- Presiden Prabowo Subianto sedang mempersiapkan Instruksi Presiden (Inpres) untuk menyelamatkan populasi dan habitat gajah Sumatra dan Borneo.
- Inpres tersebut akan mengarahkan menteri terkait untuk mendukung Kementerian Kehutanan dalam upaya konservasi gajah yang kritis ini.
- Langkah ini penting karena kantong gajah konservatif di Indonesia telah menyusut drastis dari 41 menjadi hanya 21 kantong.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto tengah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah Sumatra dan Borneo.
Hal ini disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3).
“Inpres ini akan memberikan perintah kepada menteri terkait agar membantu Kementerian Kehutanan dalam menyelamatkan populasi gajah ini,” ujarnya.
Raja Juli mengatakan, langkah penyelamatan yang dilakukan Prabowo disambut hangat oleh para aktivis.
Mereka menilai langkah tersebut sebagai upaya melindungi serta menjaga kelestarian satwa dan habitatnya, khususnya di wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati.
“Mereka mengatakan bahwa Pak Presiden Prabowo Subianto adalah presiden yang paling peduli terhadap konservasi satwa dan taman nasional Indonesia,” ucapnya.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa langkah penyelamatan ini penting untuk dilakukan. Sebab, kantong gajah di kawasan hutan konservatif di Indonesia kini hanya tersisa 21 saja, dari yang semula 41 kantong gajah.
“Dan kalau tidak ada intervensi yang serius oleh pemerintah, maka kerusakan kantong-kantong gajah ini adalah sebuah keniscayaan, dan oleh karena itu populasi gajah sebagai salah satu satwa yang dilindungi dan merupakan iconic species di Indonesia, tidak menutup kemungkinan akan punah,” tegasnya.
Baca Juga: Upaya Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah, Prabowo Siapkan Dua Kebijakan