Baca 10 detik
- Anggota DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo, menyoroti pengelolaan sampah yang belum optimal pada rapat paripurna 9 Maret 2026.
- Ia menyarankan Pemprov DKI meniru jadwal pengambilan sampah terpilah Jepang karena regulasi saat ini terlalu umum.
- Francine mendesak penegakan larangan kantong plastik sekali pakai dan mencontoh Bali serta efisiensi anggaran Banyumas.
"Terkait dengan APBD, kalau kita lihat di Jakarta tahun 2024 terkait dengan pengelolaan sampah Rp3,14 triliun. Kemudian di 2025 Rp2,77 triliun. Kita bisa belajar dari praktik pengelolaan sampah yang sudah dilakukan oleh Banyumas, di mana mereka anggaran pengelolaan sampahnya hanya Rp30 miliar, tapi mereka kemudian berhasil menghemat APBD lebih dari 75 persen menjadi Rp5 miliar karena mampu melakukan pengelolaan sampahnya dengan baik. Bahkan menjadi percontohan dari luar negeri belajar ke Banyumas, bukan ke Jakarta," pungkasnya.