Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik

Dimas Sagita

Kamis, 12 Maret 2026 | 15:06 WIB
Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik
Ketegangan di perbatasan Iran-Irak memuncak. Pasukan Kurdi bersiap ikut bertempur, sementara serangan udara Iran telah menelan korban jiwa di pihak mereka.

Suara.com - Serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang terus berlanjut memicu spekulasi bahwa kelompok bersenjata Kurdi Iran yang bermarkas di Irak akan segera menyeberang perbatasan dan ikut bertempur melawan Republik Islam Iran. Menyikapi hal itu, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah kelompok Kurdi, termasuk melesatkan rudal balistik yang menewaskan seorang petempur.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada 7 Maret menegaskan bahwa ia tidak ingin melibatkan suku Kurdi dalam pertempuran di Iran.

Di tengah ketegangan tersebut, BBC memperoleh akses langka ke salah satu kelompok pasukan Kurdisuatu batalion yang seluruh anggotanya perempuan.

Perlu waktu berhari-hari menunggu dan bernegosiasi untuk bisa masuk ke gua-gua dan terowongan bawah tanah yang menjadi markas pasukan Kurdi Iran di Irak utara. Mereka mengoperasikan jaringan komunikasi rahasia, hidup di luar kebiasaan warga awam, dan bersembunyi dari deteksi pemerintah Iran dan Turki di wilayah semi-otonom Kurdistan.

Hanya seorang fotografer perempuan yang diizinkan masuk ke kompleks itu dan tinggal bersama para petempur Kurdi selama 10 hari.

Dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah kelompok pemberontak Kurdi asal Iran memang bermigrasi ke pegunungan di Irak. Mereka bersembunyi dari intelijen Iran, milisi Syiah proksi di Irak, serta pasukan Turki.

Baru-baru ini, kelompok-kelompok besar Kurdi Iran di Irak utara membentuk koalisi.

Spekulasi berkembang bahwa Presiden AS Donald Trump melakukan kontak langsung dengan para pemimpin Kurdi dan meminta agar mereka bergabung dalam perang.

Dalam wawancara telepon dengan kantor berita Reuters pada 5 Maret, Trump menyatakan mendukung pasukan Kurdi menyerbu Iran, dengan mengatakan, "Saya pikir itu luar biasa jika mereka ingin melakukannya."

baca juga

Namun, dua hari kemudian, pada Sabtu (07/03), Trump menegaskan kepada para wartawan bahwa ia tidak ingin pasukan Kurdi menginjakkan kaki di tanah Iran.

"Kami tidak ingin membuat perang ini semakin rumit," ujarnya.

Serangan udara Amerika Serikat dan Israel yang terus berlanjut mendorong Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah kelompok Kurdi. Salah satu tembakan rudal balistik menewaskan seorang petempur.

Salah satu kelompok paling terorganisir adalah Partai Hidup Merdeka Kurdistan (PJAK), yang mengaku telah bertahun-tahun bersiap menyerang Iran.

"Saya berjuang untuk keluarga saya dan rakyat Kurdi yang telah lama ditindas," ujar Aryen, petempur berusia 21 tahun. Dia merupakan anggota unit Pasukan Pertahanan Perempuan di PJAK.

Sebagai seorang Kurdi, Aryen mengaku pernah mengalami ketidakadilan dan diskriminasi di Iran sehingga merasa tidak punya pilihan selain mengangkat senjata.

Dua tahun lalu, ia memutuskan bergabung dengan PJAK.

Di dalam markas militer rahasia

Terowongan itu merupakan tempat perlindungan yang aman, lengkap dengan persediaan makanan, uang tunai, dan gudang amunisi.

PJAK merahasiakan jumlah pasukannya, namun sekitar 60 petempursebagian besar perempuantelah berlatih di markas ini sebelum AS dan Israel menyerang Iran.

Para petempur menjalani latihan militer, sesi ideologi, serta beragam keterampilan mulai dari taktik penembak jitu hingga penggunaan drone. Mereka juga menjalani pemeriksaan medis sebagai persiapan untuk penempatan di perbatasan, seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

"Perang ini sudah lama diperkirakan," kata Gelawej Ewrin, 40 tahun, kepada BBC.

Pada usia 20 tahun, ia meninggalkan kuliah geografi di Kota Urmia, Iran. Dia lalu bergabung dengan PJAK sebagai prajurit. Kini, ia menjabat sebagai juru bicara.

Berbicara dari salah satu gua rahasia, Ewrin mengungkapkan bahwa separuh hidupnya dihabiskan di pegunungan dan ia belum pernah bertemu keluarganya sejak meninggalkan rumah.

Menurutnya, meski Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei wafat dalam serangan AS-Israel, gelombang protes yang dipimpin perempuan sejak 2022 telah lebih dulu melemahkan Republik Islam.

Dia merujuk pada gelombang kerusuhan yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, perempuan Kurdi berusia 22 tahun yang ditangkap polisi moral Iran karena dianggap tidak mematuhi aturan wajib berjilbab.

Satu-satunya pilihan

Pemerintah Iran menanggapi gelombang protesyang berkembang menjadi gerakan "Perempuan, Hidup, Kebebasan"dengan penindasan berdarah. Namun, gerakan itu justru menjadi inspirasi bagi sebagian anggota baru PJAK.

Sebelum bergabung dengan PJAK, Bigen yang berusia 18 tahun ikut serta dalam aksi massa dan menolak mengenakan jilbab di sekolah sebagai bentuk pembangkangan sipil.

"Perempuan tidak punya banyak pilihan," ujarnya sambil perlahan mengepang rambut sesama petempur.

"Kami harus memilih: menderita karena kekerasan domestik dan pembatasan sosial, atau melindungi diri lewat revolusi."

Kelompok pemberontak Kurdi kerap dituduh merekrut anak-anak sebagai prajurit. Bigen sendiri masih berstatus pelajar di Iran ketika bergabung dengan kelompok itu tiga tahun lalu. Banyak petempur di markas ini mengaku bahwa bagi mereka, perlawanan bersenjata adalah satu-satunya jalan keluar.

"Pertarungan saya adalah untuk menjamin masa depan yang bebas bagi generasi Kurdi berikutnya," kata Delal, seorang dokter gigi yang menjadi gerilyawan pada usia 23 tahun.

"Bagi rakyat Kurdi 200 tahun terakhir telah diwarnai penindasan dan kekerasan," tambahnya.

PJAK dibentuk pada 2004 dan memiliki keterkaitan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kelompok separatis di Turki yang tahun lalu memutuskan untuk meletakkan senjata setelah empat dekade berkonflik dengan pemerintah Turki.

PJAK menyatakan menghormati keputusan tersebut, namun menegaskan bahwa Kurdi Iran akan tetap melanjutkan perlawanan bersenjata terhadap Republik Islam Iran.

Baik Turki maupun Iran menggolongkan PJAK sebagai organisasi teroris. Kementerian Pertahanan Turki menyebut pihaknya terus memantau aktivitas "kelompok teroris PJAK" yang dituduh memicu separatisme etnis serta mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.

Khawatir perang saudara

Para prajurit Kurdi sadar betul besarnya tantangan yang menantibahkan kemungkinan berhadapan langsung dengan militer Republik Islam Iran yang bersenjata lengkap.

"Perang saudara adalah sesuatu yang kami harap tidak terjadi," ujar Ewrin kepada BBC.

"Kami harus melakukan segala cara agar perang ini mengarah pada runtuhnya rezim, bukan berbalik ke arah kami dan memaksa kami saling bertempur di masa depan," tambahnya.

"Timur Tengah sedang didesain ulang, dan rakyat Iran harus bersatu untuk menentukan masa depan mereka."

Kelompok oposisi Iran berharap negara itu bisa keluar dari perang sebagai model demokrasi di kawasan. Namun, mereka juga khawatir akan terjerumus ke dalam konflik horizontal apabila kekuatan nasionalis mendominasi.

Suku Kurdi, yang jumlahnya mencapai sekitar 10% dari populasi Iran yang berjumlah 90 juta jiwa, selama puluhan tahun merasa terpinggirkan dan ditindas oleh Republik Islam Iran.

Di tengah pertikaian dengan AS-Israel, Teheran makin gencar melancarkan serangan terhadap kelompok Kurdi Iran di wilayah Kurdistan Irak.

BBC berbincang dengan para pemimpin koalisi baru dan menanyakan soal percakapan mereka dengan Trump.

Namun, mereka menolak berkomentar dan membantah laporan yang menyebutkan pasukan Kurdi telah menyeberang ke wilayah Iran.

Meski begitu, PJAK mengklaim sudah memiliki kekuatan bersenjata "signifikan" di dalam wilayah Iran, yang menunggu saat tepat untuk bertindak.

"Keterlibatan militer kami bergantung pada bagaimana situasi berkembang dalam beberapa hari ke depan," ujar salah satu pemimpin kepada BBC.

Persimpangan

Kelompok oposisi Kurdi Iran lainnya menyatakan mereka masih memantau situasi dan mempertimbangkan berbagai opsi.

Mustafa Hijri, pemimpin Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI), menegaskan mandat mereka adalah "mengelola Kurdistan Iran selama masa transisi" dan menyerukan kepada para pengikutnya agar menahan diri dari aksi balas dendam yang bisa merusak keamanan.

Sementara itu, sejumlah petempur Kurdi mengungkapkan keraguan apakah dukungan Amerika Serikat dapat benar-benar diandalkan dalam perang yang mungkin akan terjadi.

Seorang sumber yang memahami dinamika petempur Kurdi Iran mengatakan kepada BBC bahwa kelompok oposisi tidak akan menggerakkan pasukan darat kecuali ada jaminan dukungan dari Angkatan Udara Amerika Serikat.

Dia menilai militer Iran masih kuat, dan petempur Kurdi bisa menghadapi hasil yang "menghancurkan" jika melancarkan serangan darat.

Bagi para petempur perempuan di Pasukan Pertahanan Perempuan, "kebebasan" yang mereka rindukan sudah lama dinanti.

Delal kini meninggalkan lokasi pelatihan dan ditempatkan lebih dekat ke perbatasan.

Jika suku Kurdi benar-benar bergabung dalam perang melawan Republik Islam Iran, tidak ada yang bisa memastikan berapa lama pertempuran akan berlangsung, atau bagaimana pertempuran akan berujung.

Reportase tambahan oleh Valentina Sinis

Para prajurit perempuan tidak menyebut nama asli mereka. Julukan militer digunakan demi keamanan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata

Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:05 WIB

Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur

Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:00 WIB

Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?

Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar

Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 10:54 WIB

BREAKING NEWS: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Orang Masih Dicari

BREAKING NEWS: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Orang Masih Dicari

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:53 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI Dorong 2,3 Juta Debitur Naik Kelas

Lima Tahun Holding UMi, BRI Dorong 2,3 Juta Debitur Naik Kelas

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 10:50 WIB

Awal Mula Betrand Peto Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kata Ruben Onsu

Awal Mula Betrand Peto Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kata Ruben Onsu

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 10:43 WIB

Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan

Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:42 WIB

Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 10:35 WIB

Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati

Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:35 WIB

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

×