-
Donald Trump menyatakan Amerika Serikat memiliki stok senjata yang hampir tidak memiliki batas.
-
Intensitas serangan rudal balistik Iran dilaporkan menurun drastis hingga angka 86 persen.
-
Amerika Serikat mulai beralih menggunakan bom murah untuk menghancurkan sisa pertahanan Iran.
Suara.com - Ketegangan militer antara Israel, Amerika Serikat dan Iran kini memasuki babak baru yang sangat menentukan.
Presiden Donald Trump dengan percaya diri menyebutkan bahwa negaranya memiliki persediaan senjata yang hampir tidak ada habisnya.
Pernyataan ini muncul di tengah laporan mengenai intensitas serangan dari pihak Teheran yang mulai melandai.
Namun pihak kementerian pertahanan Iran tetap berdalih memiliki ketahanan yang jauh lebih kuat dari perkiraan Washington.
Data di lapangan menunjukkan bahwa kedua belah pihak telah menguras amunisi dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Institut Studi Keamanan Nasional mencatat ada ribuan serangan yang sudah dilancarkan oleh aliansi Amerika Serikat.
Setiap operasi tempur tersebut menghabiskan logistik militer dalam jumlah yang sangat masif dan mahal.
Di sisi lain Iran dilaporkan telah melepas ratusan rudal serta ribuan pesawat tanpa awak ke sasaran.
Meskipun kuantitasnya besar banyak dari kiriman senjata Iran tersebut yang berhasil dilumpuhkan di udara.
Baca Juga: Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran
Kondisi pertempuran yang sangat intens ini diprediksi akan sulit dipertahankan jika durasi konflik memanjang.
Laporan intelijen Barat mengindikasikan adanya penyusutan jumlah rudal yang dikirimkan oleh pihak Iran.
Pada awal konflik mereka mampu melepas ratusan unit namun kini hanya tersisa puluhan saja.
Padahal sebelumnya Iran diyakini menyimpan ribuan rudal balistik jarak pendek di dalam gudang rahasia mereka.
Jenderal Dan Caine menyebutkan peluncuran rudal balistik Iran merosot hingga 86 persen dibanding hari pertama.
"Peluncuran rudal balistik Iran turun 86% dibanding hari pertama pertempuran, Sabtu (28/02) lalu," ujar Dan Caine, dikutip dari BBC.