Duet AS-Israel Tak Kunjung Sukses Atasi Serangan Balik Iran, 'Epic Fury' Diledek Jadi 'Epic Failure'

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 10 Maret 2026 | 20:31 WIB
Duet AS-Israel Tak Kunjung Sukses Atasi Serangan Balik Iran, 'Epic Fury' Diledek Jadi 'Epic Failure'
Donald Trump dan Netanyahu. [Ist]
  • Operasi "Epic Fury" AS-Israel gagal melumpuhkan Iran karena Teheran menunjukkan ketahanan politik dan transisi kepemimpinan mulus.
  • Dukungan publik Amerika terhadap agresi militer sangat rendah, dengan 60% warga tidak setuju cara Presiden Trump mengelola aksi tersebut.
  • Hezbollah membuka front pertempuran baru di Lebanon, memaksa Israel mundur dan menghadapi tekanan besar di dua front perang.

Suara.com - Perang berskala besar yang digagas oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan nama “Epic Fury” awalnya diproyeksikan sebagai serangan kilat untuk melumpuhkan pusat kekuatan Iran.

Namun, seiring berjalannya waktu, ambisi tersebut justru menemui jalan buntu karena Teheran menunjukkan ketahanan politik dan militer yang jauh lebih solid dari prediksi intelijen Barat.

Alih-alih runtuh, Iran justru berhasil melakukan transisi kepemimpinan dengan cepat dan mulai melancarkan serangan balik yang menguras sumber daya serta konsentrasi pasukan koalisi di berbagai front.

Amerika Tak Solid, Warga Tak Dukung Serangan ke Iran

Di dalam negeri Amerika Serikat sendiri, dukungan terhadap kebijakan perang ini ternyata sangat rapuh dan menunjukkan perpecahan yang dalam.

Hasil survei terbaru dari Economist/YouGov mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa hanya sekitar 32% warga Amerika yang mendukung agresi militer terhadap Iran.

Mayoritas publik merasa skeptis dan tidak memiliki selera untuk terlibat dalam “perang tanpa akhir” lainnya di Timur Tengah, terutama setelah pengalaman pahit di Irak dan Afghanistan.

Ketidakpuasan ini semakin meluas karena sekitar 60% warga AS tidak setuju dengan cara Presiden Donald Trump mengelola aksi militer tersebut.

Publik Amerika juga merasa bahwa pemerintah tidak cukup melakukan upaya diplomasi sebelum memutuskan untuk menggunakan kekuatan senjata.

Perpecahan ini semakin meruncing karena banyak pemilih Trump merasa dikhianati; mereka sebelumnya mendukung Trump karena janji kampanye untuk menghentikan perang luar negeri yang mahal, namun kini justru melihat anggaran negara disedot untuk konflik yang tidak memiliki rencana akhir yang jelas.

Ketidakpercayaan publik ini mencakup keraguan atas kemampuan presiden dalam mengambil keputusan militer yang tepat, di mana 62% warga mendesak agar setiap langkah militer selanjutnya harus mendapatkan persetujuan Kongres terlebih dahulu.

Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran ke Tel Aviv dan fasilitas minyak sebagai aksi balas dendam. (https://www.bloombergtechnoz.com/)
Iran melancarkan serangan rudal besar-besaran ke Tel Aviv dan fasilitas minyak sebagai aksi balas dendam. (https://www.bloombergtechnoz.com/)

Media Iran Sebut Epic Fury sebagai Epic Failure

Media di Iran, Tehran Times, bersama dengan sejumlah pengamat internasional, mulai memberikan label baru bagi operasi militer Washington ini sebagai “Epic Failure” atau kegagalan epik, plesetan dari Epic Furry, nama operasi militer yang digencarkan AS untuk serbu Iran.

Istilah ini pertama kali populer setelah pengangkatan Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru yang berlangsung sangat mulus dan tanpa hambatan, membuktikan bahwa institusi pemerintahan Iran tetap utuh meskipun digempur serangan udara.

Analis dari Financial Times, Gideon Rachman, bahkan menyebutkan bahwa dengan harga minyak yang melonjak drastis hingga 110 dolar AS (sekitar Rp 1.843.600) per barel, strategi AS ini berada dalam bahaya besar.

Bukannya melemah, serangan AS dan Israel justru memicu gelombang dukungan rakyat yang besar di jalan-jalan kota Tehran dan kota-kota lainnya untuk mendukung kepemimpinan baru.

Kegagalan Barat dalam memicu pemberontakan internal atau keretakan di antara elit keamanan Iran menjadi bukti bahwa strategi “tekanan maksimum” telah menemui titik jenuhnya.

Media Barat pun mulai mengakui secara perlahan bahwa transisi kekuasaan yang cepat ini adalah “tamparan keras” bagi mereka yang mengharapkan keruntuhan sistem pemerintahan Iran dalam waktu singkat.

Hezbollah Bikin Israel Terdesak

Peta dan Bendera Lebanon (Unsplash.com/MarkRubens)
Peta dan Bendera Lebanon (Unsplash.com/MarkRubens)

Situasi semakin rumit bagi Israel karena kelompok perlawanan Hezbollah di Lebanon secara resmi telah membuka front pertempuran baru yang sangat aktif. Hezbollah telah mengintensifkan serangan roket, drone, hingga bentrokan senjata jarak dekat di sepanjang perbatasan untuk mendukung Iran.

Operasi militer Hezbollah ini tidak hanya menyasar pangkalan logistik seperti Misgav, tetapi juga menjangkau hingga ke kota pelabuhan Haifa dan pemukiman di wilayah utara Israel seperti Nahariya dan Kiryat Shmona.

Intensitas serangan Hezbollah ini telah memaksa militer Israel untuk menarik mundur pasukannya dalam beberapa bentrokan di perbatasan, seperti yang terjadi di kota Adaisseh setelah mereka dihantam tembakan mesin dan granat berpeluncur roket.

Pihak Israel sendiri mulai mengakui adanya korban jiwa di kalangan tentaranya akibat serangan rudal anti-tank dan drone peledak.

Kondisi ini menempatkan Israel pada posisi yang sangat terdesak karena mereka harus menghadapi perang di dua front sekaligus, sementara stok amunisi dan rudal pencegat mereka dilaporkan mulai menipis akibat frekuensi serangan yang tak kunjung berhenti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan

Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:01 WIB

Tampang Insinyur India Diduga Agen Mossad, Bocorkan Lokasi Strategis Negara Sekutu AS

Tampang Insinyur India Diduga Agen Mossad, Bocorkan Lokasi Strategis Negara Sekutu AS

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 19:37 WIB

Adik Benjamin Netanyahu Dikabarkan Tewas Rumahnya Dibom Iran, Begini Kata Israel

Adik Benjamin Netanyahu Dikabarkan Tewas Rumahnya Dibom Iran, Begini Kata Israel

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 18:11 WIB

Ratusan Prajurit Amerika Mulai Membelot, Muak dengan Pembantaian Siswi SD di Minab

Ratusan Prajurit Amerika Mulai Membelot, Muak dengan Pembantaian Siswi SD di Minab

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 17:52 WIB

Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton

Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:44 WIB

Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat

Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:40 WIB

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:18 WIB

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:15 WIB

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:02 WIB

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:54 WIB

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

'Kita Kerjakan Bersama', Terkuak Rapat Gelap 4 Anggota BAIS TNI Sebelum Siram Air Keras Andrie Yunus

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:48 WIB

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

Sita Uang Ratusan Juta Saat OTT, KPK Bawa Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:39 WIB

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

Ismail Menangis, Asrul Bertongkat: Dua Bos Travel Resmi Ditahan KPK Kasus Kuota Haji

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:35 WIB

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

KPK Dalami Fakta Sidang Raffi Ahmad Titip iPhone 17 dari AS, Siap-siap Diperiksa?

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:34 WIB