Innalillahi Mojtaba Khamenei Jadi Korban Serangan AS - Israel ke Iran

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 11 Maret 2026 | 16:59 WIB
Innalillahi Mojtaba Khamenei Jadi Korban Serangan AS - Israel ke Iran
Mojtaba Khamenei
baca 10 detik
  • Mojtaba Khamenei dilaporkan terluka di kaki akibat serangan udara militer Amerika Serikat-Israel.

  • Penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran didorong kuat oleh pengaruh besar kelompok IRGC.

  • Menteri Pertahanan Israel menegaskan Mojtaba Khamenei adalah target utama eliminasi dalam konflik ini.

Suara.com - Laporan mengejutkan datang dari New York Times mengenai kondisi kesehatan pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Mojtaba Khamenei dikabarkan mengalami luka serius pada bagian kakinya akibat serangan udara baru-baru ini.

Insiden tersebut terjadi tepat pada hari pertama operasi militer skala besar Amerika Serikat dan Israel.

Kabar ini mengacu pada keterangan resmi dari sejumlah pejabat tinggi Israel maupun pihak internal Iran.

Sosok berusia 56 tahun tersebut baru saja didaulat menggantikan posisi mendiang ayahnya, Ali Khamenei.

Mendiang Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama pecahnya perang yang mengguncang kawasan tersebut.

Penunjukan Mojtaba sebagai suksesor dilakukan secara resmi pada hari Minggu yang penuh ketegangan politik.

Namun, absennya sang pemimpin dari pandangan publik menimbulkan tanda tanya besar bagi warga dunia.

Luka pada kaki disinyalir menjadi alasan utama mengapa ia belum muncul dalam video apa pun.

baca juga

Hingga Rabu pagi, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan secara langsung oleh pemimpin baru ini.

Ada kekhawatiran besar bahwa ia akan kembali menjadi sasaran jika melakukan komunikasi publik.

Absennya Mojtaba selama lebih dari 48 jam memperkuat dugaan adanya kendala fisik yang signifikan.

Beberapa media pemerintah bahkan mulai menyematkan gelar "janbaz" atau orang yang terluka oleh musuh.

Meskipun informasi cederanya meluas, kemampuan fungsionalnya dalam menjalankan pemerintahan Iran masih dipertanyakan oleh banyak pihak.

Publik masih menunggu apakah kondisi fisiknya memungkinkan dirinya untuk memegang kendali penuh atas negara.

Yousef Pezeshkian, putra Presiden Iran, memberikan tanggapan terkait isu miring yang menimpa sang pemimpin.

Melalui saluran Telegram pribadinya, ia mencoba meredam spekulasi mengenai kondisi kritis yang beredar luas.

Meski tidak membantah adanya cedera, ia menegaskan bahwa kondisi Mojtaba saat ini dalam keadaan baik.

“Saya mendengar kabar bahwa Tuan Mojtaba Khamenei terluka. Saya telah bertanya kepada beberapa teman yang memiliki koneksi. Mereka memberi tahu saya bahwa, alhamdulillah, dia aman dan sehat,” kata Yousef Pezeshkian, dikutip dari Times Of Israel.

Pernyataan tersebut diharapkan mampu menenangkan stabilitas politik domestik Iran yang sedang memanas akibat peperangan.

Selama puluhan tahun, Mojtaba dikenal sebagai operator di balik layar yang mengelola kantor ayahnya.

Banyak warga Iran yang menganggapnya sebagai sosok misterius karena jarang sekali tampil secara terbuka.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan menjadi kekuatan utama yang memaksakan pencalonan Mojtaba Khamenei.

Kelompok militer ini menilai Mojtaba lebih mudah diarahkan dibandingkan ayahnya untuk mendukung kebijakan garis keras.

Langkah IRGC ini sekaligus menyingkirkan keberatan dari kelompok pragmatis yang menginginkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda.

Kekuasaan IRGC semakin menguat sejak perang dimulai, melampaui pengaruh tokoh-tokoh politik dan ulama senior.

Meskipun sempat ada penolakan yang menunda pengumuman suksesi, IRGC berhasil memenangkan perdebatan internal tersebut.

Di sisi lain, Israel telah mengeluarkan ancaman mematikan bagi siapa pun yang menduduki takhta tertinggi.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa pemimpin baru Iran tetap menjadi target operasi militer.

Ancaman ini bukan sekadar gertakan mengingat serangan yang sudah melukai kaki Mojtaba pada hari pertama.

Pihak Israel memandang kepemimpinan baru Iran sebagai kelanjutan dari ancaman terhadap kebebasan dunia internasional.

Israel Katz menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada tempat bersembunyi bagi mereka yang memusuhi negaranya.

“Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim teror Iran untuk terus memimpin rencana menghancurkan Israel, mengancam AS dan dunia bebas serta negara-negara di kawasan tersebut, dan menindas rakyat Iran, akan menjadi target eliminasi yang tidak ambigu,” kata Katz.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pengejaran terhadap pemimpin Iran akan dilakukan secara agresif dan berkelanjutan.

“Tidak peduli siapa namanya atau di mana dia bersembunyi,” katanya dalam sebuah pernyataan resmi.

Kini mata dunia tertuju pada bagaimana Mojtaba Khamenei akan menjalankan roda pemerintahan dari persembunyiannya.

Apakah luka fisik yang dideritanya akan menghambat koordinasi militer Iran di tengah agresi besar-besaran?

Tekanan internasional dan ancaman eliminasi fisik menjadi tantangan berat bagi suksesi yang dipaksakan oleh IRGC.

Nasib Iran kini berada di tangan pemimpin yang terluka dan terus diburu oleh intelijen lawan.

Dinamika ini diperkirakan akan mengubah peta konflik di Timur Tengah dalam beberapa waktu ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rakyat AS Desak Anak Donald Trump Dikirim ke Iran: Jangan Jadi Pecundang!

Rakyat AS Desak Anak Donald Trump Dikirim ke Iran: Jangan Jadi Pecundang!

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:53 WIB

Ketua Federasi Iran: Pemain Kami Diculik Sebelum Dikasih Visa dari Australia

Ketua Federasi Iran: Pemain Kami Diculik Sebelum Dikasih Visa dari Australia

Bola | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:33 WIB

Zionis Kiamat! Warga Israel Kocar Kacir Dihujani Rudal

Zionis Kiamat! Warga Israel Kocar Kacir Dihujani Rudal

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:19 WIB

Terkini

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Adu Cepat di Kategori Baru 21K, 5.000 Pelari Bersaing di SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

Sport | Senin, 14 September 2026 | 08:45 WIB

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Minyak Dunia Menggila! Nyaris Tembus US$108 per Barel Usai Arab Saudi Diserang

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:43 WIB

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Touring Tanpa Pengawalan Bikers HOG Indomobil Buktikan Etika Berkendara di Jalan

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 08:40 WIB

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 08:35 WIB

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Obligasi Rp500 Miliar POLI Kantongi Rating idAAA

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:31 WIB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bertemu Luis Figo di New York, 2 Student Athlete Indonesia Hadiri Forum PBB

Bola | Senin, 14 September 2026 | 08:27 WIB

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Pemerintah Segel 50 Perusahaan, 27 Ribu Hektare Konsesi Terbakar

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:24 WIB

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 08:20 WIB

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter

News | Senin, 14 September 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Harga Emas Pegadaian Kompak Turun Awal Pekan, Galeri 24 dan UBS Terdiskon

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 08:14 WIB

×