- Hizbullah menembakkan roket ke Israel, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan, yang dibalas Israel dengan serangan udara ke Lebanon.
- Israel menyerang infrastruktur Hizbullah di Lebanon, termasuk Dahieh, Beirut, dan diklaim berhasil menewaskan anggota kelompok tersebut.
- IRGC Iran mengancam terus menyerang pangkalan AS dan Israel sampai kedua pihak menyerah total atas konflik regional ini.
Suara.com - Ketegangan di perbatasan utara Israel kembali memanas setelah kelompok bersenjata Hizbullah menembakkan rentetan roket ke wilayah Israel.
Laporan dari media Israel, Channel 14 menyebut akibat serangan roket Hizbullah, satu orang jadi korban dan sejumlah bangunan porak poranda.
Mendapat serangan roket dari arah utara, militer Israel langsung melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Lebanon.
Operasi tersebut menyasar infrastruktur yang disebut terkait dengan Hizbullah, termasuk di kawasan Dahieh, Beirut.
Media Israel mengklaim militer mereka berhasil menewaskan sejumlah anggota Hizbollah.
![Ketegangan di perbatasan utara Israel kembali memanas setelah kelompok bersenjata Hizbullah menembakkan rentetan roket ke wilayah Israel. [Channel 14]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/12/13407-bangunan-di-israel.jpg)
Sementara itu media lokal Lebanon menyebut beberapa lokasi yang diduga menjadi basis kelompok bersenjata ikut menjadi sasaran.
Hizbullah sendiri segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan roket tersebut.
Kelompok itu menyatakan aksi tersebut merupakan bagian dari operasi militer yang mereka sebut “Daun yang Dimakan” yang ditujukan terhadap Israel.
Militer Israel menegaskan serangan balasan akan terus berlanjut.
Dalam pernyataan resminya, juru bicara IDF mengatakan operasi militer sedang berlangsung terhadap infrastruktur Hizbullah.
“IDF saat ini memulai gelombang serangan luas terhadap infrastruktur organisasi teror Hizbullah di Dahieh, Beirut,” kata pernyataan militer Israel. “Upaya intersepsi masih berlangsung setiap saat.”
“IDF akan terus bertindak dengan kekuatan penuh terhadap mereka yang tergabung dengan organisasi Hizbullah yang di bawah perlindungan Iran.”
Pihak militer Israel juga mengeluarkan peringatan kepada warga sipil di wilayah tersebut.
Mereka diminta segera meninggalkan area yang berada dekat dengan fasilitas militer Hizbullah.

“Untuk keselamatan Anda, kami mendesak warga segera mengungsi,” bunyi peringatan militer.
“Kehadiran di dekat infrastruktur militer Hizbullah membahayakan Anda dan keluarga Anda.”
Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran menegaskan akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah hingga ancaman perang terhadap Iran berakhir.
Garda elit Iran itu bahkan menyatakan hanya memikirkan satu tujuan, Amerika Serikat dan Israel menyerah total.
“Kami hanya memikirkan penyerahan total musuh,” kata IRGC dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui media mereka, Sepah News.
Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik regional antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Garda Revolusi Iran mengklaim gelombang serangan ke-38 yang diluncurkan Selasa malam menargetkan pangkalan militer AS Al-Udairi di Kuwait.
Mereka menyebut lebih dari 100 tentara harus dilarikan ke rumah sakit akibat serangan tersebut.
Selain itu, Iran juga mengaku menyerang infrastruktur angkatan laut AS di Pelabuhan Mina Salman, Bahrain, yang menjadi markas US Fifth Fleet.
Target lain termasuk pangkalan udara Ali Al-Salem dan pangkalan laut Mohammed Al-Ahmad di Kuwait.
Kontributor: M.Faqih