-
Iran meluncurkan serangan rudal gelombang ke-31 dalam operasi militer bertajuk True Promise 4.
-
Warga Israel di Tel Aviv panik dan berlindung ke bunker saat serangan udara berlangsung.
-
Belum ada laporan resmi korban jiwa meskipun sistem pertahanan udara aktif mencegat rudal Iran.
Suara.com - Wilayah Timur Tengah kini berada dalam kondisi siaga satu setelah Iran kembali menggempur Tel Aviv, Israel.
Pasukan elite Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menjadi aktor di balik serangan ini.
Senin kemarin mereka resmi merilis bukti visual peluncuran senjata jarak jauh tersebut ke publik dunia.
Serangan ini tercatat sebagai gelombang ke-31 dalam misi militer yang dikenal dengan sandi tertentu.
Iran menamakan rentetan serangan mematikan ini sebagai operasi True Promise 4.
Peluncuran proyektil tersebut dilakukan secara simultan dari beragam titik rahasia di daratan Iran menuju jantung Israel.
Visual yang beredar menunjukkan kobaran api dari mesin rudal yang melesat membelah kegelapan langit malam itu.
Aksi militer ini mempertegas posisi Iran dalam persaingan geopolitik yang semakin meruncing dengan rival utamanya tersebut.
Kawasan Tel Aviv menjadi salah satu area yang paling terdampak oleh bunyi sirene peringatan dini yang meraung.
Masyarakat setempat seketika dilanda kecemasan luar biasa saat menyadari ancaman datang dari arah udara secara mendadak.
Banyak warga terlihat berlarian dengan raut wajah panik demi mencapai bunker beton yang paling dekat.
Tempat perlindungan bawah tanah menjadi tujuan utama ribuan orang saat langit mulai dihiasi oleh kilatan ledakan.
Kepanikan massal tidak terhindarkan ketika otoritas keamanan setempat memerintahkan evakuasi kilat bagi seluruh warga sipil.
Militer Israel tidak tinggal diam dan langsung mengoperasikan teknologi pertahanan udara tercanggih milik mereka secara penuh.
Upaya penghalauan serangan tersebut menciptakan pemandangan dramatis berupa intersepsi rudal di atas awan kota Tel Aviv.
Beberapa proyektil milik Iran berhasil diledakkan di udara sebelum menyentuh objek vital yang ada di permukaan tanah.
Suara dentuman keras terdengar berkali-kali akibat benturan antara rudal penangkis dengan senjata yang dikirim pihak lawan.
Meski intersepsi terjadi secara masif, ketegangan di lapangan tetap berada pada titik didih yang sangat mengkhawatirkan.
Pemerintah setempat hingga saat ini masih melakukan pendataan menyeluruh mengenai dampak fisik dari serangan udara tersebut.
Informasi mengenai jumlah korban maupun total kerugian materiil akibat ledakan tersebut masih belum dipublikasikan secara resmi.
Insiden ini menjadi bukti nyata bahwa stabilitas keamanan di kawasan tersebut kini sedang berada di ujung tanduk.
Pihak IRGC memberikan pernyataan tegas mengenai alasan di balik peluncuran puluhan rudal balistik ke wilayah kedaulatan Israel.
True Promise 4 diklaim sebagai aksi balasan terhadap rangkaian kebijakan militer Israel yang dianggap merugikan pihak Iran.
Pihak Teheran menegaskan bahwa serangan ini merupakan bagian dari respons terhadap berbagai tindakan yang mereka anggap sebagai agresi Israel di kawasan.
Alasan tersebut menjadi basis utama bagi Iran untuk terus menekan pertahanan Israel melalui berbagai operasi militer udara.
Di sisi lain, otoritas keamanan Israel terus memperketat penjagaan di seluruh titik strategis yang dianggap rawan serangan.
Masyarakat diminta untuk tidak menjauh dari lokasi bunker perlindungan demi mengantisipasi adanya gelombang serangan susulan yang tiba-tiba.
Instruksi ketat dari petugas keamanan menjadi panduan utama bagi warga agar terhindar dari risiko jatuhnya serpihan rudal.
Dinamika konflik ini terus dipantau oleh komunitas internasional yang khawatir akan pecahnya perang terbuka berskala lebih besar.
Ketegangan antara Iran dan Israel selama beberapa bulan terakhir memang menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan dan mengkhawatirkan.