Iran Hampir Menang, Israel Hancur Lebur Hingga Dunia Diambang Krisis Minyak

Rabu, 11 Maret 2026 | 09:07 WIB
Iran Hampir Menang, Israel Hancur Lebur Hingga Dunia Diambang Krisis Minyak
Konflik Iran Israel 2026, Kekuatan Militer Iran, Strategi Amerika Serikat, Kondisi Ekonomi Global, Gencatan Senjata Timur Tengah. (tasnimnews)
Baca 10 detik
  • Iran mengklaim telah melumpuhkan pertahanan militer Amerika Serikat dan Israel pada Maret 2026.

  • Teheran memegang kendali atas ekonomi energi global dan menentukan durasi konflik bersenjata.

  • Gencatan senjata hanya akan dipertimbangkan jika ada jaminan keamanan absolut dari pihak lawan.

Suara.com - Kondisi geopolitik di Timur Tengah kini memasuki babak baru setelah Iran  Teheran menyatakan keunggulan mutlak secara militer atas perang.

Pemerintah Iran secara terbuka mengumumkan bahwa mereka telah berhasil melumpuhkan kekuatan pertahanan Israel dan Amerika Serikat.

Langkah strategis militer yang disusun oleh pihak Washington dan Tel Aviv dinilai gagal total di lapangan.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan penilaian mendalam mengenai kegagalan strategi musuh-musuh negaranya tersebut.

Beliau meyakini bahwa saat ini posisi tawar Iran jauh lebih kuat dibandingkan para pesaingnya di kawasan.

"Kami berada di posisi yang lebih unggul. Rencana AS dan Israel gagal dan target mereka tidak tercapai. Iran telah memberikan kerusakan serius terhadap Israel dan AS," ujar Gharibabadi.

Melalui siaran televisi resmi pemerintah, ia memaparkan dampak serangan yang memberikan kerugian signifikan bagi pihak lawan.

Teheran juga menyoroti bagaimana konflik ini memberikan pengaruh besar terhadap tatanan finansial dan sumber daya internasional.

Pihak kedaulatan Iran merasa memiliki peran kunci dalam menentukan masa depan stabilitas pasar di seluruh dunia.

Baca Juga: Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Dampak Ekonomi Mulai Guncang Negara Teluk

Gharibabadi menekankan bahwa kendali atas durasi perselisihan bersenjata ini sepenuhnya berada di tangan mereka sekarang.

"Lihat saja kondisi energi global dan perekonomian dunia saat ini. Kami memegang kendali, dan kami yang akan menentukan kapan perang ini berakhir," tambah dia.

Hingga saat ini, beberapa negara besar telah mulai melakukan komunikasi diplomatik intensif dengan pihak pemerintah Iran.

Negara-negara seperti China, Prancis, hingga Rusia dilaporkan telah membuka jalur dialog untuk membahas kemungkinan perdamaian.

Namun, Iran memberikan syarat yang sangat ketat bagi siapa pun yang menginginkan penghentian kontak senjata.

Prinsip utama yang dipegang Teheran adalah adanya jaminan keamanan yang absolut dan pengakuan kesalahan dari pihak lawan.

"Bahkan, jika mereka meminta gencatan senjata, hal itu hanya dapat dipertimbangkan ketika Iran yakin mereka tidak akan menyerang lagi," ujarnya.

Teheran tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan diplomasi tanpa adanya komitmen yang jelas dari pihak Amerika Serikat.

Pengakuan tanggung jawab atas agresi militer sebelumnya menjadi poin yang tidak bisa ditawar dalam meja perundingan.

Iran memandang bahwa permintaan gencatan senjata tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa adanya evaluasi mendalam.

"Mereka tidak bisa begitu saja meminta gencatan senjata lalu kami langsung menyetujuinya," tambah dia.

Aksi militer masif ini merupakan bentuk respons langsung atas serangan udara yang menimpa Iran pada akhir Februari.

Sejak tanggal 28 Februari tersebut, eskalasi kekerasan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada pekan pertama Maret.

Seluruh wilayah yang mengarah ke jantung pertahanan di ibu kota Tel Aviv diklaim telah mengalami kehancuran parah.

Rentetan proyektil rudal dilaporkan menghujani kawasan pesisir hingga menerangi langit di kota Netanya, Israel utara.

Serangan ini menunjukkan kemampuan jangkauan balistik Iran yang mampu menembus titik-titik krusial di wilayah Mediterania.

Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) menjadi aktor utama di balik peluncuran berbagai senjata canggih ke pusat kekuasaan.

Pada awal Maret, kompleks pemerintahan yang menjadi pusat pengambilan keputusan di Tel Aviv menjadi sasaran utama rudal.

Tidak hanya pusat birokrasi, pangkalan militer dan keamanan di wilayah Haifa juga tidak luput dari serangan intensif.

Wilayah Yerusalem Timur turut menjadi saksi bisu atas kekuatan tempur yang dikerahkan oleh pasukan elit Iran tersebut.

Hingga saat ini, dunia internasional masih memantau dengan seksama perkembangan di zona konflik yang semakin memanas.

Kemampuan Iran dalam bertahan dari sanksi sekaligus melancarkan serangan balasan menjadi perhatian para pengamat militer global.

Teheran membuktikan bahwa mereka memiliki kesiapan logistik yang mumpuni untuk menghadapi konfrontasi jangka panjang dengan negara adidaya.

Dampak dari serangan rudal tersebut tidak hanya merusak infrastruktur fisik namun juga mengguncang moral pertahanan lawan.

Keberhasilan ini diklaim sebagai bentuk proteksi diri atas kedaulatan bangsa yang terus diganggu oleh kekuatan asing.

Kini, peta kekuatan di Timur Tengah diprediksi akan mengalami pergeseran besar seiring dengan dominasi yang ditunjukkan Iran.

Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari Amerika Serikat dan Israel dalam menanggapi pernyataan keras dari Teheran ini.

Stabilitas di jalur perdagangan laut dan distribusi minyak dunia sangat bergantung pada bagaimana konflik ini akan berakhir.

Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur sedikitpun sebelum semua tuntutan kedaulatan mereka terpenuhi sepenuhnya.

Ketegangan ini menunjukkan bahwa diplomasi tradisional mungkin tidak lagi cukup untuk meredam ambisi militer di kawasan tersebut.

Masyarakat internasional berharap adanya solusi yang mampu mencegah kerusakan lebih lanjut bagi warga sipil di kedua belah pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI