Iran Ancam Balik Militer AS yang Berencana Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz: Kami Tunggu!

Arief Apriadi

Selasa, 10 Maret 2026 | 11:04 WIB
Iran Ancam Balik Militer AS yang Berencana Kawal Kapal Tanker di Selat Hormuz: Kami Tunggu!
Ilustrasi Selat Hormuz (Gemini AI)
  • IRGC secara terbuka menantang rencana militer AS yang ingin mengawali kapal tanker di Selat Hormuz, serta menganggap armada konvoi tersebut sebagai target serangan yang sah.
  • Peringatan keras Iran ini Merujuk pada kejadian terbakarnya supertanker Bridgeton pada tahun 1987, sebagai ancaman nyata bagi AS sebelum mengambil keputusan di jalur energi dunia.
  • Situasi pelayaran semakin mencekam setelah Iran membuktikan ancamannya dengan menyerang kapal tanker Louise P dan Prima menggunakan drone karena dianggap berafiliasi dengan AS.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam secara terang-terangan menantang rencana kehadiran Militer AS di perairan Selat Hormuz.

Ancaman ini muncul setelah Washington berencana memberikan pengawalan khusus bagi deretan Kapal Tanker komersial yang ingin melintasi jalur laut strategi tersebut di tengah berkecamuknya perang regional.

Juru bicara militer Iran, Ali Mohammad Naini, menegaskan bahwa armada perang asing beserta konvoinya yang melintasi wilayah mereka akan dianggap sebagai sasaran serangan yang sah.

“Kami menunggu kehadiran mereka,” kata juru bicara IRGC tersebut menanggapi rencana operasi pengawalan laut dari negeri Paman Sam dikutip dari Al Arabiya, Selasa (10/3/2026).

Pernyataan bernada provokatif ini merupakan jawaban langsung atas sinyal kebijakan terbaru yang sebelumnya diumumkan oleh para pejabat tinggi Amerika Serikat.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sebelumnya sempat mengisyaratkan bahwa armada militer mereka mungkin akan mengawal kapal-kapal dagang dalam beberapa pekan ke depan.

Langkah pengawalan ini sengaja dirancang oleh Washington demi meredakan kekhawatiran global terkait potensi gangguan pasokan minyak dunia akibat konflik bersenjata di wilayah tersebut.

Pihak energi AS juga memberikan pernyataan tambahan bahwa armada angkatan laut mereka sedang bersiap menjalankan misi pengawalan tersebut pada waktu yang dinilai aman.

Operasi pengamanan jalur pelayaran internasional itu akan dilaksanakan "segera setelah hal itu masuk akal untuk dilakukan."

Menangapi rencana Washington tersebut, pihak Iran tidak tinggal diam dan bahkan memberikan peringatan keras dengan mengungkit kembali kejadian kelam di masa lalu.

“Kami merekomendasikan bahwa sebelum mengambil keputusan apa pun, Amerika mengingat kebakaran kapal supertanker Amerika Bridgeton pada tahun 1987 dan kapal tanker minyak yang baru-baru ini menjadi sasaran,” ujar Naini seperti dilansir kantor berita Fars.

Peringatan dari Teheran ini bukanlah sekedar gertakan kosong jika publik berkaca pada rentetan serangan maritim yang terjadi baru-baru ini.

Pada Sabtu pekan lalu, pasukan Iran tercatat telah melakukan penyerangan terhadap kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall bernama Louise P yang sedang berlayar di perairan Teluk Persia.

Menurut laporan dari pihak IRGC, armada Louise P sengaja ditembak menggunakan drone angkatan laut pada siang hari karena kapal tersebut diyakini memiliki hubungan dengan pihak AS.

Insiden penembakan rudal ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah pasukan Iran menggempur kapal komersial lainnya yang bernama Prima.

Kapal tanker Prima tersebut dilaporkan menjadi sasaran serangan serangan drone militer Iran karena mengabaikan peringatan larangan melintas di Selat Hormuz.

Dua serangan berturut-turut ini semakin membuktikan besarnya risiko keamanan dalam lalu lintas pelayaran di kawasan yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan energi dunia itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger! Trump Siapkan Langkah Ekstrem Lenyapkan Pemimpin Baru Iran Jika Tak Turuti AS

Geger! Trump Siapkan Langkah Ekstrem Lenyapkan Pemimpin Baru Iran Jika Tak Turuti AS

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 10:57 WIB

Harga Minyak Dunia Mulai Meroket, BBM Indonesia Kapan Naik?

Harga Minyak Dunia Mulai Meroket, BBM Indonesia Kapan Naik?

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 10:50 WIB

Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Trump Klaim Siapkan Skenario Akhiri Perang Timur Tengah

Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Trump Klaim Siapkan Skenario Akhiri Perang Timur Tengah

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 10:41 WIB

Terkini

Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasehat Presiden dan Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Sore Nanti

Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasehat Presiden dan Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Sore Nanti

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:51 WIB

Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu

Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:49 WIB

Anggota Parlemen Lebanon: Tanpa Hizbullah, Israel Sudah Caplok Negara Kami

Anggota Parlemen Lebanon: Tanpa Hizbullah, Israel Sudah Caplok Negara Kami

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:40 WIB

Dasco Bahas Percepatan Investasi dan Tata Kelola Ekspor Bersama Sejumlah Menteri

Dasco Bahas Percepatan Investasi dan Tata Kelola Ekspor Bersama Sejumlah Menteri

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:39 WIB

Ekspor Sampah Plastik Disebut Solusi Daur Ulang, Penelitian Ungkap Dampak Kesehatannya

Ekspor Sampah Plastik Disebut Solusi Daur Ulang, Penelitian Ungkap Dampak Kesehatannya

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:39 WIB

Benarkah Pemerataan Lapangan Kerja Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi?

Benarkah Pemerataan Lapangan Kerja Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:32 WIB

Masuk Istana, Said Iqbal Dinilai Tak Mewakili Seluruh Buruh Indonesia

Masuk Istana, Said Iqbal Dinilai Tak Mewakili Seluruh Buruh Indonesia

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:16 WIB

Israel Balas Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran

Israel Balas Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:10 WIB

3.200 Laporan Parkir Liar Menumpuk, DKI Gelar Razia Besar-besaran

3.200 Laporan Parkir Liar Menumpuk, DKI Gelar Razia Besar-besaran

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:07 WIB

Iran Serang Target Militer di Palestina Utara, Kedubes di Jakarta Tegaskan Hak Bela Diri

Iran Serang Target Militer di Palestina Utara, Kedubes di Jakarta Tegaskan Hak Bela Diri

News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:05 WIB