Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 09 Maret 2026 | 14:47 WIB
Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa setiap negara memiliki "resep" berbeda dalam menghadapi krisis global. Foto Kementerian ESDM.
  • Harga minyak dunia meroket di atas USD 118 per barel akibat konflik Timur Tengah.
  • Bahlil kaji efisiensi energi nasional, enggan terburu-buru ikut jejak 4 hari kerja Filipina.
  • Pemerintah percepat program B50 dan E20 sebagai solusi hadapi lonjakan harga minyak global.

Suara.com - Lonjakan harga minyak mentah dunia yang kian tak terkendali mulai memaksa negara-negara di Asia mengambil langkah ekstrem. Filipina, misalnya, resmi memangkas hari kerja menjadi hanya empat hari sepekan demi efisiensi energi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, angkat bicara mengenai posisi Indonesia.

Bahlil menegaskan bahwa setiap negara memiliki "resep" berbeda dalam menghadapi krisis global. Menurutnya, Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan hitung-hitungan cermat sebelum mengambil kebijakan serupa.

"Kami lagi melakukan exercise. Apa yang dilakukan oleh negara lain itu kan tergantung dari kondisi masing-masing negara. Kita juga akan melihat seberapa penting dan langkah apa yang harus kita lakukan dalam rangka melakukan efisiensi," ujar Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Bagi Bahlil, efisiensi bukan sekadar mengerem pengeluaran kas negara, melainkan tentang bagaimana mengoptimalkan sumber daya domestik agar tidak terus "disandera" oleh fluktuasi harga global.

Alih-alih langsung latah mengikuti jejak Filipina memangkas hari kerja, Indonesia memilih jalur penguatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bantalan. Bahlil menyebut percepatan program B50 dan penerapan etanol (E20) akan menjadi solusi prioritas.

"Mungkin kita akan mendorong untuk kita mempercepat B50, salah satu alternatif. Kemudian kita akan mempercepat penerapan E20, etanol," cetusnya optimistis.

Kepanikan pasar energi global ini bukan tanpa alasan. Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran pada akhir Februari lalu telah menjadi sumbu ledak harga minyak. Kondisi diperparah dengan aksi Iran menutup Selat Hormuz—jalur nadi yang memasok 20 persen kebutuhan minyak dunia.

Pantauan pasar pada Senin (9/3/2026) menunjukkan minyak brent melonjak lebih dari 25% hingga menembus USD 117,16 per barel, sementara WTI meroket drastis 30% ke level tertinggi harian di angka USD 118,82 per barel.

Dengan harga minyak yang kini kokoh di atas USD 100 per barel, langkah pemerintah dalam melakukan exercise kebijakan energi nasional kini dinanti publik untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah badai krisis global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang

Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:54 WIB

Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Cuma Omon-omon Janji Manis BBM Tak Naik?

Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Cuma Omon-omon Janji Manis BBM Tak Naik?

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:44 WIB

Bahlil: Pemerintah Dukung Penuh Pesantren, Salah Satunya Lewat MBG dan Beasiswa LPDP

Bahlil: Pemerintah Dukung Penuh Pesantren, Salah Satunya Lewat MBG dan Beasiswa LPDP

News | Senin, 09 Maret 2026 | 11:45 WIB

Terkini

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:17 WIB

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Isu Reshuffle Menkeu-Gubernur BI, INDEF Ingatkan Risiko Ekonomi RI Terguncang

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:56 WIB

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

DC Solusiku Gunakan Intimidasi? OJK Turun Tangan Selidiki Dugaan Pelanggaran

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:39 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Rupiah Masih Tertekan, Pengamat Anggap Dua Jurus BI-Kemenkeu Kurang Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:38 WIB

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:31 WIB

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bea Cukai Wanti-wanti Kebijakan Kemasan Polos Jangan Beri Celah Rokok Ilegal

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:27 WIB

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Perhatian Pengusaha! DSI Bisa Atur Harga Ekspor Komoditas

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:23 WIB

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:15 WIB

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 12:47 WIB

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Gegara Ditolak Bank, Pengguna Pinjol Makin Banyak Nilainya Tembus Rp 102,07 T

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:40 WIB