Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!

Bella

Senin, 09 Maret 2026 | 17:59 WIB
Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!
Ilustrasi BBM. (Pexels/Engin Akyurt)
baca 10 detik
  • Konflik Iran-Indonesia berdampak pada ketahanan energi nasional, di mana cadangan BBM yang diklaim aman diragukan validitasnya.
  • Empat kapal tanker Indonesia tertahan di Teluk Persia akibat blokade Iran, menciptakan kerawanan pasokan BBM dalam negeri.
  • Iran menjadikan Selat Hormuz sebagai senjata utama, menyebabkan kenaikan harga BBM non-subsidi di Indonesia.

Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah dan memburuknya hubungan diplomatik antara Republik Islam Iran dan Indonesia kini mulai membawa dampak nyata bagi ketahanan energi nasional. Klaim pemerintah bahwa cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) aman dinilai hanya sekadar meninabobokkan rakyat di tengah krisis yang mengintai.

Secara tegas Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menyoroti pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya menyebut Indonesia memiliki cadangan BBM untuk 21 hari ke depan.

Menurut Siswanto, angka 21 hari tersebut menyisakan celah besar yang tidak diungkap ke publik, terutama terkait status minyak yang masih dalam perjalanan dan empat kapal tanker Indonesia yang saat ini tertahan di kawasan Teluk Persia akibat blokade Iran.

“Bahlil menyebut ada 21 hari persediaan BBM kita cadangan. Tapi yang tidak diungkap oleh Bahlil adalah berapa yang sudah di Indonesia, berapa yang OTW? Itu empat kapal itu berapa totalnya? Jadi ini rawan bagi kita,” ujar Siswanto dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin (9/3/2026).

Lebih lanjut, Siswanto menepis opsi alternatif pemerintah yang berencana mengalihkan impor minyak dari Singapura atau Amerika Serikat. Pasalnya, rantai pasok global tetap bermuara di kawasan konflik.

“Bahlil ada menyebut, ‘Oh, kita nanti beli Singapura.’ Singapura juga beli dari sana (Selat Hormuz), beli Amerika, Amerika kan juga beli dari sana. Aramco yang dihajar itu kan perusahaan join antara Arab Saudi dan Amerika,” jelasnya.

Kondisi kilang minyak domestik yang terbatas membuat posisi Indonesia semakin rentan. Siswanto mengungkapkan bahwa kepanikan membeli BBM (panic buying) sebenarnya sudah mulai terjadi di sejumlah daerah, meski belum merambah kawasan Jabodetabek.

Ia memperingatkan, jika krisis berlanjut dan pemerintah terpaksa menjatah distribusi BBM, ketimpangan antarwilayah akan terjadi.

“Saya sih menduga kalau tiba masanya minyak dijatah, Jawa paling banyak dapat. Sementara di luar Jawa akan menderita. Makanya mereka banyak membeli sekarang-sekarang ini di Jakarta, Bekasi, Depok belum terjadi kan,” tegasnya.

baca juga

Siswanto juga menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai terlalu meninabobokkan atau menenangkan masyarakat. Ia menyinggung ironi kebijakan mudik gratis yang tengah disiapkan Kementerian Perhubungan di tengah bayang-bayang krisis ekonomi.

“Mudik mungkin bisa karena gratis. Tapi di kampung mau makan apa? duit nggak ada kan?” ujarnya.

Selat Hormuz Jadi Senjata Pemungkas Iran

Krisis energi ini tidak lepas dari langkah drastis Iran yang menjadikan Selat Hormuz—jalur yang melayani sekitar 30 persen perputaran minyak dunia—sebagai senjata utama dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel.

“Selat Hormuz ini selatnya Iran. Jadi, Iran bisa melakukan apa saja. Dan sekarang dalam peperangan yang digencarkan oleh Iran, Selat Hormuz ini sudah menjadi senjata. Jadi perang rudal hayo, perang ekonomi juga hayo. Senjatanya apa? blokade Selat Hormuz. Nah, ini yang sedang dilakukan. Jadi, bahwa ekonomi dunia bakal berantakan,” ungkapnya.

Bagi Iran yang saat ini menerapkan strategi perang total, dampak hancurnya ekonomi global bukan lagi urusan mereka. Kekecewaan Iran atas serangan AS dan Israel yang menyasar fasilitas sipil, termasuk sekolah anak-anak, membuat Teheran membabi buta dan tidak lagi memilih target serangan.

Dampak langsungnya ke Indonesia pun kini sudah terasa. Harga BBM non-subsidi di dalam negeri dilaporkan telah merangkak naik.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jamin Stok BBM Saat Lebaran 2026, Pertamina Kawal Ketat Produksi Gasoline dan Avtur di 6 Kilang

Jamin Stok BBM Saat Lebaran 2026, Pertamina Kawal Ketat Produksi Gasoline dan Avtur di 6 Kilang

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 17:37 WIB

Menguak Surat Megawati untuk Ali Khamenei di Tengah Retaknya Hubungan Batin Iran-RI

Menguak Surat Megawati untuk Ali Khamenei di Tengah Retaknya Hubungan Batin Iran-RI

News | Senin, 09 Maret 2026 | 16:59 WIB

Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel

Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 16:04 WIB

Perusahaan Minyak Bahrain Umumkan Force Majeure Imbas Perang Iran

Perusahaan Minyak Bahrain Umumkan Force Majeure Imbas Perang Iran

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 15:43 WIB

Buntut Tekanan AS, Iran Disebut Kecewa Berat Terhadap Indonesia Era Prabowo

Buntut Tekanan AS, Iran Disebut Kecewa Berat Terhadap Indonesia Era Prabowo

News | Senin, 09 Maret 2026 | 15:41 WIB

Harga Minyak Tembus 100 dolar AS per Barrel, Harga BBM Bakal Naik?

Harga Minyak Tembus 100 dolar AS per Barrel, Harga BBM Bakal Naik?

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 16:50 WIB

Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20

Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 14:47 WIB

Trump Gusar usai Iran Tunjuk Pemimpin Baru, Israel Nekat Tembakkan Bom Fosfor

Trump Gusar usai Iran Tunjuk Pemimpin Baru, Israel Nekat Tembakkan Bom Fosfor

Tekno | Senin, 09 Maret 2026 | 14:20 WIB

Pemudik Tak Perlu Khawatir, Polda Metro Pastikan Stok BBM Lebaran Aman dan Melimpah

Pemudik Tak Perlu Khawatir, Polda Metro Pastikan Stok BBM Lebaran Aman dan Melimpah

News | Senin, 09 Maret 2026 | 14:25 WIB

Sisa 2 Hari Lagi! Serbu Promo Minyak Goreng Murah di Indomaret, Ada Sovia Sampai Tropical

Sisa 2 Hari Lagi! Serbu Promo Minyak Goreng Murah di Indomaret, Ada Sovia Sampai Tropical

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 14:42 WIB

Terkini

Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:20 WIB

Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Flek Hitam Muncul di Usia Berapa? Ini Cara Mencegah dan Menghilangkannya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:20 WIB

4 Tips Menyimpan Sepeda Lipat agar Awet, Bebas Karat, dan Tetap Nyaman Dikendarai

4 Tips Menyimpan Sepeda Lipat agar Awet, Bebas Karat, dan Tetap Nyaman Dikendarai

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:19 WIB

Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit

Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit

Jogja | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:14 WIB

Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK

Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK

Sulsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:14 WIB

Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'

Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:11 WIB

Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?

Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:10 WIB

Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG

Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG

Jogja | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:07 WIB

Lawan Hama Wereng, Petani Boyolali Andalkan Teknologi Drone

Lawan Hama Wereng, Petani Boyolali Andalkan Teknologi Drone

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:00 WIB

Kasus TPPU Memasuki Babak Baru: Eks Jampidsus Masuk Daftar Panggil, Kejagung Terbitkan Sprindik ke-4

Kasus TPPU Memasuki Babak Baru: Eks Jampidsus Masuk Daftar Panggil, Kejagung Terbitkan Sprindik ke-4

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:58 WIB

×