- Mendagri Tito Karnavian melarang keras kepala daerah bepergian ke luar negeri selama 14–28 Maret 2026.
- Instruksi ini bertujuan menjaga stabilitas daerah, melancarkan arus mudik, dan mengendalikan inflasi pangan setempat.
- Pengecualian larangan kunjungan luar negeri hanya berlaku bagi urusan mendesak atau arahan langsung dari Presiden.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian resmi menerbitkan instruksi tegas bagi seluruh pimpinan daerah di Indonesia menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 000.2.3/1171/SJ yang melarang para kepala daerah bepergian ke luar negeri selama periode libur Lebaran.
Larangan ini berlaku efektif mulai tanggal 14 hingga 28 Maret 2026, yang mencakup masa satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah hari raya.
Seluruh gubernur, bupati, hingga wali kota beserta wakilnya diwajibkan tetap siaga di wilayah tugas masing-masing demi menjaga stabilitas daerah.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal dan memperkuat koordinasi dalam mengawal kelancaran arus mudik.
Selain itu, para pimpinan daerah diminta memelototi stabilitas harga bahan pokok serta memastikan stok pangan mencukupi guna mengendalikan laju inflasi di daerah.
Kemendagri juga secara tegas membatalkan atau meminta penjadwalan ulang bagi rekomendasi Perjalanan Dinas Luar Negeri (PDLN) yang telah terbit sebelumnya.
Pengecualian hanya diberikan untuk kondisi yang sangat mendesak, seperti arahan langsung dari Presiden atau keperluan pengobatan medis yang bersifat darurat.
Tito Karnavian menekankan prinsip bahwa pemimpin daerah harus berada di garis depan saat masyarakat menikmati libur panjang demi menjamin keamanan warga.
Baca Juga: Alasan Mendagri Larang Kepala Daerah Pergi dari Wilayahnya saat Lebaran 2026
Menanggapi aturan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan dirinya akan mematuhi edaran tersebut dan tetap berada di ibu kota.
"Aduh, kalau Gubernur, Wakil Gubernur Jakarta untuk menyambut Idulfitri ini pasti di Jakarta, karena kami pada Idulfitri pertama akan ada halal bihalal di Balai Kota," ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota, Selasa (10/3/2026).
Pramono menegaskan bahwa seluruh jajaran pimpinan Jakarta akan fokus pada agenda perayaan hari kemenangan dan pelayanan bagi warga Jakarta.
Selain itu, Pemprov DKI juga sudah mencanangkan program Mudik ke Jakarta di mana Pramono mengajak masyarakat menikmati ragam sajian hiburan serta berbagai diskon di berbagai pusat perbelanjaan yang tersedia.
"Jakarta lengang, liburan dan belanja senang, cuan datang," tegas Pramono, yang sekaligus menjadi jargon untuk mensukseskan program tersebut.