mendesak, pemerintah daerah telah mengaktifkan sejumlah posko pengungsian untuk menampung warga yang rumahnya sudah tidak mungkin lagi ditempati.
Beberapa lokasi yang kini dijadikan tempat perlindungan sementara antara lain Rumah Potong Hewan (RPH), Mushola Petir Cipondoh, Masjid Ma’arif Petir, hingga GOR Total Persada.
Personel gabungan dari BPBD dan instansi terkait terus bersiaga di lokasi-lokasi banjir untuk membantu proses evakuasi, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Selain evakuasi, fokus utama saat ini adalah memastikan aliran air bisa segera surut melalui optimalisasi pompa dan perbaikan darurat pada infrastruktur yang rusak.
"Kita terus lakukan evakuasi warga terdampak ke posko pengungsian untuk keselamatan. Sedangkan petugas dari Dinas PUPR terus bekerja melakukan penanganan," ujarnya.