-
Kapal induk USS Gerald R. Ford terbakar di ruang cuci namun tetap beroperasi penuh.
-
Dua kru kapal mengalami luka-luka akibat insiden teknis di tengah konflik Laut Merah.
-
Pesawat KC-135 milik AS jatuh di Irak saat menjalankan misi Operasi Epic Fury.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari armada tempur laut utama Amerika Serikat yang sedang bertugas di wilayah konflik Perang Amerika Serikat, Iran dan Israel.
Kapal induk Amerika Serikat USS Gerald R Ford dilaporkan mengalami insiden kebakaran hebat pada hari Kamis (12/3).
Peristiwa ini terjadi di saat tensi peperangan antara pihak AS-Israel melawan Iran berada pada titik didih.
Meskipun api sempat berkobar, pihak militer segera melakukan tindakan cepat guna mengamankan aset strategis tersebut.
Berdasarkan laporan resmi, dua anggota kru kapal menjadi korban luka dalam kecelakaan tak terduga ini.
Komando Pusat AS (CENTCOM) memberikan penjelasan detail mengenai titik awal munculnya api melalui platform media sosial X.
"USS Gerald R Ford (CVN 78) mengalami kebakaran yang berasal dari ruang cuci utama kapal. Penyebab kebakaran tidak terkait dengan pertempuran," kata CENTCOM.
Pihak berwenang menegaskan bahwa kobaran api bukan dipicu oleh serangan musuh atau aktivitas tempur langsung.
Identifikasi awal menunjukkan bahwa masalah teknis di area domestik kapal menjadi pemicu utama insiden tersebut.
Tim pemadam kebakaran di dalam kapal berhasil mengendalikan situasi sebelum kerusakan meluas ke bagian vital.
Meskipun sempat terjadi kepanikan, CENTCOM memastikan bahwa sistem pendorong utama kapal induk tidak mengalami gangguan.
"Kapal induk tetap beroperasi penuh. Dua pelaut saat ini sedang menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil."
Kedua personel yang terluka kini berada di bawah pengawasan medis ketat untuk pemulihan kondisi mereka.
Kapal induk terbesar di dunia ini dipastikan masih mampu menjalankan misi tempurnya di kawasan Laut Merah.
Fakta bahwa kapal tetap fungsional menjadi poin penting bagi stabilitas militer AS di wilayah Timur Tengah.
Dalam menjalankan tugasnya, USS Gerald R. Ford tidak sendirian melintasi perairan yang penuh dengan risiko tersebut.
Kapal raksasa ini dikawal ketat oleh tiga kapal perusak yakni USS Mahan, USS Bainbridge, dan USS Winston S. Churchill.
Berdasarkan data USNI News, formasi tempur ini terpantau berada di lepas pantai Al Wajh, Arab Saudi.
Kehadiran unit ini bertujuan memperkuat armada USS Abraham Lincoln yang sudah bersiaga lebih dulu sejak awal tahun.
Pengerahan kekuatan besar-besaran ini menunjukkan betapa seriusnya komitmen militer AS dalam menghadapi dinamika geopolitik saat ini.
Namun, masalah militer Amerika tidak berhenti pada insiden kebakaran di kapal induk kelas dunia tersebut saja.
Sebuah pesawat pengisian bahan bakar jenis KC-135 dilaporkan menghilang secara misterius saat melintasi wilayah udara Irak.
Insiden udara ini menambah panjang daftar kecelakaan alutsista Amerika Serikat di tengah masa peperangan aktif.
Satu pesawat dilaporkan jatuh di daratan Irak, sementara rekan terbangnya berhasil melakukan pendaratan darurat dengan selamat.
Tim pencari dan penyelamat telah dikerahkan ke lokasi jatuhnya pesawat untuk mengevakuasi kru yang bertugas.
Konflik bersenjata antara koalisi AS-Israel melawan Iran sendiri telah pecah sejak akhir Februari tahun ini.
Dampak dari peperangan ini telah merenggut ribuan nyawa dan memicu krisis energi di berbagai belahan dunia.
Presiden Donald Trump memprediksi perdamaian akan segera tercapai, namun pihak Iran menegaskan komitmen mereka untuk terus melawan.